Gadis Cupu CEO Tampan

Gadis Cupu CEO Tampan
Bab 21


__ADS_3

Cuaca yang sangat cerah, secerah hati Lea yang sedang berbunga bunga.


Kedekatan dirinya dengan Edo semakin hari semakin membaik. Mereka mulai terlihat seperti sepasang suami istri.


Edo mulai memperhatikan Lea, sering mengajak Lea pergi berkencan.


Kencan??


Oh ya tuhan, Lea tersenyum malu ketika ia membayangkan seperti apa senyum manis Edo saat dirinya mengatakan kata kencan.


Bukan, bukan seperti itu. Edo hanya mengajak Lea makan malam di luar.


Sore tadi, Lea mendapat pesan dari suaminya. Edo melarang Lea masak makan malam, karena mereka akan pergi keluar.


Senang bukan main, sampai bibir Lea tak sanggup menyembunyikan rasa bahagianya.


"Aku pakai baju apa yah?"


"Umh... Aku mau pakai yang mana??"


Lea mulai kebingungan, dia sudah mengeluarkan semua dres milik nya.


Mencoba satu persatu untuk mencari baju yang mana yang cocok untuk di pakai nanti.


"Ahh aku pusing!!" erang nya putus asa.


Lea menatap satu persatu pakaian itu, lalu mencoba membayangkan pakaian mana yang lebih serasi dengan Edo nanti.


Saat Lea mengambil sebuah dres selutut berwarna krem, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mengomentarinya.


"Itu sangat cocok dan pas ketika kamu pakai?"


"Mami?"

__ADS_1


Lea berbalik dan terkejut melihat mami mertuanya sudah berdiri di ambang pintu.


Lalu, wanita paru baya itu melangkah masuk dan membantu menantunya untuk memilih pakaian.


"Sayang, pakai saja baju ini. Kamu akan sengat terlihat cantik"


"Benarkah? tapi penampilan ku seperti ini apa cocok?" lirih nya mulai insecure.


Lea takut, dia akan membuat Edo malu. Apalagi dia yang berpenampilan cupu ini pasti akan di tertawakan oleh orang lain.


"Sstt.... Kamu tidak perlu insecure sayang. Mami akan membantu kamu terlihat cantik"


"Benarkah?"


Mata Lea berbinar, dia langsung memeluk mami nya sebagai ungkapan rasa bahagia.


"Terimakasih mami"


"Baiklah, sekarang kamu mandi dulu. Mami akan menyiapkan semua nya"


"Tidak sayang, kali ini mami yang akan menyiapkan nya"


"Tapi mi..." Lea merasa tidak enak jika mertua nya yang menyiapkan semuanya untuk dirinya.


Namun, karena desakan dari Eva. Lea pun akhirnya dengan berat hati masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi, kira kira 30 menit . Lea pun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk.


"Ini sayang, kamu pakailah dress ini"


Eva memberikan dress krem yang dia pikirkan tadi untuk Lea.


"Terimakasih mami,. Lea jadi tidak enak sama mami"

__ADS_1


"Sudah, kamu pakai saja dulu. Setelah itu mami akan merias kamu"


"Baiklah"


Eva tersenyum senang, ini adalah impian nya sejak lama.


Membantu putrinya untuk berdandan, memilihkan pakaian.


Namun, semua itu hanya angan angan. Mengapa? karena Eva hanya memiliki seorang anak yaitu, Edo.


Dia tida bisa memiliki anak lagi karena rahimnya telah di angkat.


"Mi" panggil Lea.


Gadis itu sedikit malu malu ketika keluar dengan mengenakan dress lengan panjang pilihan Eva.


"Wahh... Kamu cantik sekali sayang, mami sangat menyukainya"


"Benarkah? apa aku tidak terlalu norak?" gumam Lea ragu. Kepercayaan dirinya melemah, dia takut di bully oleh orang lain. Apalagi dia beriringan dengan Edo yang notabene nya adalah pria kaya yang tampan.


"Kamu sangat cantik...hmm, Sebentar, mari kita..."


Eva mengambil kaca mata Lea, kemudian menyimpannya di bawa laci.


"Nah, sekarang barulah terlihat sangat cantik"


"Benarkah mi?"


" Benar, kamu terlihat seperti putri kerajaan yang sebenarnya. " Eva meyakinkan.


Lea tersenyum menatap dirinya pada pantulan kaca. Membiarkan Eva merias wajahnya.


"Duduk dan lihat lah. Mami akan mensulap mu menjadi wanita paling sempurna "

__ADS_1


"Terimakasih mami"


"Sama sama sayang ku, cinta kita"


__ADS_2