Gadis Cupu CEO Tampan

Gadis Cupu CEO Tampan
Bab 45


__ADS_3

Tiba di Airport.


"Selamat datang boss" hormat pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan juga mengenakan kacamata hitam.


Pria yang di sapa nya tidak merespon, dia hanya memberikan tas kantornya dan juga koper besar miliknya pada pria itu.


"Apa jadwal ku hari ini?" Tanya pria itu dengan ekspresi datarnya.


Ede Farezi, siapa lagi kalau bukan dia. Pria tampan berkarismatik yang menjadi incaran setiap wanita.


Sayangnya, dia sudah menjadi duda keren.


"Tidak ada boss, hari ini hingga nanti malam anda free"


"Benarkah?"


"Benar boss"


"Baiklah, kalau begitu antar aku ke mall. Aku ingin mencuci mata" titah Edo sebelum dia masuk ke dalam mobil.


"Baik boss"


Pria berbaju hitam itu pun mengendarai mobil nya. Dia membawa Edo pergi ke mall yang paling terkenal di kota ini.


Hanya beberapa menit saja, mereka tiba di depan mall.


"Sudah sampai boss"


Edo pun membuka kacamata nya, dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam mall seorang diri.


Beginilah nasib seorang duda, kemana mana harus sendiri.


Andai dia dan Lea tidak berpisah, maka mereka pasti akan selalu bersama dan pasti sudah memiliki anak.


Huhh..

__ADS_1


Itu semua hanya andai, tidak akan pernah menjadi nyata. Susah 12 tahun Edo menduda, dia tidak berniat ingin menikah lagi.


Bagi Edo, Lea adalah satu satunya istri yang dia miliki. Sampai kapan pun dia tidak akan menggantikan nya.


Edo terus menyusuri mall tanpa ada tujuan. Dia hanya ingin menenangkan pikirannya saja.


Brak.


"AwS... Maaf om, aku tidak sengaja"


Edo menatap anak laki laki yang tidak sengaja menabrak dirinya dan terhenyak di lantai.


Anak laki-laki itu segera berdiri dan meminta maaf pada Edo.


"Sekali lagi maafkan saya om" ucap Ken lagi.


Benar, anak laki laki itu memang Ken. Dia sedang terburu buru ingi. pergi ke toilet. Namun, ketika tidak sengaja bertemu dengan Edo, Ken jadi melupakan niatnya tadi.


"Tidak Maslaah nak, aku bisa memakluminya" balas Edo tersenyum sambil mengusap rambut Ken.


Ken merasa ada sesuatu yang menjalar di sekujur tubuhnya. Dia merasakan sentuhan yang belum pernah dia rasakan.


"Wah, mereka manis banget yah. Yang satu sopan, ya g satu hangat"


"Benar, ayah dan bapak yang baik. mereka terlihat sangat kompak "


"Mirip banget mereka"


Ken melihat sekeliling nya, ternyata mereka telah menjadi pusat perhatian.


Edo pun merasakan hal yang aneh, mengapa mereka mengatakan hal itu kepada dirinya dan pria kecil ini.


"Hey jagoan, kenapa kamu diam saja? "


"Eh gak kok om, emm... Kenapa yah, mereka membicarakan kita?"

__ADS_1


Edo mengerutkan dahi, ternyata Ken mendengarkan ucapan mereka.


"Mungkin mereka tidak pernah melihat pria tampan seperti kita" jawab Edo ambigu.


Ken tersenyum tipis,ucapan pria asing di hadapannya ini lucu juga.


"Oh iya, siapa nama mu?"


"Aku Kendra Anfar, umur ku 12 tahun"


"Wah, kau terlalu cepat tumbuh bung. Aku pikir kau sudah SMP" decak Edo terkejut. postur tubuh Ke memang jauh di atas rata rata.


"Tentu saja, mami ku selalu memperhatikan apa yang aku makan, bagaimana kegiatan ku, semua mami ku yang handle." Ucap Ken bangga.


Edo tersenyum miring, dia tidak menyangka apa yang di katakan oleh orang orang itu benar.


Melihat Ken, seakan melihat dirinya sendiri di usia 12 tahun.


"Ken!!"


Adey meneriaki cucu nya yang sedang berbicara dengan orang asing.


"Ken, ayo pulang!"


"Eh iya kek!"


Ken melambaikan tangannya pada kakeknya. Kemudian, dia lun pamit dengan Edo.


"Om, aku pergi dulu yah."


"Oh iya, hati hati Ken" balas Edo melambaikan tangannya untuk Ken.


Edo terus menatap kepergian Ken. Pria kecil yang mampu membuat hatinya tergelitik.


"Siapa dia, mengapa dia bisa mirip sekali dengan ku!" gumam Edo heran. Dia seger menghubungi anak buah nya untuk menyelidiki siapa Ken sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2