
Setibanya di rumah, Lauren terkejut melihat cucunya kembali lebih cepat. "Kau sakit, Yuna? Aku akan buatkan sup hangat untukmu, yah? Kau belum makan, 'kan?"
Yuna duduk di meja makan menemani Laurent yang sibuk memasak untuk makan siang mereka. "Nenek, boleh aku bertanya?"
"Tentu saja. Sejak kapan bertanya menjadi sebuah larangan? Hahaha! Tanyakan apa saja pada nenekmu ini, Sayang," jawab Lauren sambil bercanda.
"Tadi pagi, Shane menanyaiku tentang Liana. Nama itu tidak asing untukku tapi aku lupa siapa Liana itu. Apa kita punya keluarga bernama Liana?" tanya Yuna. Entah mengapa, dia takut saat menanyakan hal ini pada Laurent.
Tangan Lauren terhenti seketika. Wanita tua itu mematung sesaat. Perlahan dia memutar tubuhnya menghadap Yuna. "Liana? Shane yang memberitahumu tentang Liana?"
Yuna mengangguk.
"Lupakan Liana dan lupakan juga Shane!" tukas Lauren. Tangannya kembali sibuk mengaduk masakan, tetapi kali ini, tangan tuanya tampak bergetar dan Lauren mendadak diam.
Yuna hanya bisa memandang sang nenek dengan tatapan sendu.Ia tidak tahu apa yang membuat sang nenek menolak tegas untuk membahas bernama Liana.Sebab baginya seseorang bernama Liana jelas membuatnya akan terus memikirkan dan dibayangi dengan rasa penasarannya.
Malamnya..
Mario berniat menjenguk Yuna ke rumah.Sebab ia tidak tahu jika Yuna tiba-tiba sedang sakit.
"Apa kau sudah baikan?" tanya Mario terlebih dulu ingin tahu keadaan Yuna.
"Hem..Sedikit merasa lebih baik."jawab Yuna.
"Kenapa kau tidak beritahu aku jika sedang sakit?" tanya Mario saat mereka duduk berdua didepan teras.
"Tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan,jadi aku terpaksa ijin pulang." jawab Yuna memberitahu Mario.
"Lalu siapa yang mengantar mu pulang??Apakah dia lagi?"tanya Mario menebak.
Sejak kejadian sebelumnya,membuat Mario selalu merasa curiga pada Yuna.Karena menganggap Yuna masih belum sepenuhnya melepaskan perasaannya pada Shane.
"Yah,mau tidak mau.Karena ia terus memaksa." jawab Yuna dengan jujurnya.
"Oh." ujar Mario hanya menanggapinya dengan datar.
"Kau tenang saja,dia tidak melakukan apa pun padaku.Aku juga tidak akan memberikan celah sedikit padanya."ucap Yuna menghibur Mario,agar Mario tidak berpikir terlalu jauh tentangnya.
__ADS_1
"Iya,aku percaya padamu." ujar Mario langsung tersenyum.
"Tapi sebenarnya aku ingin sekali menjaga jarak dari nya,tapi aku sadar posisi ku yang bekerja di perusahaannya.Pasti sulit untuk menghindar dari nya.Apa kau bisa mengerti keadaan ku?" kata Yuna menjelaskan keinginannya.
"Tidak apa-apa,aku mengerti.Asal aku tetap di hati mu,kau pasti tidak akan nyaman jika terlalu lama di dekatnya."kata Mario sambil menyandarkan kepala Yuna di bahunya.
"Terima kasih kau mengerti keadaan ku." ujar Yuna yang ikut tersenyum.
Dari balik jendela,terlihat Lauren yang ternyata sejak tadi sudah memperhatikan Yuna dan Mario.Entah kenapa ia pun merasa tenang dan melihat dua sejoli yang begitu serasi dan harmonis baginya.Dibandingkan melihat Yuna dengan Shane,yang selalu membuat hatinya selalu mendidih.Karena ia masih sulit menerima Shane yang usianya sangat terpaut jauh dengan Yuna.Terlebih dengan status sosial yang berbeda,membuat Lauren tidak ingin Yuna sebagai cucu kesayangannya.Hanya akan dijadikan tumbal sebagai penyebab masalah untuk keluarga Shane.
Dan sesaat ia pun teringat akan kata Yuna yang tanpa diduga menyinggung nama Liana.Anak pertama dari kakak Leona,yang menghilang begitu saja setelah ia meninggalkan Yuna sang buah hati didepan pagar rumahnya.
Lauren pun masih tidak habis pikir kenapa harus meninggalkan Yuna begitu saja.Disaat Yuna masih membutuhkan sosok seorang ibu yang seharusnya menjadi pelindung hidupnya.Tapi dengan tega meninggalkan dan melupakannya tanpa pernah bertanya bagaimana kehidupan Yuna sampai saat ini.
...****************...
Shane mengajak Liana untuk bertemu.Entah kenapa ia masih terus dihantui rasa penasaran dengan hubungan Liana dan Yuna.Karena bayangan wajah Liana yang benar-benar sangat mirip dengan Yuna.
Shane menunggu Liana disebuah bar,tempat yang selalu ia datangi bersama Dave.Jika ia merasa lelah dengan pekerjaan.Ia selalu menghabiskan waktu dengan bersantai di bar tersebut.
Dan tak berapa lama,wanita yang ditunggu pun datang dengan menunjukkan senyuman yang ramah.Wanita cantik dengan menggunakan dress mini dan rambut yang terurai panjang kebawah.
"Hai Shane." sapa Liana.
"Hai.."sapa balik Shane.
"Ada apa kau mengajak bertemu?" tanya Liana sembari duduk di samping Shane.Yang meja mereka berhadapan dengan seorang bartender.
"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu.Maaf bukan aku ingin mencampuri urusan mu.Tapi entah kenapa aku merasa terus penasaran dengan hubungan mu dan Yuna." ujar Shane yang begitu santai nya ingin tahu tentang Liana dan Yuna.
Sesaat Liana pun tersenyum sambil melirik kearah Shane.
"Yuna?kenapa tiba-tiba kau menyinggung nama dia?" tanya Liana balik.
"Karena dia gadis yang ku cintai selama ini." jawab Shane mengungkapkannya apa adanya.
Sesaat membuat Liana pun tersentak.
__ADS_1
"Jadi bukan Leona,wanita yang kau cintai??"tanya Liana memastikan dulu.
"Bukan,tapi Yuna.Kenapa aku bertanya pada mu karena mungkin dia pasti ada kaitannya dengan mu.Dia sangat mirip dengan mu.Dia pasti keluarga mu juga kan?" ujar Shane menjelaskan.
Liana memilih diam karena merasa terkejut.Jika wanita yang dicintai Shane ternyata adalah Yuna.Bukan Leona yang ia pikir mungkin lebih pantas,melihat usianya yang sesuai.
"Kurasa kau tidak cocok dengan dia." ujar Liana.
"Hei..kenapa kau menjawab yang bukan dari pertanyaan ku?Aku tidak minta penilaian mu untuk wanita ku." kata Shane yang merasa aneh dengan tanggapan Liana.
"Yah,karena menurut ku kalian memang tidak cocok.Sepertinya aku tidak bisa melanjutkan obrolan ini."jawab Liana
"Hei..Jangan seperti itu,jangan anggap aku seperti orang lain." ujar Shane masih memaksa.
...****************...
Esok harinya..
Yuna memilih tidak masuk kerja,karena ingin beristirahat.
Leona yang baru tahu Yuna sedang sakit,berniat ingin menemuinya dikamar.Saat memasuki kamar,Leona langsung memasang wajah khawatir.Karena melihat kondisi Yuna yang masih terbaring di atas kasurnya sambil berselimut tebal.
"Yuna sayang,kudengar kau sedang sakit.Maaf semalam aku pulang terlambat jadi nenek mu baru mengatakannya padaku."ujar Leona sembari duduk di sisi Yuna.
Yuna pun mencoba membangunkan tubuhnya.
"Aku cuma masuk angin saja bi.Bibi belum berangkat?" jawab Yuna dan bertanya
"Belum,aku menunggu nenek mu yang sedang keluar sebentar."jawab Leona menjelaskan lagi.
"Oh begitu.Bibi bolehkah aku bertanya sedikit.?" tanya Yuna seakan langsung memanfaatkan situasi,saat ia tahu sang nenek sedang tidak berada dirumah.
"Tentang apa Yuna?" tanya Leona penasaran.
"Tapi bibi janji akan menjawab sejujurnya?" tanya Yuna memastikan lebih dulu.
"Iya Yuna,aku akan jawab dengan jujur jika aku bisa menjawab pertanyaan mu."kata Leona langsung mengangguk
__ADS_1