Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 47


__ADS_3

"Pria yang bersama Yuna?" tanya Dave memperhatikan Mario yang ditunjuk oleh Shane.


"Yah.Kali ini aku akan bersaing dengan nya untuk mendapatkan gadis kecil ku." jawab Shane dengan penuh yakin.


"Memangnya mereka berpacaran?" tanya Dave penasaran.


"Iya,mereka mengakui jika mereka sedang menjalin hubungan.Aku yakin itu cuma sandiwara mereka saja.Untuk membuatku panas saat melihat kebersamaan mereka." jelas Shane.


"Tapi bagaimana jika Yuna memang benar-benar mencintai pria itu?dan dia tidak menerima mu lagi?" tanya Dave sedikit meragukan.


"Tidak mungkin,Yuna pasti masih mencintai ku.Dia hanya ingin membalas ku,karena dia pikir aku benar-benar memilih Jenna.Dia bukan gadis lemah,jadi tidak mungkin dia menyerah begitu saja." kata Shane masih dengan keyakinannya.


"Begitu,ya sudah.Kudoakan semoga hubungan kalian kembali bersatu lagi.Tapi ingat kau harus bersaing secara sehat jangan bersaing dengan cara licik.Karena wanita pasti tidak akan menyukainya." tukas Dave mengingatkan Shane.


"Hei..jangan menasehati seolah kau paling berpengalaman.Tidak ingat status mu.Hahaha." gurau Shane menyindir Dave.


Mengingat Dave baru saja dicampakkan oleh Bryan karena wanita lain.Seketika membuat Dave langsung terdiam.


Brengsek.' umpatnya dalam hati.


*


*


Sore harinya..


Yuna bersiap-siap akan pulang.Ia pun menunggu Mario diluar kantor.Sebab Mario masih membereskan beberapa kerjaan yang sedikit lagi akan selesai.


Saat dirinya sedang berdiri sambil menunggu.Ia dikejutkan dengan kemunculan Shane sambil tersenyum.


"Hai Yuna." sapa Shane dengan menunjukkan senyuman yang ramah.


Yang jelas membuat Yuna memandang bingung.


"Kau belum pulang?" tanya Shane basa basi.


"Bapak lihat,saya sudah pulang apa belum?" tanya balik Yuna dengan sikap cuek.

__ADS_1


Sial..Kenapa jawabnya jadi cuek sekali.' gerutu Shane dalam hatinya.


"Ya maaf..Maksud ku kenapa kau belum pulang?" tanya Shane.


"Saya menunggu Mario." jawab Yuna datar.


Seketika membuat raut wajah Shane menjadi dingin.Karena ternyata Yuna sedang menunggu Mario,lelaki yang selalu bersamanya.


"Ayo,aku akan mengantarmu pulang." ujarnya mengajak Yuna,sebelum Mario datang.


"Tidak pak,terima kasih." jawab Yuna menolak.


"Kenapa??Apa tidak bisa kau menerima ajakan ku sekali saja?" tanya Shane mulai sedikit kesal.


"Ya karena saya sudah punya pacar pak.Aneh kan jika saya pulang bersama pria lain,apalagi bos saya sendiri." jawab Yuna masih menolak dan memalingkan wajahnya.


"Tidak yang salah jika seorang bos mengantar karyawannya pulang.Ayo lah." ujar Shane yang tetap memaksa Yuna.


"Tetap salah pak,terlebih bapak sudah memiliki tunangan.Kalau ada yang lihat dan menyangka saya seorang pelakor,siapa yang akan rugi pak??Jadi terima kasih untuk tawarannya." jawab Yuna menolak dengan tegas.


"Wanita itu bukan tunangan ku lagi,dan aku tidak akan pernah menikahinya.Jadi lebih baik kau percaya padaku.Kita akan perbaiki lagi hubungan kita Yuna." ucap Shane meyakinkan Yuna.


Shane pun semakin kesal dan mengepalkan kedua tangannya.Tanpa bicara apa-apa lagi,Shane pun langsung menarik tangan Yuna untuk menuju mobilnya.


Yuna pun langsung kaget dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Shane.Tapi sayangnya ia sulit untuk lepas,karena cengkraman Shane begitu kuat.


"Pak,lepaskan tangan saya.! saya kan sudah bilang saya tidak mau.!" sentak Yuna berusaha berontak.


Shane pun seakan tidak peduli dan tetap menarik paksa tangan Yuna.Bahkan saat mereka menjadi pusat perhatian para staff yang melihat,terlihat bingung.


Namun,Shane tetap saja tidak peduli dan tetap membawa Yuna hingga ke mobil.


Dan saat Shane akan menyuruh Yuna memasuki mobilnya.Tiba-tiba saja seseorang datang menarik tangan Shane.


Membuat Shane langsung menoleh ke arah seseorang tersebut.Yang tidak lain adalah Mario sendiri.


"Maaf pak,apakah pantas seorang pewaris perusahaan West Company memaksa membawa karyawannya tanpa kemauan karyawannya??" tanya Mario dengan nada tenang sambil tersenyum ke arah Shane.

__ADS_1


Shane pun langsung melepaskan tangan Yuna.Yuna pun dengan cepat menjauh dari Shane.Dan bersembunyi dari balik punggung besar Mario.


"Kenapa kau selalu ikut campur urusan ku?" tanya Shane dengan tatapan yang tidak senang.


"Bagaimana aku tidak ikut campur,jika bapak membawa pacar saya?Tanpa seijin saya?Ingat pak,ini masih di wilayah kantor.Aku masih memandang dan menghargai anda sebagai atasan saya.Jadi tolong bersikap lah layaknya seorang atasan yang terhormat." jawab Mario yang secara tidak langsung melontarkan kata-kata sindiran pada Shane.


Shane pun langsung menatap tajam ke arah Mario.


"Jangan merasa percaya diri kalau Yuna benar-benar mencintai mu.Karena dihatinya hanya aku lah orang yang masih dicintainya.Dia tidak akan mudah melepaskan ku begitu saja." ucap Shane dengan percaya dirinya sambil melirik ke arah Yuna.


"Sayangnya aku tidak merasa percaya diri,jika dia memang masih mencintai mu.Yuna tidak akan memilih ku untuk terus bersama ku.Bukan bersama mu yang justru selalu menyakiti hatinya.Jadi lebih baik tolong jangan ganggu Yuna lagi."


"Aku tidak akan tinggal diam jika sedikit saja anda mendekatinya atau pun menyentuhnya..Ayo Yuna kita pulang." ucap Mario memberi peringatan dengan panjang lebar dan menggenggam tangan Yuna untuk meninggalkan Shane.


Yuna hanya mengangguk dan menuruti Mario.Tapi,sesaat ia menoleh kearah Shane yang berdiri mematung tidak bicara apa pun.


Seakan ia merasa sedikit kecewa dengan sikap Shane yang terlalu labil dan tidak tegas dalam mengambil sikap.


Shane hanya bisa memandang kepergian mereka dengan menghela nafas.


"Brengsek..!Sialan.!" umpatnya menyalahkan dirinya.


...****************...


Mario pun mengantar Yuna hingga sampai dirumah.


"Terima kasih karena kau sudah menolong ku tadi.Jika tidak aku tidak tahu akan dibawa kemana oleh dia." ucap Yuna sebelum memasuki rumahnya.


"Yah,aku sudah firasat akan terjadi sesuatu pada mu.Maaf kan aku karena sudah membuat mu menunggu tadi." jawab Mario sambil mengusap rambut Yuna dengan lembut.


Tindakan Mario pun sesaat membuat Yuna merasa nyaman.Sikap gentle dan perhatiannya benar-benar menjadikan Mario sosok yang begitu sempurna untuknya.


Walau terkadang ia masih sulit untuk melupakan Shane.Tapi,kali ini ia yakin jika bersama Mario terus akan membuatnya bisa melupakan Shane.


"Masuk lah." ujar Mario menyuruh Yuna masuk.


Yuna mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sampai besok." ucap Yuna sambil melambaikan tangan dan berbalik.


Namun,saat ia akan berbalik Mario langsung menarik tangan Yuna dan mendekatkan bibirnya pada Yuna.Dengan mencium bibir Yuna dengan sangat lembut.


__ADS_2