Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 48


__ADS_3

Mario seakan langsung tersihir saat merasakan bibir lembut Yuna ketika menciumnya.Sementara Yuna justru tidak begitu menikmatinya,karena ciuman Mario berbeda saat Shane sebelumnya pernah menciumnya.


Beberapa saat Mario pun melepaskan ciumannya dan memandang Yuna.


"Maaf,aku tidak bisa menahan diriku Yuna." ucap Mario yang terus memandang wajah Yuna.


Yuna hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.


"Iya,tidak apa-apa..Kalau begitu aku masuk dulu." jawab Yuna langsung masuk kedalam rumahnya.


Sementara Mario hanya bisa tersenyum bahagia setelah mencium bibir wanita yang kini sudah membuatnya tergila-gila.


...****************...


Jenna datang menemui Willia ibunya Shane.Ia langsung memasang wajah sedih dan seolah ingin mengadu atas penolak kan yang dilakukan Shane padanya.


Saat menemuinya,Jenna langsung memeluk Willia sambil sedikit menangis.Kate yang kebetulan sedang bersama Willia hanya memandang bingung,begitu juga dengan Willia.


"Kau kenapa sayang?" tanya Willia penasaran dan khawatir melihat calon menantu kesayangannya yang tiba-tiba datang menangis.


"Shane tante..Dia benar-benar menolak ku untuk menikah dengan ku..Hiks." rengek Jenna pada Willia.


"Apa?jadi dia masih mengatakan hal itu pada mu?"tanya Willia.


"Hiks..Iya tante,dia bahkan tidak peduli dengan bisnisnya." jawab Jenna menjelaskan dengan masih merengek.


"Jenna hal itu kau tidak perlu khawatir.Karena biar bagaimana pun kau pasti akan tetap menikah dengannya.Mengerti??"ujar Willia menjelaskannya dengan memberi harapan pada Jenna.


"Tapi Shane sepertinya sangat benci pada ku tante.Dia bilang tidak ingin menikah dengan siapa pun,bahkan sama ku juga."ucap Jenna.


"Itu hanya ucapan dari mulutnya saja tidak dari hati nya.Jadi tante minta kau harus bersabar menghadapi sikap Shane.Dia memang selalu begitu,tapi hatinya sangat lembut dan gampang luluh..Oke." ucap Willia.


Jenna pun mengangguk mengerti.


*


*


Malamnya,Shane menghabiskan waktunya untuk minum-minum di bar.Ia terlihat begitu frustasi mengingat sikap Yuna yang lebih memilih Mario.Ia seakan telah terkhianati dan dipermainkan oleh semua perkataan Yuna.

__ADS_1


Dave yang setia menemani Shane hanya bisa memandang bingung dan aneh.Karena menurutnya tak biasa melihat Shane meneguk minuman yang berkandungan alkohol itu beberapa gelas.


"Kau ini kenapa??Apa kau baik-baik saja?" tanya Dave penasaran.


"Aku baik-baik saja.Hari ini aku ingin menghabiskan waktu ku untuk minum-minum bro..Hehe." jawab Shane sudah setengah mabuk.


"Tapi kau tidak biasanya minum sebanyak ini bos??Apa kau punya masalah??" tanya Dave lagi.


"Yah,aku memiliki masalah..Masalah yang selalu berhubungan dengan perempuan..Dan ini sangat membuatku muak..!" jawab Shane dengan nada kesal dan kembali minum.


"Iya,tapi kau tidak harus melampiaskannya dengan minum-minum bos.Sudah hentikan,kau sudah mabuk berat.!" kata Dave melarang Shane untuk berhenti minum dan mencoba mengambil gelas dari tangan Shane.


Namun,Shane langsung menepis tangan Dave dan meneguknya langsung.


"Kau jangan coba melarang ku.! Terserah aku mau minum berapa banyak.Hanya dengan cara ini aku bisa melampiaskannya untuk menenangkan perasaan ku.Paham.!!"sentak Shane yang langsung memarahi Dave.


Dave pun seketika mendengus sambil menggelengkan kepalanya.


"Menyesal sekali aku menemani dia kesini.Malah aku yang kena semprot.Sialan.!" gerutu Dave yang ikut kesal.


Shane yang sudah mabuk tak mendengar apa pun yang diocehin Dave.


Dave yang masih sabar menemaninya akhirnya menghela nafas.


"Akhirnya kau tumbang juga pria pemabuk.!Dan sekarang ini akan jadi kerjaan ku untuk mengantar mu pulang.Tapi tunggu dulu.-"


Saat Dave teringat akan sang ibu yang akan pulang malam ini.Ia yang tadinya berniat akan mengantarkan Shane pulang ke apartemennya,langsung mengurungkan niatnya.Dan mencoba untuk menghubungi seseorang yang ada di kontak ponsel Shane.


"Pria ceroboh,bisa-bisanya ponsel ku tidak menggunakan password kunci..Ck."celoteh Dave sambil mencari nama kontak yang bisa dihubungi nya.


Dan ia pun memilih nama kontak yang sering dihubungi Shane belum lama ini.


Setengah jam Dave menunggu seseorang untuk menjemput Shane,akhirnya seseorang itu pun datang.


Seseorang tersebut tidak lain adalah Jenna tunangan Shane.Dave berpikir Jenna bisa mengantarkan Shane pulang ke apartemennya.


Jenna pun langsung mengantarkan Shane ke apartemennya,setelah Dave memberikan alamatnya.


Setiba di apartemen,Jenna memapah Shane yang sudah tidak sadarkan diri karena efek mabuk beratnya.

__ADS_1


Ia pun membaringkan tubuh Shane di atas ranjang besarnya.Sesaat Jenna memperhatikan wajah tampan Shane yang sedang tertidur.Wajah yang begitu tampan dan berkharisma,membuat Jenna jelas mengaguminya.Tapi sayangnya ia harus menerima penolak kan dari Shane yang tidak ia suka.


Jenna mencoba berbaring disebelah Shane yang sudah tertidur.Ia mencoba memainkan wajah Shane dengan jari lentiknya.


"Kau sangat tampan Shane.Tapi kenapa kau harus menolak ku??Aku sangat mencintai mu.Aku bahkan menolak dia demi bisa dijodohkan oleh mu." ucap Jenna bicara sendiri.


"Apakah aku harus melakukan cara curang agar kau bisa menerima ku?" tanya Jenna pada Shane yang kenyataannya tidak akan mendengar semua celotehnya.


Namun,sesaat Jenna berpikir dan memiliki ide saat memandangi Shane.


Jenna pun langsung tersenyum menyeringai,seolah memiliki ide yang jahat.


*


*


Keesokan harinya..


Shane perlahan membuka mata,saat sebuah cahaya matahari mulai menerangi seluruh ruangan kamarnya melalui gorden putih dari jendelanya.


Shane pun mencoba untuk membangunkan tubuhnya dengan kondisi tubuhnya sedikit lelah dan kepala yang sangat pusing.Karena pengaruh alkohol ,ia tak mengira dapat membuat kondisi tubuhnya tidak nyaman.


Dan beberapa saat ia menyadari,ada seseorang yang berada disampingnya.Shane pun langsung menoleh kearah seseorang yang masih tengah tertidur pulas.


Sontak membuat Shane kaget dan langsung beranjak bangkit sambil menutupi dirinya dengan selimut.Karena menyadari jika dirinya sudah dalam keadaan tidak memakai sehelai benang pun.


"Jenna.!Apa yang kau lakukan disini?Kenapa kondisi kita seperti ini?" tegur Shane dengan nada tinggi dan syok melihat kondisinya sekarang.


Jenna pun seketika terbangun dan menutupi dirinya dengan selimut satu lagi nya.


"Kenapa??Kenapa kau bertanya balik Shane??Justru kau sendiri yang sudah membuat kita seperti ini??" tanya balik Jenna dan menjelaskannya pada Shane dengan wajah yang ditutupi oleh kedua tangannya.


"Apa??Kau pasti gila.! mana mungkin aku melakukan hal menjijikan ini padamu Jenna.!" kata Shane yang tidak percaya dengan jawaban Jenna.


"Tapi kenyataannya memang begitu Shane.Apa kau lupa kalau semalam kau sudah mabuk dan aku mengantar mu pulang.Tapi kau justru memaksa ku untuk melayani mu.!" jawab Jenna kembali menjelaskannya pada Shane.


"Tapi semalam aku bersama Dave,bagaimana bisa aku bisa bersama mu.?" tanya Shane lagi beberapa saat mengingat dengan siapa dirinya semalam.


"Yah,tapi teman mu menghubungi ku dan meminta ku untuk mengantar mu kesini.Kau yang memaksa ku untuk melayani mu tapi kau seolah menuduh ku yang sengaja melakukannya.Kau kejam sekali Shane..Hiks." jawab Jenna mulai menangis.

__ADS_1


Shane pun langsung syok dengan semua penjelasan Jenna.Ia benar-benar tidak ingat jika semalam ia bersama Jenna.Dan juga tidak ingat jika dirinya memaksa Jenna untuk melayaninya di ranjang.


__ADS_2