Gadis Cupu CEO Tampan

Gadis Cupu CEO Tampan
Bab 70


__ADS_3

"Lea"


Merasa nama nya di panggil, Lea pun berbalik. Eva berjalan kearahnya.


Suasana terasa canggung, Lea tersenyum tipis membalas tatapan mantan mertuanya itu.


"Lea, apa boleh mami bicara sebentar?"


Lea mengangguk tipis, berjalan ke arah sofa tempat biasa dia bersantai di balkon.


Sore itu suasana nya sangat redup, angin bertiup sedikit kencang. Seperti nya akan turun hujan. Apalagi awan hitam sudah mulai menggumpal banyak.


Eva duduk di samping Lea, meraih tangan Lea dan membawanya ke pangkuannya.


"Maafkan mami Lea, selama ini mami sudah berpikir buruk tentang kamu. Seharusnya, mami tidak melakukan itu!"


"Maaf Lea, mami sudah meragukan karakter kamu"


Lea menggeleng kuat, tak kuasa melihat wanita yang dulu teramat ia sayangi.


"Mami!" sentak Lea terkejut, dia segera menarik Eva yang ingin berlutut di hadapan nya.


"Mami apa apaan sih, jangan lakukan itu. Lea tida mau berdosa sama mami. lea mohon"


"tidak nak, mami harus melakukan nya. Mami ingin meminta maaf sama kamu, mami sudah banyak salah, mami gak mau kamu pergi lagi. " Ucap Eva kembali ingin berlutut, namun di tahan oleh Lea.


"Mami gak salah kok, Lea yang salah. Lea yang sudah buat mami berpikir seperti itu. Jika Lea tidak membuat video palsu itu, mami tidak akan seperti ini kan?"


"Tetap saja nak, mami seharusnya menyelidiki nya dulu, bukan langsung percaya dengan apa yang mami tahu kamu tidak akan melakukan nya!"


"Ssstt... Sudah mi, itu hanya masa lalu. Sekarang kita sudah berada di masa depan, masa yang damai dan tentram"


Eva kembali menangis, ucapan Lea sangat menyentuh hatinya. Ketulusan wanita yang pernah dia ragukan.


"Maafin mami..."


Lea memeluk Eva, mengusap punggung mantan mertuanya itu dengan lembut.


"Sudah, mami jangan menangis lagi. Semua masalah telah selesai, jangan menyalahkan diri mami lagi yah"


Eva mengangguk, dia berusaha mengendalikan dirinya agar berhenti menangis.


"Terimakasih"

__ADS_1


"Sama sama mami" balas ke tersenyum tulus.


"Lalu..." Eva menarik nafas sebelum melanjutkan kalimatnya. Dia takut Lea akan menolak jika dia melanjutkan perkataannya.


"Lalu apa mi?"


"Apa kamu mau kembali bersama Edo? berkumpul bersama lagi?"


Deg.


Raut wajah Lea langsung berubah. Kemarin Ken juga mengatakan hal yang sama.


Kejadian kemarin masih berada di luar nalar Lea. Edo memaksa nya melakukan hubungan suami istri di kantor dan di apartemen. Kemudian Ken yang mengetahui segalanya tidak marah.


Sungguh luar biasa, Ken terlalu bijak bisa menerima Edo sebagai ayah kandung nya.


Bahkan Ken meminta agar mereka kembali bersama dan menjadi orang tua yang baik bagi dirinya.


Lea termenung, dia masih ragu dengan hatinya. Dia memang sangat bahagia melihat Ken bahagia setelah mengetahui siapa ayahnya.


Lalu, bagaimana dengan hati Lea? dia masih belum bisa menentukan hatinya mau atau tidak kembali dengan Edo.


"Lea!"


Panggilan Eva mengagetkan Lea dari lamunannya.


"Hm.. Mami, maaf. Tapi, Lea masi-"


"Masi apa Lea?"


Kedua wanita itu terkejut, mereka secara serempak menoleh ke samping melihat Edo dan Ken datang.


"Kalian?" kaget Lea.


"Lea, kita itu masih suami istri secara sah oleh pemerintah. Aku tidak pernah menandatangani surat perceraian itu. Bahkan, aku sudah membatalkan gugatan cerai di pengadilan."


Lea terkejut, mereka sudah terpisah lama. 12, tahun bukanlah waktu yang singkat. Tidak mungkin mereka masih sah.


"Tidak bisa, kita sudah berpisah lama Edo!"


"Benar, mungkin kita sudah berpisah lama. Kita cukup melakukan rujuk dan menikah ulang di KUA, tanpa harus ribet ribet mengurus surat di pengadilan, karena memang kita masih sah sebagai suami istri!" terak Edo.


Lea terdiam, dia belum menjawab apa dia mau kembali atau tidak. Tapi,Edo sudah mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Ayolah mami, kembali lagi dengan papi!" desak Ken menyemangati maminya.


"Ken, kami belum mengerti apa yang mami rasakan!" lirih Lea.


"Lea, kamu sudah melakukan hubungan suami istri dengan Edo. Kalian harus menikah!" sahut Mina, dia baru datang bersama Andey.


"Apa?"


"Sudah lah nak, paman tahu kamu masih mencintai Edo. Ken juga sudah menerima papi nya. "


Lea diam, menundukkan kepala. Dia Bingung dengan apa yang ia rasakan. Hingga tangan kekar Edo menyentuh pundaknya, lalu merengkuh tubuh lemah Lea masuk ke dalam pelukan nya.


"Kita akan memulai dari awal. Aku berjanji tidak akan menyakitimu, menyia-nyiakan mu dan anak kita. Aku akan menjadi seorang ayah yang baik"


"Mungkin dulu kita memulai dengan paksaan, tapi kali ini kita akan memulai dengan baik, dengan cinta"


Lea tersentuh, tangan nya langsung membalas pelukan Edo.


"Aku tidak tahu harus berkata apa, tapi kali ini aku ingin mengikuti hati ku. Mengikuti keinginan putra ku dan kedua orang tua ku"


"Jadi mami mau?"


",Demi kamu sayang"


"Yeayy!!!!"


Ken berhamburan memeluk Lea dan Edo, bersorak bahagia akan mendapat keluarga yang lengkap.


Begitulah kisah mereka, Lea akhirnya menikah lagi dengan Cinta pertama dan suami pertama nya.


Mereka memulai kehidupan yang baru. Edo membawa Lea dan Ken kembali ke rumah yang sudah di bangun olehnya selama 12 tahun ini.


Ken merasa sangat bahagia, memiliki keluarga yang lengkap adalah keinginan terbesarnya.


Kini, dia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Thanks God, engkau sudah menjawab doa ku" batin Ken.


Setelah sebulan menikah, Lea kembali hamil. Anak yang dia kandung seorang anak perempuan.


Bahagia bukan main, Lea dan Edo merasa semakin lengkap. Apalagi Ken, dia berjanji akan menyayangi dan melindungi adiknya kelak.


...----------------...

__ADS_1


...The End...


...----------------...


__ADS_2