
Sesampainya di kantor..
Yuna langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya.
Mario yang melihat langsung menatap heran.
"Kau kenapa??Kenapa wajah mu begitu lesu?" tanya Mario yang penasaran.
Yuna pun sesaat menarik nafas panjangnya.
"Tidak apa-apa.Mungkin aku sedikit lemas." jawab Yuna yang enggan memberitahu apa yang terjadi padanya pagi ini.
"Jika lemas kenapa masih masuk kerja.Seharusnya kau masih beristirahat saja di rumah Yuna." ujar Mario menyarankan.
"Aku tidak apa-apa..Seharian di kasur juga tidak begitu nyaman..Oh ya,aku ada sesuatu untuk mu." ujar Yuna langsung mengalihkan pembicaraannya sembari memberikan bingkisan berisikan coklat yang sudah ia siapkan di rumah tadi.
Yuna langsung memberikan bingkisan tersebut pada Mario.
Mario yang menerima sesaat memperhatikan bingkisan tersebut.
"Ini apa?"tanya Mario penasaran.
"Dibuka saja,semoga kau suka.Karena ini tanda terima kasih ku karena kau sudah menjenguk ku kemarin." ucap Yuna menjelaskan.
"Haha..Kau tidak harus melakukan ini Yuna.Wajar kan jika seorang pria menjenguk pacarnya yang sedang sakit." jawab Mario sambil bergurau dan membuka bingkisan tersebut.
"Coklat?" seru Mario bertanya.
Yuna mengangguk sambil tersenyum.
"Ini bukan hari valentine tapi ini erlalu sweet..Thanks beb,I like this." ucap Mario yang merasa tersentuh haru saat Yuna memberikan sebuah coklat untuknya.
"Syukur lah kalau kau menyukainya." ujar Yuna merasa lega karena pemberiannya dapat diterima oleh Mario.
*
*
Siang harinya..
Setelah makan siang,Yuna berniat ingin menemui Shane ditempat yang tanpa staff tahu.Karena ia tidak mau jika staff yang melihat kebersamaan mereka,langsung berpikir jika Yuna memiliki hubungan spesial dengan Shane.
__ADS_1
Yuna pun lebih dulu mengirimkan pesan pada Shane.Setelah mendapatkan balasan bersedia untuk bertemu.Yuna bergegas menuju ke rooftop.Tempat dimana yang tidak akan ada satu pun orang berada di sana.
Tapi,Yuna tidak sadar jika ternyata ada yang melihat dirinya menuju ke tempat itu.
Saat tiba di rooftop,terlihat Shane sudah berdiri menunggu Yuna.
"Ada apa??Kenapa kau mengajak ku bertemu disini?? Kenapa tidak di ruangan ku saja?" tanya Shane bingung.
"Karena aku tidak mau membuat orang yang melihat langsung salah paham dan berpikir kita memiliki hubungan." jawab Yuna memberikan alasannya.
"Tapi aku justru tidak masalah.Aku tidak akan menutupi hubungan spesial kita." ujar Shane dengan santai nya.
"Tapi itu terlalu konyol..Ini,aku ada sesuatu untuk mu.Anggap saja ini sebagai tanda terima kasih ku karena kau sudah membantu kemarin." kata Yuna sembari memberikan bingkisan yang sama seperti Mario.
Sebelum menjawab,Shane lebih dulu membuka bingkisan tersebut.
"Coklat." seru Shane.
"Yah..Mungkin terlibat biasa dan tidak berharga.Tapi hanya itu yang bisa ku berikan pada mu sebagai tanda terima kasih ku."ujar Yuna menjelaskan lagi.
Tanpa menanggapi,Shane justru menarik tengkuk leher Yuna dan mencium bibir gadis itu dengan sangat dalam.Dan bahkan Shane melu*at bibir Yuna dengan lembut.
Hal itu pun langsung disaksikan oleh Mario yang ternyata sudah mengikuti Yuna sejak menuju ke tempat tersebut.Mario memperhatikan pemandangan itu lagi dari kejauhan sambil mengepalkan kedua tangannya.Ia pun menatap tajam dan menahan amarahnya.Karena lagi-lagi,ia melihat Yuna yang tanpa perlawanan membiarkan Shane merebut kembali ciuman yang seharusnya ia kapan saja rasakan.
Sementara Yuna yang menyadari akan tindakan Shane.Langsung mendorong tubuh Shane untuk menjauh darinya.
Ia pun langsung memandang kesal dengan ulah Shane.
"Kenapa kau selalu melakukan itu?Kan sudah ku bilang,berhenti melakukan yang berlebihan.Kau sudah keterlaluan.!!" sentak Yuna.
"Jangan bersikap seolah kau menolak ku Yuna.Aku bisa merasakan jika kau tidak menolak saat aku mencium mu." ucap Shane dengan percaya dirinya.
Yuna yang sudah merasa kesal langsung pergi meninggalkan Shane sendirian.
"Thanks coklat nya Yuna.!" teriak Shane sebelum Yuna menghilang dari pandangannya.
Yuna pun tidak memperdulikan teriakan Shane dan bergegas meninggalkannya.
Sorenya..
Saat Yuna sudah menunggu Mario untuk pulang bersama.Tapi Mario justru pulang duluan dan mengabaikan Yuna yang sudah cukup lama menunggunya.
__ADS_1
Yuna pun sempat menghubungi Mario,tapi justru tidak ada jawaban sama selalu dari Mario.Hal itu membuat Yuna sedikit bingung.
Beberapa hari kemudian..
Yuna sudah jarang bertemu dengan Mario.Bahkan berada dalam satu kantor pun Yuna sulit bertemu dengan Mario.Seakan Mario sedang menghindarinya.Yuna yang merasa tidak tahu dna bingung,berusaha untuk menemui Mario.Tapi lagi-lagi Mario terus menghindar dari nya.
Saat hari libur,Yuna kembali mencoba menghubungi Mario.Tapi lagi-lagi Yuna merasa kecewa karena Mario terus menolak panggilannya.
Hingga akhirnya Yuna mengirimkan pesan pada Mario untuk bertemu di sebuah taman kota.
Disana Yuna menunggu kedatangan Mario dengan sabar.1 hingga 2 jam Mario pun masih belum datang.Dan membuat Yuna menghela nafas.
"Ada apa dengannya??kenapa dia seperti sedang menghindari ku?" tanya Yuna bicara pada dirinya sendiri dengan wajah lesu.
Yuna pun akhirnya memilih untuk pulang.Tapi saat akan meninggalkan taman,orang yang ditunggu pun akhirnya datang.
Sesaat Yuna memasang wajah senang,tapi berbeda dengan Mario.Yang justru memasang wajah dingin.
"Kenapa kau baru datang?" tanya Yuna dengan nada pelan.
"Cepat katakan saja apa mau mu,karena aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu." jawab Mario dengan nada ketus.
Membuat Yuna pun mengernyitkan tatapannya karena merasa heran dengan sikap Mario yang tidak biasanya.
"Ada apa dengan mu?kenapa sikap mu seperti ini?" tanya Yuna heran dan penasaran.
"Tidak apa-apa." jawab Mario dengan datar.
"Lalu kenapa kau tidak mau bertemu dengan ku berapa hari ini??Apa kau sedang menghindari dari ku?" tanya Yuna lagi.
"Iya..Lebih tepatnya aku tidak mau lagi bertemu dengan mu."jawab Mario dengan tegas dan cuek.
Yuna pun langsung tersentak saat mendengar jawaban Mario.
"Kenapa??Memangnya aku salah apa??Kenapa kau selalu bersikap seperti ini jika ada sesuatu yang salah??" tanya Yuna yang bingung dan tidak mengerti maksud Mario.
"Kali ini aku benar-benar ingin putus dari mu." ungkap Mario.
"A..Apa??Putus??!" seru Yuna yang kaget.
"Yah..Kita jangan pernah bertemu lagi.! Aku sudah mengundurkan diri dari kantor itu.Jadi sekarang kau bisa bebas bersama dia.!" ucap Mario kembali mengungkapkan dengan tegas.
__ADS_1
Dan Mario pun langsung pergi,tanpa memberikan Yuna kesempatan untuk menanggapi pernyataannya.
Sedangkan Yuna hanya bisa berdiri mematung dengan perasaan yang syok.Saat menerima pernyataan,yang lagi-lagi Mario ingin hubungannya berakhir.