
Kerenggangan antara Lea dan Edo masih terjadi. Permintaan Lea untuk menikahi Diva sangat tidak masuk akal bagi Edo.
Pagi hari nya, Lea sudah menyiapkan sarapan untuk Edo. Dia berharap Edo akan memaafkan nya dan kembali seperti semula.
Sangat di sayangkan, Edo seperti nya sangat marah pada Lea. Lihat saja, setelah keluar dari kamar, Edo langsung pergi kekantor.
"Ka-"
Sapaan Lea terhenti, Edo malah berjalan lurus tanpa menoleh sedikit pun.
"Seperti nya dia masih marah" lirih Lea sedih.
Akhirnya, Lea makan sendiri sarapan hari ini. Dia akan mencoba di saat makan malam nanti.
Setelah selesai sarapan, dan membereskan semua piring kotor. Lea langsung mengecek perlengkapan dapur. Hari ini adalah jadwal belanja bulanan nya.
"Beras, sayur, daging, telur... Wah, semuanya hampir habis. " Decak Lea sambil menulis satu persatu barang barang yang akan dia beli nanti.
Seperti biasanya, Lea menggunakan Taxi untuk mengantarnya ke pasar.
"Terimakasih yah pak"
"Sama sama non"
Setelah melakukan pembayaran, Lea langsung keluar dari mobil taxi. Kemudian masuk ke dalam mall.
Senyum manis terukir di bibir Lea, dia menyusuri mall sambil mencuci mata.
"Silahkan di lihat mbak" tawar pramuniaga.
Lea tersenyum membalas tawaran pramuniaga pakaian.
"Aku tidak mau beli pakaian" gumam Lea dalam hati.
Gadis itu pun melangkah menuju ke bagian perlengkapan bahan bahan dapur.
"Eh, nona. Kamu sedang berbelanja dapur lagi?"
__ADS_1
Lea menoleh, menatap seorang pria tampan yang mengenakan pakaian petugas pengecekan bahan bahan dapur.
"Eh, Raihan?"
"Kamu mau belanja yah?"
Lea melirik keranjang belanjaan nya. "Ah iya, kau baru saja tiba dan ingin membeli bahan baha makanan"
"Oh begitu. Ayo, aku akan membantu mu"
"Apa boleh?" tanya Lea merasa tidak enak. Raihan sedang bekerja, tapi dia malah membantunya.
"It ok, aku sedang istirahat. Jadi, aku bisa membantu mu selama jam istirahat ku"
"Aduh, aku jadi enak. Eh... Jadi gak enak" cengir Lea bercanda.
"Sudah lah ayo"
Raihan si pria tampan itu menarik keranjang Lea seperti orang sedang menuntun orang buta.
"Dia sangat sopan, bahkan dia tidak mau menyentuh ku" batin Lea takjub.
Sudah seperti suami dan istri, Raihan dengan hati hati membantu Lea mengangkat keranjang nya.
Saat mereka memasuki lorong tempat beras di susun. Raihan merasa sedikit kesusahan.
"Lea, apa tidak sebaiknya kita menggantikan keranjang ini dengan keranjang dorong saja?"
"Hmm..." Lea berpikir sejenak.
"Oh bagus juga, aku lihat tubuh kerempeng mu sedikit kesusahan membawa belanjaan ku" ucap Lea meledek.
"Oh ayolah, aku hanya ingin agar kau lebih mudah membawanya nanti"
"Benarkah?"
"Yah, tentu saja. Aku hanya memikirkan kamu saja nanti"
__ADS_1
Raihan dan Lea terus bercanda, orang orang di sekitar ikut tersenyum melihat tingkah mereka.
"Lihat lah, mereka sangat romantis yah. Jarang ada pasangan seperti mereka"
"Benar, apalagi wanita yang cantik dan berpenampilan sederhana dan bahkan terlihat cupu menerima pasangan nya yang hanya bekerja di mall "
"Itu lah kesederhanaan pembawa kebahagiaan"
Lea dan Raihan mendengar pembicaraan orang orang di sekitar mereka.
"Hei, semoga kalian selalu bahagia yah" ujar mereka memberi berkat.
"Terimakasih " Lea tercengir, kemudian menarik Raihan pergi dari sana.
"Oh astaga, mereka berpikir kita pasangan suami istri " dengus Lea menggerutu. Dia tidak habis pikir dengan pemikiran mereka.
"Apa kamu tidak berpikir mereka sudah gila?" sambung nya lagi.
Raihan menatap Lea, memperhatikan wanita yang sejak awal sudah memikat hatinya.
Sayang sekali, Lea sudah menikah. Raihan tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati wanita ini.
"Hei, kenapa kamu diam aja. Apa kamu tidak mendengarkan aku hm?"
Raihan tersentak dari lamunannya. Dia menatap Lea dengan tatapan gugup.
"Eh iya, ada apa?"
Lea berdecih, sejak tadi ternyata Raihan tidak mendengarkannya.
"Ah sudah lah, jangan manyun manyun begitu. Ayo aku akan mentraktir mu makan. Waktu istirahat ku tersisa 30 menit lagi"
Belum sempat Lea menjawab, Raihan sudah menarik tangannya dan membawa nya ke restoran mall.
Baru saja dia masuk ke restauran itu, langkah kaki Lea terhenti.
"Ada apa?" tanya Raihan heran.
__ADS_1
Lea tidak menjawab, dia melangkah cepat menuju ke sebuah meja lalu,
Brak!