Gadis Cupu CEO Tampan

Gadis Cupu CEO Tampan
Bab 24


__ADS_3

Seperti biasanya, Lea selalu bangun pagi. Menyelesaikan rutinitas pagi seperti sebelumnya.


"Ah akhirnya selesai"


Lea menata sarapan di atas meja, melepas celemek nya dan langsung menggantung di tempat biasa.


Seakan mimpi buruk, dan harus segera melupakan nya. Lea tampak berusaha tersenyum dan bersikap seperti biasanya.


Dia harus kuat, dia harus bisa menjalani semua ini dengan hati yang ikhlas.


Bukan kah sejak awal Edo hanya menganggapnya sebagai teman? Sekarang pria itu sudah punya anak dengan seorang wanita yang mungkin pria itu cintai.


Karena hal itu, Lea berusaha untuk bisa menerima dan turut bahagia.


Setelah selesai mandi, Lea pun kembali ke dapur. Sebentar lagi Edo pasti akan bangun. Dia harus membuatkan kopi untuk nya.


Benar saja, 5 menit setelah kemudian Edo pun keluar dari kamar. Dia sudah rapi dan bersiap ke kantor.


"Selamat pagi"


Sapaan itu terdengar canggung, Lea juga hanya menjawab dengan deheman saja.


Edo duduk di kursi, menerima sajian makanan yang Lea buat.


"Terimakasih"


"Hm.."


Sangat berbeda, Edo merasa sangat tidak nyaman. Tidak seperti biasa Lea melayani nya. bahkan wanita itu juga tidak tidur di kamar bersamanya lagi.


Lea mulai semalam tidur di kamar tamu, tanpa mendiskusikan dengan Edo. Lea membawa barang barangnya dan pindah ke kamar tamu.


"Setelah sarapan dan kakak pergi ke kantor. Aku berencana ingin ke rumah mami"


"aku akan mengantar mu"


"Tidak perlu, aku bisa pergi dengan taxi"


"Tidak, aku tetap akan mengantar" tegas Edo tidak bisa di bantah.


Namun, seakan benar benar telah berubah. Lea yang biasanya menurut sja, kini dia membantah Edo.


"Maaf, tapi aku hanya ingin pergi sendiri"


Tanpa memperdulikan balasan Edo lagi, Lea langsung pergi meninggalkan meja makan.


Suasana terasa sepi. Edo tahu jika Lea pasti sangat kecewa kepadanya. Meskipun belum mengungkapkan isi hatinya pada Lea. Namun, Edo sudah memperlihatkan perhatian nya dan ketertarikan nya pada Lea.


Tidak menutup kemungkinan, Lea pasti dapat merasakan perhatian yang berbeda itu.


Setelah selesai makan, Edo langsung membereskan piring bekas makan nya dan juga menyimpan semua sisa makanan di dalam lemari khusus penyimpanan makanan.


Sebelum berangkat kerja, Edo menyempatkan diri untuk menemui di balkon.


"Aku pergi kerja dulu"

__ADS_1


"Iya, hati hati" balas Lea tanpa menoleh.


Edo tidak mempermasalahkan nya, dia cukup sadar diri mengapa Lea menjadi seperti ini.


Dengan helaan nafas berat, Edo pun pergi ke kantor.


Klik.


Mendengar pintu sudah tertutup, barulah tubuh Lea luruh ke lantai. Kalo nya yang sejak tadi bergetar tidak bisa lagi menahan berat tubuhnya lagi. Isak tangis mulai memenuhi apartemen.


"Hiks... Hiks..."


Sakit, sangat sakit. Lea merasa hatinya seperti di tusuk dengan beribu jarum.


"Mengapa ini terjadi pada diri ku? Apa kesalahan ku?"


Hiks.. hiks..


"Aku sudah bersabar, aku sudah menunggu nya sejak lama. Tapi, mengapa aku hanya mendapatkan sakit di hati ku."


"Tidak, aku tidak boleh seperti ini" Lea menghapus kasar air matanya. Mencoba untuk tetap kuat dan tegar.


Mengingat Edo yang sudah selesai makan, Lea langsung pergi ke ruang makan.


Betapa terkejutnya Lea melihat meja makan sudah bersih. Wastafel juga sudah kosong. Seperti nya Edo membersihkan semuanya tadi.


"Huff..."


Sedikit rasa bersalah terbit di hati Lea, dia terlalu ceroboh dan terlalu egois meninggalkan Edo makan sendiri. Sampai sampai pria itu mengerjakan pekerjaan yang seharusnya Lea kerjakan.


"Dia menyelesaikan semuanya" gumam Lea lirih.


Setelah apa yang menimpa nya, Lea membutuhkan sosok seperti Eva untuk menenangkan hatinya.


Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke rumah mami Eva. Selama itu pula Lea duduk diam di dalam taxi.


"Non, apa yang terjadi? Mengapa anda menangis?" tanya supir taxi yang melirik Lea dari spion depan.


Mendengar pertanyaan dari supir taxi, Lea cepat cepat menghapus air matanya.


"Tidak ada pak, saya hanya merasa mengantuk" Lea pura pura menguap berkali kali, agar supir taxi yang ramah ini percaya.


"Jika anda mengantuk sebaiknya anda istirahat. Mengapa anda malah berpergian nona.


Hmm bukan maksud saya untuk ikut campur atau banyak bicara. Namun, zaman sekarang itu banyak yang terjadi nona. "


"Maksud bapak?" Lea merasa bingung, entah apa yang bapak paru baya ini katakan.


"Banyak berita beredar soal penganiayaan nona. Kemarin ada supir taxi membawa kabur penumpang nya yang sedang tidur, bahkan lebih parah, mereka sengaja membiusnya"


"Benarkah?"


"Iya nona, karena itu lah saya memberi peringatan pada nona. Karena saya juga memiliki seorang anak gadis yang masih SMA."


Lea tersenyum ramah, sungguh sangat baik dan tulus bapak ini. Awal nya Lea memang merasa takut mendengar cerita itu. Namun, setelah mendengar alasan mengapa bapak supir taxi ini memperingati nya, hati Lea mulai menghangat.

__ADS_1


"Terimakasih pak, saya akan mengingatnya"


Supir taxi itu pun tersenyum, dia senang bisa membantu orang orang.


Tak lama kemudian, taxi pun berhenti, pertanda mereka sudah sampai.


Lea keluar, berterimakasih sekali lagi kepada supir taxi yang baik itu.


"Terimakasih yah pak, ini ongkos saya"


"Eh nona, ini kebanyakan" supir taxi itu pun keluar dari mobilnya. Mengejar kea untuk mengembalikan uang yang sengaja kea lebihkan untuk bapak itu.


"Nona, ini uangnya kelebihan"


"Tidak apa apa pak, saya memang sengaja melebihkannya. Itu rezeki bapak"


"Ha, benarkah non?"


"Iya pak, terima ya"


"Baiklah, terimakasih banyak non. Akhirnya saya bisa mendapatkan uang lebih untuk biaya sekolah putri saya"


Lea tersenyum, dia senang bisa membantu bapak itu.


Lea berjalan santai, masuk ke dalam rumah besar mertuanya sambil memanggil maminya.


"Mami..."


"Mami..."


Eva yang sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi sambil membaca koran terkejut.


"Eh Lea?"


Eva terkejut, menantu kesayangan nya berjalan kearah nya dengan senyum palsu.


"Selamat pagi mami" sapa Lea memeluk mami mertuanya.


"Pagi sayang, tumben datang gak bilang dulu"


"Surprise!!!" Seru Lea berusaha seriang mungkin.


Eva tersenyum, dia menuntun Lea duduk bersamanya di sofa.


"Bi, buatkan jus orange untuk Lea!"


"Eh mami, Lea tidak mau jus itu. Lea mau jus alpukat " sela Lea membuat Eva mengerut.


Wanita baru baya itu sangat ingat, bahwa menantunya ini sangat menyukai jus orange. Tapi sekarang, dia malah menolak.


"Tidak jadi bi, jus alpukat saja " ulang Eva yang langsung di sahuti oleh PRT nya.


"Baik non"


"Ada kabar bahagia apa ini, tumben sekali menantu cantik ku ini mendatangi aku tanpa memberitahu "

__ADS_1


Lea hanya tersenyum saja, di dalam hati dia menjawab perkataan maminya.


"Bukan kabar baik mami, tapi kabar buruk sangat buruk yang hampir membuat hidup ku hancur" Lea membatin.


__ADS_2