
Hari Minggu.
Lea berjalan santai keluar dari apartemen. Saat berada di depan, dia langsung menyetop taksi untuk pergi ke pusat perbelanjaan.
Semalam Lea memeriksa persediaan dapur di apartemen. Semua nya hampir habis, jadi gadis itu memutuskan untuk pergi berbelanja hari ini.
Seharusnya dia pergi bersama Edo. Tapi, karena melihat Edo yang begadang hingga larut malam. Lea jadi tidak tega membangunkannya.
Setibanya di pusat perbelanjaan, Lea langsung berjalan mendekati lorong sayur segar. Kemudian di lanjutkan ke lorong daging.
"Mau beli apa lagi yah?"
Lea berjalan santai mendorong keranjang belanjaan nya sambil melihat lihat bahan makanan apa lagi yang akan dia beli.
Saat asik memperhatikan buah buah segar, tiba-tiba seseorang dengan sengaja menabrak keranjang dorong nya.
"Aw.."
Lea meringis kesakitan, kakinya terinjak roda keranjang dorong nya sendiri, saat orang itu menabrak keranjang nya.
"Sorry gak sengaja" ucap orang itu acuh, kemudian pergi begitu saja.
"Dasar tidak punya sopan santun!" gerutu Lea sambil berjongkok mengusap jari jari kaki nya yang kena roda tadi.
Bug!
Apa lagi ini? Lea menahan Geraman saat merasakan sesuatu menimpa kepalanya.
Dengan kesal Lea berdiri dan berbalik badan. Seorang wanita yang sedang memegang buah buahan dengan garang menatap kearah Lea.
"Apa?" tanya wanita itu nyolot.
Lea menarik nafas, matanya melirik buah apel yang tergeletak di lantai. Seperti nya wanita itu sengaja melempar buah apel itu padanya.
"Maaf mbak, saya tidak tahu salah saya apa. Tapi melempar orang dengan buah itu tidak benar."
"Cih. "
Lea mengerut dahi, wanita itu tidak menjawab tapi malah mendekatinya. Lihat dari penampilan nya, wanita ini sangat lucu dan lembut. Tapi, sikap nya yang kurang ajar membuat Lea menghapus nilai plus itu.
"He bocah,kau mengajari aku? memangnya jika aku melempar mu ada yang marah?"
"Tentu saja mbak, itu sudah mengganggu dan menyakiti saya. tentu saja saya marah!" balas Lea. Dia benar benar kesal dengan wanita ini.
Setelah di ingat ingat, wanita ini tadi yang menabraknya.
"Seperti nya, dia sengaja mencari masalah dengan ku" pikir Lea.
"Oke,kita lihat saja"
__ADS_1
"Saya tidak tahu masalah anda apa, tapi saya tidak kenal dengan mba. Tolong berhentilah"
"Cih. Berani sekali pembantu seperti mu mengajari aku!"
"Terserah apa yang mba katakan. perlakuan mba itu tidak baik!"
"Lalu kamu mau apa?" tantang Diva.
Yah, wanita itu adalah diva. Dia sengaja mengikuti Lea ketika melihat wanita itu keluar dari apartemen Edo.
Diva tidak menyangka, wanita yang di perkenalkan sebagai art oleh boss nya itu. Malah menjadi wanita yang menggantikan nya.
"Tolong berhenti, sebelum saya lapor polisi. And sudah mengganggu kenyamanan saya!"
"Coba saja,siapa yang akan percaya?" balas Diva bangga.
"Di setiap sudut tempat ini ada camera cctv. Saya juga akan menjadi saksi!"
Deg.
Kedua wanita itu menoleh ke arah samping. Menatap seorang pria dengan gagah berdiri tak jauh diantara keduanya.
"Jangan ikut campur kamu!"serga Diva marah.
"Saya tidak akan ikut campur jika ini bukan tempat kerja saya. Lagi pula, anda memang salah mba. Perilaku tercela anda membuat wajah cantik anda terlihat jelek!"
"Kau... Huh!"
Fyu..
"Terimakasih " ucap Lea pada pria yang ternyata adalah karyawan tempat nya berbelanja.
"Tidak perlu berterimakasih, ini adalah tugas saya. bukan sebagai seorang karyawan, melainkan sebagai seorang manusia."
Lea tersenyum, dia tidak menyangka masih ada pria seperti laki laki ini.
"Aku Raihan, karyawan di sini. Kamu bisa meminta bantuan ku jika berbelanja di sini"
"Terimakasih, aku Lea. "
Mereka saling berjabat tangan, berkenalan dan mungkin akan bertemu baik.
Selama berbelanja, Raihan membantu Lea untuk mencari barang barang yang dia butuhkan. Karena dia masih baru di tempat ini. Lea sedikit lingkung mencari posisi lorong bahan makanan yang ingin dia beli.
"Terimakasih yah, sudah membantu saya berbelanja"
"Tidak masalah, itu sudah menjadi tugas saya" balas Rayhan tersenyum.
Lea pun kembali pulang, jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Biasanya Edo akan segera bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa, Lea mulai memasak nasi goreng untuk sarapan Edo.
Benar saja kan, baru 10 menit Lea tiba di rumah. Edo pun terbangun dari tidurnya. Tanpa mencuci muka, Edo langsung keluar dari kamar nya ketika aroma masakan Lea masuk ke Indra penciuman nya.
"Wangi sekali..." gumamnya sambil menghirup udara sebanyak banyaknya.
"Eh kak Edo sudah bangun?"
"Kamu masak apa? aku sangat lapar"
Edo mendekati Lea, melihat apa yang sedang gadis itu lakukan.
"Aku sedang memasak nasi goreng kak. Apa sudah sangat lapar? "
"Tentu saja,perut ku langsung berbunyi ketika mencium wanginya masakan mu" balas Edo lebay.
Edo berjalan menuju ke kulkas, dia berniat ingin mengambil air dingin.
"Eh, kamu tadi berbelanja?"tanya Edo heran,dia melihat ada banyak bungkusan belanjaan yang belum sempat Lea masukkan ke dalam kulkas.
"Iya kak, baru juga pulang. Belum sempat memasukkannya ke dalam kulkas" jelas Lea.
"Kenapa tidak membangunkan aku? bukan kah kita sudah sepakat semalam?"
"Iya aku tahu kak. Tapi, aku tidak tega membangunkan kamu. Aku tahu kamu bergadang semalam, jadi aku memutuskan untuk pergi sendiri saja. Lagi pula, tidak jauh kan?"
"Huh.. Lain kali bersama ku saja. Selain kamu memenuhi kewajiban mu sebagai seorang istri memasak. Aku juga ingin memenuhi kewajiban ku sebagai suami menemani mu berbelanja "
Lea tersenyum lucu mendengar ucapan Edo yang membahas soal hubungan suami istri.
Wanita itu menyajikan nasi goreng ke atas meja. Kemudian menyuruh Edo untuk segera mandi dan setelah itu mereka sarapan bersama.
"Sudah, jangan bahas itu lagi. Sekarang kakak mandi lah. Sebelum makanan ini semakin dingin!"
"Aku mandi sangat lama, makanan itu juga akan dingin"
"Setidaknya, akan aku hangatkan dengan hati ku" balas Lea dengan senyum manis.
Semakin hari, mereka semakin membahas soal hubungan suami istri. Pembicaraan mereka semakin mengarah pada hak. Entah itu mereka sadari, atau tanpa sengaja.
Mungkinkah hati mereka sudah mulai ingin terbuka?
"Cepatlah kak, aku sudah lapar."
"Baik lah baik lah!!"
Edo pun berlari menuju ke kamar nya. Dia harus segera mandi, lalu sarapan bersama dengan istri nya.
Sedangkan di dapur, Lea malah tersenyum melihat tingkah suami nya.
__ADS_1
Ups, apakah dia harus menyebut Edo itu suaminya? sementara mereka menganggap hubungan ini hanya hubungan pertemanan saja.
"Perlahan Lea, kamu pasti akan mendapatkan hatinya" gumam Lea menyemangati diri sendiri.