
Lea tiba di rumah, dia terlihat sangat lelah. Melihat hal itu, Ken yang baru saja keluar dari kamar nya langsung bergegas ke dapur. Mengambil segelas air minum untuk maminya.
Ken membawa segelas air minum ke depan. Menghampiri Lea yang sedang duduk bersandar di sofa.
"Ini mi, minum dulu" ucap Ken menyodorkan segelas air minum.
Lea tersenyum, dia menerima minuman pemberian putranya.
"Makasih yah sayang, kamu tahu aja mami sedang haus"
"Tahu dong, Ken kan anak mami"
"Uuu.... " Lea meletakkan gelas di atas meja, lalu dia memeluk putranya.
Mendapat sambutan hangat dari putranya seperti ini, membuat rasa lelah di tubuh Lea menguap ke udara. Dia menjadi merasa lebih bersemangat sekarang.
"Makasih sudah menjadi yang terbaik untuk mami Ken"
"Terimakasih juga buat mami yang selalu menjadi yang terbaik"
"Uuu romantis sekali anak mami"
Ken terkekeh pelan, dia juga tidak tahu kenapa bisa berkata semanis itu pada maminya. Padahal di sekolah, teman wanita nya selalu mengatakan kalau dia itu kasar dan kejam.
"Yaudah, mami mau mandi dulu yah. Bilangin sama kakek dan nenek, kita akan makan malam di luar"
"Wah, benarkah?"
"Iya sayang!"
Ken bersorak gembira, dia segera berlari menuju ke kamar Mina dan Andey. Jarang jarang maminya memiliki waktu seperti ini.
Mina dan Andey juga merasa senang, mereka segera bersiap untuk pergi.
"Ken, ayo bersiap. Moment ini sangat jarang Lo, kecuali ada hari spesial " ujar Mina bersemangat.
"Iya nenek, Ken bersiap dulu."
Pukul 7 malam, setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah. Mereka pun pergi makan malam di luar.
Di dalam mobil, Ken tak henti hentinya berbicara dengan kakek dan neneknya. Dia terlihat sangat bahagia.
Lea merasa senang, akhirnya dia bisa mengembalikan senyum anak nya.
"Maafkan mami nak, selama ini mami sudah mengabaikan senyum kamu yang hilang. Tapi, mami tidak akan melakukan kesalahan-kesalahan itu lagi. Mami akan lebih memperhatikan kamu, dan tidak akan membiarkan..." ucapan Lea terhenti, di memfokuskan mata nya ke depan. malas memikirkan soal Edo, meskipun itu hanya di dalam hatinya saja.
"Mami, kok diem aja? kita mau makan di mana?"
Lea tersentak, wajah masam nya berganti dengan wajah ceria.
"Ken mau makan di mana? mami akan menuruti kemauan Ken"
"Benarkah?"
"Iya sayang, apapun untuk kamu"
"Yeay.... Ken mau makan di restoran tempat kita makan kemarin"
__ADS_1
"Yang mana sayang?"
"Ih mami lupa yah, restoran yang tidak jauh dari sekolah Ken itu loh"
"Oh yang itu, oke boss q, kita akan ke sana"
Ken semakin girang, dia mencubit cubit pipi kakek dan neneknya, sebagai pelampiasan kegembiraan hatinya.
Begini lah Kendra Anfar. Di rumah seperti baby lucu yang selalu ceria. Tapi, kalau di sekolah? bagaikan es batu yang tidak pernah cair.
Ken sangat dingin pada teman temannya. Dia hanya akan berbicara seperlu nya saja, bahkan dia hanya akan berbicara ketika menjawab pertanyaan guru atau memberikan pertanyaan kepada guru ketika dia tidak mengerti, dan itu terjadi sangat jarang sekali.
"Bibi, sama paman bawa Ken ke meja nya dulu yah. Aku mau ke toilet sebentar" ucap Lea.
"Iya, kita duduk di meja itu yah" ucap Ken menunjuk meja yang dekat dengan kaca jendela. Jadi mereka bisa melihat pemandangan di luar restoran.
Lea pergi ke toilet, entah mengapa dia tiba-tiba merasa perutnya sakit.
Beberapa hari ini Lea merasa sering sakit di perut nya. Tapi, dia masih belum sempat memeriksa ke dokter.
"Ih lega nya, aku pikir kenapa. Ternyata mau bab " gumam Lea bernafas lega. Dia sempat khawatir dengan rasa sakit itu. Tapi, dia bersyukur hanya karena ingin bab saja.
Lea pun bergegas pergi, bergabung dengan keluarnya yang sudah duduk menuju ke datangannya.
"Susah pesan?"
"Sudah" jawab Ken.
"Terus mami pesan apa?" tanya Lea menunjuk dirinya sendiri.
"Ken memesankan mami, ayam Bagar, sama sate kambing. Mami pasti suka ka"
"Mami, aku ini kan keluar dari perut mami. Kita pernah menjadi satu di dalam tubuh mami" ucap Ken mulai puitis dan dramatis.
"Mulai lagi nih" ujar Andey.
"Is kakek apaan sih, aku tuh sedang menggoda mami yang sedang di landa kegalauan"
Lea terkejut, Ken mengetahui kalau dia sedang galau.
"Kamu bicara apa Ken?"
"Mami maaf, aku tahu perusahaan tempat mami bekerja sedang ada Maslaah, karena Ken mendengar mami berbicara di telfon dengan om Anton!"
Fyu..
Tanpa mereka ketahui, Lea menghembuskan nafas lega. Dia takut jika Ken mengetahui apa yang sedang membuat Lea galau.
Kalian semua tahu kan, Edo ada di kota yang sama dengan mereka. Sewaktu waktu pria itu bisa saja mengambil Ken dari nya.
Tapi tenang dulu, Lea bisa bernafas lega, karena Edo tidak mengetahui soal anak ini.
Bagaimana dengan Eva ? dia tahu segalanya.
Lea masih bisa bernafas lega, dia sudah mempersiapkan segalanya. Dia itu gadis yang pintar. Sebelum pergi, dia benar benar membuat semua nya selesai.
Dengan sengaja, Lea membuat video aborsi, kemudian mengirimnya pada Eva. Sehingga mertua nya itu marah dan membenci Lea.
__ADS_1
Jika Lea tidak melakukan hal itu. Eva pasti akan membantu Edo untuk mencarinya. Bahkan mereka bisa saja merebut Ken darinya.
"Kamu menguping?" seru Lea pura pura marah.
"Sorry mami, aku hanya tidak sengaja. Kebetulan lewat saja"
"Kamu harus di hukum"
"Oke tidak Maslaah, itu lebih baik dari pada mami marah dan mendiamkan Ken"
Mina dan Andey tertawa melihat tingkah lucu ibu dan anak ini.
Di dalam hatinya, Mina dan Andey merasa sangat bersyukur mendapatkan keponakan seperti Lea. Jika bukan karena dia, mungkin kehidupan mereka akan teras hambar.
Mina merupakan seorang wanita mandul, dan suaminya juga terdapat sedikit masalah, sehingga mereka tidak akan mendapatkan anak.
Namun, tuhan masih sayang pada mereka. Mendiang kakak Mina meninggalkan seorang anak yang sangat cantik dan dewasa. Meski dalam kerapuhan, Mina dan Andey merasa sangat bahagia, mereka menyembuhkan luka Lea.
Kehidupan mereka selama 12 tahun ini sangat bahagia. Selepas dari bantuan Raihan juga.
Makanan pun datang, Lea dan keluarga nya makan dengan sangat lahap. Terdengar beberapa Senda gurau dilanturkan oleh Andey dan Kendra.
Di tempat lain, dengan suasana yang berbeda. Edo tampak marah pada seorang wanita.
Dia adalah Nia, wanita yang tergila gila pada Edo.
Edo tidak menyukai wanita itu, tapi karena hubungan baik mama Nia dan mami nya, membuat Nia bisa seenaknya mendatangi Edo.
Beruntung Edo tidak sekejam dulu, dia hanya mengusir dan membiarkan Nia begitu saja.
Tapi, kali ini dia sudah muak dengan sikap Nia.
Wanita itu nekat menyusul Edo ke kota ini. Dia mengikuti Edo dan membuat pria itu marah.
"Aku sudah bilang ya Nia! aku tidak menyukai kamu!"
"Kenapa Edo! aku cantik, aku sexy, aku bisa memberi kamu anak! tidak seperti mantan istri kamu yang tega melakukan aborsi!"
"Cukup!" teriak Edo marah. Dia tidak bisa menerima seorang pun menghina Lea.
"Diam kamu! sekali lagi kamu menyebut hal buruk tentang istri ku. Aku tidak akan memandang mu sebagai wanita lagi, sehingga aku bebas melempar mu keluar!" ancam Edo serius.
Nia terdiam, dia tidak pernah melihat Edo semarah ini. Tante Eva juga tidak pernah bilang kalau Edo tidak sekejam ini.
"Kamu bilang apa? istri? bukan kah kalian sudah bercerai?" tanya Nia berusaha tetap terlihat kuat dan tidak takut pada Edo.
"Kamu tidak tahu apa apa, dan kamu juga masih kecil Nia. Lebih baik kamu mencari pria yang baik untuk mu!"
"Tapi kamu baik untuk ku Edo! please!"
"Sampai kapan pun, aku tidak akan bisa menerima wanita lain, selain Lea!" ucap Edo tegas.
"Kamu jahat!" Nia berlalu pergi, dia tidak tahan mendengar perkataan menyakitkan dari Edo.
Nia merupakan gadis cantik yang Eva jodohkan pada Edo. Putra tampan nya yang sudah menduda selama 12 tahun.
Meskipun sudah duda, Nia tidak mempermasalahkan nya. Dia tetap ingin menikah dengan Edo.
__ADS_1
Tapi, sayang sekali Edo menolak perjodohan itu.
Nia tidak patah semangat, dia tetap berusaha mengejar pria impian nya itu.