Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 24


__ADS_3

Keesokan harinya..


Saat Lauren dan Yuna tengah sarapan pagi,terdengar suara pintu terbuka dari ruang depan.Terlihat Leona yang baru saja pulang,setelah menghabiskan waktunya semalaman di bar.


Lauren dan Yuna yang melihat,hanya bisa menatap bingung dan heran.Terlebih melihat raut wajah Leon yang tampak kusut dan tercium bau alkohol yang begitu menyengat


"Leona,kenapa semalaman kau tidak pulang?" tanya Lauren yang langsung mengkhawatirkannya.


Leona hanya melirik tanpa menjawab.Dan ia pun memilih ke kamarnya.


Sementara Lauren dan Yuna hanya saling pandang.


"Ada apa dengan bibi nek?" tanya Yuna yang penasaran.


"Entah lah..Nanti saja kita tanyakan." jawab Lauren sambil mengangkat kedua bahunya.


Sesaat Yuna pun teringat akan perkataan Shane.Jika ia sudah memutuskan hubungannya dengan Leona sang bibi.Itu sebab nya Shane tiba-tiba muncul dan mengutarakan kembali perasaannya.


Merasa penasaran,Yuna mencoba untuk menemui sang bibi di kamarnya.Ia pun langsung bangkit dari tempat duduknya.Membuat Lauren memandang heran.


"Sudah sarapannya?" tanya Lauren.


"Aku mau melihat keadaan bibi nek." jawab Yuna meninggalkan Lauren sendirian.

__ADS_1


Lauren pun hanya tersenyum,karena menganggap jika Yuna sedang mengkhawatirkan bibinya.


Yuna perlahan membuka pintu kamar Leona tanpa mengetuk nya lebih dulu.Terlihat Leona tengah duduk dilantai sambil menyandarkan kepalanya di atas kasur.


Yuna mencoba mendekati Leona yang ternyata sedang melamun dan tidak tidur.


"Bibi..Apa kau baik-baik saja?" tanya Yuna yang merasa khawatir.


Leona hanya melirik dan tetap tidak buka suara.


"Apa bibi mau sarapan dulu?" tanya Yuna dengan nada pelan.


Sesaat Leona menarik nafas panjangnya.


Yuna yang sudah lebih dulu mengetahuinya tak begitu terkejut.Namun,ia sedikit merasa prihatin dengan nasib sang bibi nya.


"A..Aku tidak tahu,kenapa perasaanku bisa sesakit ini..Padahal aku mengatakan padanya,bahwa aku tidak begitu mencintainya." sambung Leona.


Yuna mencoba mendekap Leona sang bibi agar perasaan Leona dapat tenang.Yuna pun dapat merasakan perasaan Leona yang begitu sedih dan kecewa.Karena hubungan yang sudah ia harapkan untuk menempuh jenjang pernikahan,harus pupus dalam waktu singkat.


Sesaat rasa bersalah itu kembali muncul dalam benak Yuna.Ia merasa kasihan dan tidak tega melihat Leona,karena ia menyadari jika Leona sedang menangis.


Maafkan aku bi.' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


...****************...


Saat tiba dikampus,Claire langsung menghampiri Yuna.


"Wah..Wah..Yang baru abis ngedate dengan kakak ku semalam." sahut Claire sengaja menggoda Yuna.


Yuna pun langsung mengernyitkan alisnya keatas.


"Siapa yang ngedate?Kami cuma nonton." jawab Yuna apa adanya.


"Itu sama saja,memangnya kau tidak tahu tujuan kakak ku sebenarnya?kenapa dia mengajak mu nonton?"tanya Claire.


"Tidak..Dia cuma ajak aku nonton saja." jawab Yuna.


Claire pun langsung mendengus,saat mendengar jawaban Yuna seperti terlalu santai dan tidak menyadari maksudnya.


"Kakak ku itu menyukai mu Yuna." ungkap Claire yang lebih dulu memberitahu perasaan Mario sama Yuna.


Merasa dirinya sebagai mak comblang dengan tujuan akan mendapatkan tas branded.Claire seakan tidak sabar ingin menyatukan Yuna dan Mario,agar ia mendapatkan tas tersebut.


Yuna pun langsung tersentak dengan ungkapan Claire.


"Kau bicara apa??Kami hanya berteman Claire." tanya Yuna yang merasa tidak memiliki hubungan apa pun dnehan Mario.

__ADS_1


__ADS_2