
Leona dan Yuna begitu terkejut saat melihat kedatangan Liana yang pagi-pagi sudah muncul dan membuat Lauren murka.
Namun,Liana justru bersikap tenang tanpa merasa bersalah dan takut.
"Maaf bu,kedatangan ku kesini bukan untuk pulang ke rumah ini.Tapi aku ingin membawa Yuna pergi dari sini." jawab Liana dengan tegas.
"Apa kau sudah gila??Kau pikir kau bisa semudah itu membawa Yuna.Setelah apa yang sudah kau lakukan padanya??!" ucap Lauren mengungkit dengan nada kesal.
"Hal itu tidak perlu dibahas,karena itu cuma masa lalu dan setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan." jawab Liana masih bersikap tidak bersalah.
"Jangan harap kau bisa membawa Yuna.! Dia pun pasti menolak mu,wanita yang sudah tega membuang darah dagingnya sendiri.!" sindir Lauren yang terus mengungkit masa lalu Liana.
"Sudah ku bilang,hal itu tidak perlu dibahas.Biar bagaimana pun aku tetap ibu kandungnya dan aku berhak membawa anak ku pergi." jawab Liana yang memaksa dan tidak peduli dengan semua ucapan Lauren ibunya.
"Maaf,kau salah." sahut Yuna langsung menyela perdebatan Lauren dan Liana.
Membuat mereka langsung menoleh ke arah Yuna.
"Aku sampai kapan pun tidak akan pernah mau ikut bersama mu.Keluarga ku hanya nenek dan bibi Leona.Kau bukan siapa-siapa ku." jawab Yuna dengan tegas dan menentang ucapan Liana.
"Yuna,kau harus tahu kau tidak akan seperti ini jika aku tidak melahirkan mu.Kau seharusnya sadar bahwa aku yang membuat mu bisa hidup.!Aku bisa saja melenyapkan mu disaat aku belum siap untuk menghadirkan mu ke dunia ini.Jadi kau tidak bisa mengelak dan menolak ku sebagai ibu kandung ku." ujar Liana yang kini mengungkit yang dianggapnya dia pernah berkorban untuk Yuna.
"Ibu kandung macam apa yang sudah tega membuang putri kandungnya sendiri.Hanya karena dianggap sebagai aib.Dan itu hanya alasan klasik jika kau mengatakan belum siap untuk merawat ku sebagai anak mu." jawab Yuna menyindir Liana dengan tajam.
Membuat Liana sesaat terdiam.
"Sebaiknya anda lupakan saja aku yang pernah kau lahir kan sebagai anakmu,yang hanya aib untuk mu.Karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan mu.!".
__ADS_1
"Kau ingin aku kembali padamu hanya untuk kau manfaatkan,dan aku tidak akan sudi menerima mu.!" tukas Yuna dengan tegas dan langsung pergi menuju kantor.
Sementara Liana masih terdiam mematung sambil menahan emosinya.Melihat sikap Yuna yang ternyata begitu keras kepala.
"Kau sudah dengarkan?Bukan cuma aku yang akan menghalangi mu,tapi Yuna anak mu sendiri juga tidak mau ikut bersama mu.Silakan sekarang kau pergi dari sini,dan jangan pernah kau menginjakkan kaki mu di rumah ini.Kau bukan anak ku lagi,karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan mu.!" sentak Lauren yang langsung emosi dan memaksa mengusir Liana dari rumahnya.
Bukanya pergi,Liana justru tertunduk dan bersimpuh di kaki Lauren sang ibu.
"Hiks..Huaa..Ibu,maafkan aku..Hiks.." isak Liana yang tiba-tiba menangis di kaki Lauren.
Membuat Lauren langsung kaget dan terheran dengan tindakan Liana.
Leona pun hanya bisa memandanginya tanpa bicara apa pun.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Lauren mencoba menarik kakinya dengan menjauh Liana.
Sesaat Lauren terdiam.
"Hiks..Aku tahu,kesalahan ku tidak akan pernah bisa dimaafkan.Tapi tolong biarkan Yuna ikut bersama ku bu.Hiks..Hari-hari ku selalu dihantui rasa bersalah..Huaa." isak Liana meluapkan rasa penyesalan nya.
"Hanya dengan cara ini aku ingin menebus seluruh dosa ku pada Yuna bu..Hiks..Ku mohon,apa pun aku akan rela lakukan asal kau mengijinkan Yuna bersama ku..Hiks." lirih Liana masih terus bersimpuh di kaki Lauren sang ibu.
Sesaat Lauren melirik ke arah Leona,seolah Lauren menatap Leona ,apa yang harus dia lakukan.
Leona yang paham dengan tatapan sang ibu,langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak..Walau pun aku mengijinkan tapi belum tentu Yuna akan mau ikut bersama mu.Kini dia sudah dewasa,dia tahu bagaimana dia akan menentukan jalan hidupnya.Dan kau tidak bisa semudah itu menarik dia untuk masuk dalam kehidupan mu." jawab Lauren menegaskan.
__ADS_1
Seketika Leona menghapus air matanya dan langsung beranjak berdiri.Kini ia menatap tajam ke arah ibunya,tatapan yang dengan cepat berubah yang tadinya ia terlihat bersedih dan menyesal.Tapi kini ia justru terlihat tidak terima dan ingin menantang sang ibu.
"Baik,aku akan lakukan apa pun untuk membuat Yuna kembali padaku.Dan ku minta kalian tidak ikut campur dalam urusan kami.Jangan coba menghalangi Yuna untuk bisa ikut bersama ku.Karena segala cara aku pasti akan lakukan.Termasuk menyingkirkan kalian.!" ucap Liana memberi peringatan pada Lauren dan Leona.
Leona pun langsung menghampiri Liana dan.
Plak..
Sebuah tamparan mendarat keras ke arah pipi Liana.
"Jangan kira dengan ancaman mu itu kami akan takut.Setelah bertahun-tahun kau menghilang dan muncul kembali tanpa rasa bersalah.Apakah itu mencerminkan diri mu sebagai manusia?keluar.!!" sahut Leona yang kini ikut menjawab dan melawan Liana.Yang dianggapnya sudah berlebihan dan keterlaluan.Bahkan tangisannya pun tadi,Leona sempat menebak jika itu cuma taktik Liana.
Karena ia tahu betul bagaimana sifat Liana yang ternyata masih saja belum berubah.Selalu menggunakan cara licik untuk mempengaruhi pikiran lawannya.Termasuk saat Lauren menentang hubungan Liana dengan pria yang sudah menghamilinya.Bahwa pria itu pria yang baik dan bertanggung jawab.
Namun ternyata,pria yang selama ini ia lindungi dan dicintainya ternyata meninggalkan dirinya begitu saja.Disaat dirinya sudah mengandung Yuna.Dan dengan terpaksa Liana harus menanggungnya sendiri.
Liana pun langsung meninggalkan kediaman sang ibu dengan perasaan yang begitu kesal dan marah.Tapi ia tidak mau melawan Leona karena ia masih memandang Leona sebagai kakaknya.
Walau sempat memberi peringatan,tapi itu ternyata hanya lah sebuah gertakan yang tujuannya ingin menakuti sang ibu dan Leona.
Akhirnya Liana pulang dengan perasaan tidak terima dan rencana nya membujuk Yuna ikut bersama nya pun gagal.
"Brengsek.!Brengsek.!!Sial..!" umpatnya sambil memukul kemudi mobilnya.
"Aku harus cari cara lain agar bisa membujuk anak itu.!" ujarnya bicara sendiri sembari mengemudikan laju mobilnya.
Sementara Leona mencoba menenangkan Lauren ibunya.Agar tidak membuat Lauren merasa tertekan dan stres akibat kemunculan Liana dan ingin melawannya.Demi bisa mengambil kembali Yuna dari sisinya.
__ADS_1