
Bali.
Eva menyewa 2 kamar di salah satu resort ternama di Bali.
Satu kamar untuk Lea dan Edo, satu kamar lagi untuk dirinya.
Seharusnya Eva tidak ikut bersama mereka. Namun, karena takut Edo dan Lea tidak akan jadi pergi liburan. Akhirnya Eva memutuskan untuk mengawasi mereka.
Pukul 5 sore, mereka tiba di resort. Mereka langsung menuju ke kamar masing-masing.
Edo membantu Lea membawa koper ke kamar mereka.
Suasana di antara mereka berdua masih dingin. Lea tidak terlalu banyak bicara dengan Edo. Hanya mengeluarkan beberapa kata dan itu pun bila perlu saja.
Setelah selesai membereskan barang bawaan mereka. Edo mendekati Lea, dia berniat ingin membawa Lea jalan jalan sore di pantai.
"Lea" panggil Edo seraya berjalan mendekati Lea.
Mendengar panggilan dari Edo, le pun berbalik dan menatap Edo dengan tatapan bertanya ada apa?.
"UMM... Apa pekerjaan mu telah selesai?"
"Sudah, kenapa?" balas Lea dengan nada ketus.
"Uhm.. Aku ingin berjalan jalan ke luar. Mau ikut?" tawar Edo.
Lea tampak berpikir sejenak, kemudian barulah dia mengangguk pelan pertanda setuju.
Edo tersenyum bahagia, Lea menerima ajakannya.
"Aku akan bersiap. tunggu lah di luar"
"Baik" sahut Edo seraya berjalan keluar.
Setelah Edo keluar, Lea pun langsung bersiap. Dia mengganti pakaian nya dengan pakaian yang lebih santai.
Wanita itu mengenakan kaos lengan pendek, di padukan dengan rok selutut yang berwarna senada dengan bajunya.
Tak lupa Lea juga mengambil tas selempangnya lalu menyandangkan ke tubuhnya.
"Hmm... Kuatkan hati mu Lea. Jangan sampai kamu kalah dengan komitmen mu sendiri. Kalian hanya teman, tidak sepantasnya kamu menyimpan rasa cemburu" gumam Lea mencoba menyadarkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Lea turun, menghampiri Edo yang sedang menunggu dirinya di loby.
"Yuk!" ajak Lea menyadarkan Edo dari lamunannya.
Edo menatap penampilan Lea. Terlihat cupu namun mobil.
Gaya Lea saat ini terlihat simple dengan rambut tergerai bebas dengan kacamata tebal menyangkut di batang hidungnya.
"Malah terlihat sangat menggemaskan" batin Edo.
Lea jadi salah tingkah, Edo menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kak, ayo. Apa kita akan berdiri terus di sini??"
"Eh iya!" sahut Edo gelagapan.
CEO kejam, suka berganti ganti pasangan. Kini terlihat seperti pria bucin dan lemah lembut di hadapan Lea.
Padahal gadis itu memiliki penampilan jauh di bawah standarnya.
Namun, itulah yang saat ini di rasakan oleh Edo. Sikap arogannya seakan menguap ketika berdiri di depan Lea.
Mereka berjalan jalan di tepi pantai dengan jarak yang cukup renggang.
Sedangkan Edo, dia malah berpikir keras bagaimana untuk memulai pembicaraan dengan Lea.
Eda merasa tidak nyaman dengan suasana canggung di antara merek. Dia ingin kembali seperti semula. Di mana Lea banyak bicara dan meluapkan tentang apa yang dia pikirkan pada Edo.
Entah apa yang terjadi, gadis ini berubah total.
"Lea"
"Hm.."
"Kamu masih marah?"
"untuk apa?"
"Karena aku ingkar janji"
sambil berjalan beriringan, Lea tersenyum kecut. mendengar Edo berkata seperti itu, membuat Lea merasa semakin tidak berhak.
__ADS_1
"Kak, aku tidak marah kepada mu. Aku hanya mulai sadar, bahwa aku tidak boleh terlalu berlebihan."
"Berlebihan Bagaimana?" tanya Edo menghentikan langkahnya.
Lea pun ikut menghentikan langkahnya, perlahan menolehkan kepalanya menatap Edo. Senyum manis tercetak di sana, menandakan wanita itu sedang menutupi rasa sedihnya.
"Mengharapkan kabar dari mu, namun yah.... Sudah lah, aku hanya berlebihan. Lagi pula hubungan pertemanan tidak harus sedalam itu kan?" ucap Lea.
wanita itu kembali melanjutkan langkahnya, di ikuti oleh Edo yang tersentak oleh ucapan Lea barusan.
Mereka terus berjalan di tepi pantai. Hingga di sebuah bangku, yang memang di sediakan di sana. Lea memilih untuk berhenti dan duduk di bangku itu.
Edo pun mengikutinya.
Mereka duduk menghadap ke laut, menatap matahari yang akan terbenam.
"Sunset" gumam Lea senang.
"Apa kamu belum pernah melihatnya?"
Lea menggeleng, dia memang belum pernah melihatnya. Seumur hidup, ini pertama kalinya dia pergi ke pantai.
"Ini pertama kalinya aku pergi ke pantai" ujar Lea.
Edo terkejut mendengar pengakuan Lea.
"Apa kamu benar benar tidak memiliki pacar? atau teman? apa mereka tidak pernah mengajak mu pergi jalan jalan?" tanya Edo penasaran.
Lea menggeleng, menipiskan bibirnya membentuk senyum terpaksa.
"Aku bukan nya tidak bisa ke pantai"
"Lalu?" sela Edo.
"Seseorang pernah berjanji membawa ku pergi ke pantai dan melihat sunset bersama."
"Apa kau menunggu nya?"
Lea mengangguk, mengalihkan pandangan matanya pada matahari yang terus turun dan hampir seolah olah mencapai laut.
"Lalu, mengapa kamu mau pergi bersama ku? bukan kah kamu menunggu nya?"
__ADS_1
Lea tidak menjawab, dia hanya diam dan menatap sunset.
Seandainya orang itu tahu, Lea mulai lelah menunggu dan berharap.