Gadis Cupu CEO Tampan

Gadis Cupu CEO Tampan
Bab 29


__ADS_3

Brak!


"Jadi ini yang kamu lakukan!"


Lea menggebrak meja dimana Diva dan pria lain sedang berciuman.


Diva dan pria itu terkejut. Mereka menatap marah pada wanita asing yang mengganggu mereka.


"Apa apaan sih kamu!" hardik sang pria.


Raihan langsung berdiri di hadapan Lea, saat pria yang bersama Diva tadi berdiri di hadapan Lea. Takut takut nanti pria itu main tangan.


Meskipun Raihan tidak tahu apa permasalahan mereka, tapi dia tidak akan membiarkan Lea di sakiti oleh siapapun.


"Aku tidak menyangka kamu wanita seperti ini, aku pikir kamu wanita lugu yang hanya di-"


"Cih, Lea. Kamu pikir aku wanita seperti mu? cupu dan udik."


Lea semakin terpancing emosi, dia tidak menyangka Diva adalah wanita murahan. Dia mulai meragukan anak yang ada di dalam kandungannya adalah anak Edo.


"Heh, wanita udik. Apa masalah mu, mengapa kau mengganggu kami!" ucap pria itu membentak.


"Santai bro, jangan kasar pada cewe" sela Raihan menghalangi.


"Aku gak ada urusan sama kamu yah. Jangan ikut campur" hardik pria itu marah pada Raihan.


"Apapun itu, aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti Lea!"


"Wah, " Diva tiba-tiba bertepuk tangan. Senyum miring meremehkan terbit di bibirnya.


"Kau berkomentar tentang aku bagaimana. Sedangkan kamu?" Diva menatap Lea dengan lirikan matanya.


"Sudah bersuami, tapi jalan sama pria lain?"


"Aku tidak bisa membayangkan betapa marahnya boss Edo ketika melihat kalian bersama" sambungnya sambil mengarahkan kamera ponselnya untuk mengambil foto Raihan dan Lea.


"Apa yang kamu lakukan!"


Lea berusaha mengambil ponsel Diva. Namun wanita itu bergerak lebih cepat. Menghindari tangan Lea, lalu menyimpan ponselnya di dalam tas.


"Kamu sangat licik Diva. Aku menyesal telah membela mu di depan kak Edo!"


"Ups, thanks, tapi aku tidak butuh bantuan mu. Oke bye."


Diva melambaikan tangan pada Lea, menunjukkan senyum liciknya pada Lea.


Setelah mereka pergi, Lea pun terhenyak di lantai.


"Lea"


Raihan membantu wanita itu berdiri, lalu menuntunnya duduk di kursi yang tadi di duduki oleh dua sejoli asing.


"Duduk lah, tenangkan diri mu, jangan panik. Semuanya akan baik baik saja" ujar Raihan menenangkan.

__ADS_1


Lea sedih, dia menangis tersedu-sedu menyesali permintaan nya pada Edo. Ternyata Diva bukan wanita yang baik.


"Hiks.... Hiks..."


"Sudah Lea, jangan menangis lagi. Kamu jelek kalau menangis begini"


Lea melirik Raihan,pria yang tidak tahu apa apa kini pasti akan terseret ke dalam permasalahan nya.


Jika Diva memberikan foto itu pada Edo, maka akan ia Pastikan Raihan dalam masalah.


Lea sangat tahu bagaimana sifat keras Edo. Dia akan menghancurkan apapun yang mengusik hidupnya.


"Lea, sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan wanita tadi? aku heran mengapa kamu begitu emosi melihatnya?" tanya Raihan penasaran.


Lea semakin menangis, sulit baginya mengingat apa yang telah terjadi antara Edo dan Diva.


Dalam tangisnya Lea pun menjawab.


"Dia mengandung anak dari suami ku"


"Huh?"


Raihan di buat melongo, bagaimana bisa wanita itu mengandung anak dari suami Lea?.


"Ceritanya panjang, intinya entah bagaimana dia dan suamiku tidur dan menghasilkan janin!" imbuh Lea tidak beraturan. Dia juga tidak tahu harus menjelaskan seperti apa.


Raihan menjadi kasihan, dia berpikir suami Lea telah berselingkuh dengan wanita tadi.


Melihat kerapuhan Lea, Raihan semakin iba. Dia memeluk Lea agar wanita itu menjadi tenang.


Ceklek.


Tanpa sepengetahuan Lea seseorang kembali mengambil fotonya.


Setelah merasa tenang, Lea kembali melanjutkan berbelanja bahan dapur. Dia harus membeli cemilan dan juga beberapa sayur. Setelah itu, Lea akan memutuskan untuk pulang.


"Makasih yah Raihan, kamu sudah membantuku belanja"


"Tidak masalah, itu hak yang biasa. Oh iya, kalau ada apa apa silahkan kabari aku. "


Lea terdiam, dia tidak mungkin menghubungi Raihan. Apalagi menyangkut permasalahan rumah tangganya.


Namun, Lea tetap tersenyum dan mengangguk saja. Dia tidak mungkin menolak tawaran Raihan begitu saja.


"Rai_han, silahkan cari Instagram ku yah. Aku selalu on di sana. Maaf tidak memberikan nomor ponsel ku, karena aku takut itu akan menjadi Maslaah bagi mu" jelas Raihan.


Lea tersenyum senang, ternyata Raihan sangat pengertian. Bahkan dia memikirkan semuanya tentang Lea, dia juga menghargai status Lea yang sudah menikah.


"Sekali lagi terimakasih yah Raihan. Aku senang mengenal mu"


"Aku juga"


Setelah berpamitan dengan Raihan, Lea langsung keluar dari mall. Menyetop taxi dan langsung melaju ke apartemen.

__ADS_1


Malam ini, Lea ingin memasak makanan kesukaan Edo. Dia akan meminta maaf dan menceritakan apa yang dia lihat tentang Diva tadi.


"Kak Edo pasti suka" gumamnya penuh semangat.


Pukul 7 malam, biasanya Edo sudah di rumah. Tapi sekarang, dia masih belum pulang juga.


Lea merasa sangat khawatir, apa Edo masih marah padanya dan pergi minum? atau Edo pergi dengan wanita lain?


Oh astaga, ada apa ini. Lea memukul kepalanya sendiri, agar pemikiran buruk tentang suaminya segera menghilang.


Hingga pukul 11 malam, Edo masih belum pulang juga. Lea sampai tertidur di meja makan menunggu kepulangan suaminya.


Cling.


Lea terbangun dari tidurnya, suara ponselnya membangunkan dirinya dari alam mimpi.


Berharap itu pesan dari Edo, Lea pun segera melihatnya.


Deg.


"Apa ini?"


Sebuah pesan masuk tapi, bukan dari Edo.


Deg.


Saat pesan itu terbuka, dan memperlihatkan apa isinya. Seketika itu jantung dan hati Lea terasa di remas.


Lagi dan lagi, kejadian ini terjadi untuk kedua kalinya.


Dia menunggu kepulangan suaminya, dan ternyata suaminya tengah bersama dengan wanita lain.


Hiks... Hikss..


Lea menangis tersedu-sedu, hati istri mana yang tidak akan hancur, melihat suaminya tengah bersama wanita lain. Bahkan mereka sedang tidak mengenakan apapun.


"Jahat, kamu jahat kak.... Apa kesalahan ku, sehingga kakak melakukan semua ini?? apa ??"


Brak.


Seketika ponsel itu melayang menghantam dinding dapur.


Lea merasa frustasi, dia menyisir rambutnya dengan jari jari lentiknya. Membuka kaca mata tebal nya, lalu melemparkan ke sembarang arah.


Hancur, Lea benar benar merasa sangat hancur kali ini.


Baru kemarin Edo mengatakan ingin menjadikannya istri satu satu. Ingin membuka hati dan bahkan mengatakan sudah mencintai Lea.


Tapi, lihat lah sekarang. Dia bersama wanita yang dia katakan wanita tidak baik. Tapi, malah kembali dia tiduri.


Oh astaga, Lea tidak tahu lagi ingin bereaksi seperti apa. Dia tidak ingin menangis, tapi air mata sialan itu terus saja mengalir deras seperti mata air.


"Jahat "

__ADS_1


__ADS_2