
Mendengar ungkapan Mario,Yuna sejenak terdiam dan menunduk.
"Tapi tenang saja Yuna,aku tahu kau pasti tidak akan menerima ku.Aku tahu kau masih mencintai pria itu bukan?" ujar Mario.
Yuna pun menatap Mario.
"Menjadi teman mu saja,aku sudah merasa nyaman.Tapi jika suatu saat kau berubah pikiran,aku akan dengan senang hati membuka pintu hati ku untuk mu." gurau Mario dengan sengaja suasana tidak menjadi canggung.
Yuna pun langsung tersenyum dan mengangguk.
Setelah jam kuliah usai,Leona mengajak Yuna untuk makan diluar.
"Kau pesan makanan apa saja yang kau sukai disini,karena aku akan mentraktir mu.Hehe." ujar Leona sambil tersenyum nyengir.
"Ada apa ini?Apa bibi senang menang lotre?" tanya Yuna penasaran.
"Haha..Bukan hanya lotre tapi super jackpot.." jawab Leona sesaat tertawa.
"Maksudnya?" tanya Yuna semakin penasaran.
"Aku naik jabatan dibagian divisi keuangan dari kantor ku..Hihi." ungkap Leona sambil tersenyum lebar.
Karena selama ini Leona bekerja disebuah perusahaan.
"Benarkah??Wah..Selamat bibi Leona.Aku turut bahagia."ucap Yuna sambil bangkit dan mencium pipi kanan kiri Leona.
"Terima kasih sayang.." jawab Leona membalas kecupan pipi kanan dan kiri.
"Kalau begitu aku toilet dulu ya bi." ujar Yuna meninggalkan Leona untuk pergi ke toilet.
"Ah..Iya sayang.."
Yuna pun berjalan menuju toilet untuk buang air kecil.Setelah selesai ia pun mencuci tangan.Dan siapa sangka ia bertemu dengan Kate secara tidak sengaja saat ia masih cuci tangan.
"Hei..Bukankah kau Yuna,mantan pacar kakak ku?" sahut Kate menyapa Yuna sambil menepuk bahu Yuna.
Yuna pun langsung kaget dan menoleh ke arah Kate.
"Wah..Kebetulan sekali kita bisa bertemu disini." ujar Kate.
"Apa kabar?" sapa Yuna bersikap ramah pada Kate.Walau ia tahu Kate tidak menyukai dirinya.
"Maaf,aku tidak butuh sapa mu.Karena kebetulan kita bertemu disini.Aku ingin memberi sesuatu pada mu." ucap Kate dengan serius.
__ADS_1
Yuna hanya menatap penasaran tanpa bertanya.
"Kau tahu,sebentar lagi kakak ku akan menikah dengan pilihan ibu ku.Wanita yang terpandang dan berkelas.Jadi simpan saja keinginan mu untuk bisa bersama kakak ku."
"Aku tahu kalian saat ini jarang bertemu,karena supaya kau tahu.Bahwa kakak ku sekarang sedang serius menjalin hubungannya dengan tunangannya.Jadi sebelum hati mu hancur tanpa sisa,lebih baik kau sadar diri saja." ucap Kate panjang lebar kembali menepuk bahu Yuna dua kali dan meninggalkan Yuna begitu saja sambil tersenyum sinis.
Seketika membuat Yuna diam mematung.Hati nya kembali remuk saat mengetahui hubungan Shane dengan Jenna yang kini sudah menjadi tunangannya.Memang ia akui sudah sekian lama tidak bertemu dengan Shane.Karena ia memilih untuk fokus pada tugas skripsinya.Agar ia bisa cepat menyelesaikan pendidikannya dan bekerja di perusahaan Shane.Karena ia ingin membuktikan jika dirinya bukan lah gadis rendahan yang hanya ingin memanfaatkan jabatan dan kekayaan Shane.
Yuna pun kembali menghampiri Leona yang masih duduk menikmati makanannya.
"Kenapa kau lama sekali Yuna?" tanya Leona.
"Ah..Iya,karena di toilet tadi cukup antri bi." jawab Yuna berbohong dan enggan menceritakan sebenarnya.
Sesaat Leona memperhatikan wajah Yuna yang terlihat berubah dari sebelumnya.
"Kau kenapa??wajahmu kenapa murung?" tanya Leona merasa curiga dengan raut wajah Yuna.
"Ah tidak bi." jawab Yuna sambil tersenyum.
Namun,Leona justru semakin penasaran dan curiga.Tapi ia memilih untuk tidak bertanya lagi.
...****************...
Shane langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya sambil menarik nafas panjang.Meeting yang memakan waktu berjam-jam membuatnya begitu jenuh dan lelah.
"Rasanya aku merindukan gadis kecil ku.Tapi kenapa dia jarang memberi ku kabar??" ujarnya bicara sendiri.
Tanpa pikir panjang,Shane mencoba untuk menghubungi Yuna.
Namun,beberapa saat ia menghubungi Yuna ternyata tidak menjawab panggilan teleponnya,dan terakhir justru tidak aktif.
Membuat Shane merasa bingung dan heran.
"Ada apa dengan dia??kenapa dia mengabaikan panggilan ku?Apa dia sesibuk itu?" tanya Shane pada dirinya sendiri dengan protes.
*
*
Beberapa hari kemudian..
Yuna baru saja pulang dari kampus,langsung menuju ke rumah.Karena hari yang sudah malam,Yuna mempercepat langkah kakinya untuk menuju pulang.
__ADS_1
Saat hampir tiba di depan pintu pagar rumah,Tiba-tiba saja seseorang menarik tangannya dan membuatnya jatuh ke dalam sebuah dekapan seseorang.
Sontak membuat Yuna terkejut.
"Hai baby..Apa kabar?aku merindukan mu." sahut seseorang yang ternyata adalah Shane.Pria yang tidak bisa menahan rasa rindunya lagi.Hingga membuatnya memutuskan untuk menemui gadis yang sangat ia cintai.
Yuna pun seketika syok,saat melihat sosok pria yang sudah jarang ia temui.Kini tiba-tiba muncul dan mendekap tubuhnya dengan erat.
Shane pun seakan langsung meluapkan rasa rindunya dengan mendekap tubuh Yuna tanpa ingin melepasnya.
Wangi tubuh yang begitu khas,sangat melekat jelas ditubuh Yuna.Membuat Shane pun tak ingin melepaskan dekapannya.
Shane pun berniat ingin membawa Yuna ke apartemen nya.Karena ia ingin meluapkan seluruh rasa rindunya pada Yuna,yang bukan hanya sekedar memeluknya.
Namun,Yuna justru menolak dengan memundurkan tubuhnya dari Shane.Membuat Shane menatap bingung.
"Kenapa??Apa kau tidak rindu padaku?" tanya Shane.
"Bukan begitu,tapi aku tidak bisa pergi dengan mu." jawab Yuna dengan nada datar.
"Kenapa??"
"Aku masih ingin fokus menyelesaikan skripsi ku.Aku tidak mau gagal fokus karena menghabiskan waktu dengan mu." jawab Yuna menjelaskan.
"Hei..ini hanya sebentar,kenapa kau harus memberi alasan begitu?"
"Please..Tolong mengerti posisi ku." kata Yuna dengan nada ketus.
"Kau kenapa??Ini seperti bukan sifat mu?Nada bicara mu seperti tidak senang bertemu dengan ku??Apa kau marah padaku?" tanya Shane semakin bingung.
"Tidak juga.Kau pulang lah.Aku merasa sangat lelah hari ini." jawab Yuna yang justru mengabaikan Shane yang sengaja menyempatkan waktu untuk bertemu dengannya.
Yuna pun membalikkan tubuhnya dengan berniat meninggalkan Shane.
Tapi Shane dengan cepat menahan tangan Yuna.
"Hei..Kalau kau marah pada ku harusnya beri tahu aku.Jangan langsung bersikap seperti ini padaku.Apa kau tahu,aku sengaja menyempatkan diri untuk menemui karena aku merindukan mu.Kenapa kau justru bersikap cuek pada ku.?" kata Shane yang protes pada Yuna karena mulai kesal.
"Yuna..! ini sudah malam,cepat masuk." sahut Lauren yang memanggil Yuna dengan gaya bertolal pinggang.
Mereka pun menoleh secara bersamaan.
"Dan kau pria tengik.!Jangan menemui Yuna kalau kau ingin dia cepat menyelesaikan tugas skripsi nya.!" sentak Lauren menegur Shane yang nada tidak suka.
__ADS_1
Yuna pun menepis tangan Shane dan bergegas masuk ke dalam rumah.Tanpa memperdulikan Shane yang berdiri mematung sendirian diluar.