
ekkkhmmm ,ekkkhmmm ?
Devan kepergok sang kakek bersama Clara diruang tamu.
" Kakek ?" ucap Biantara melihat kedatangan sang kakek tiba tiba.
" Sedang apa kalian ?"
" Anu ,, maaf kakek?
saya sudah lancang bertamu dirumah kakek" ucap Clara kikuk
" Tidak apa apa nak ?
Siapapun boleh bertamu disini asalkan sopan?"
" Tapi saya hanya orang miskin tidak pantas sembarangan masuk ke rumah kakek?" Clara merasa tidak enak pada kakek Wijaya.
" Miskin atau kaya derajat kita dimata Tuhan sama nak ? kakek tidak membeda bedakan siapapun yang dekat dengan kakek maupun cucu kakek biantara ?" Ucap kakek Wijaya.
Kakek Wijaya terkenal dengan sifat rendah hati,suka menolong orang yang kesusahan?
oleh karena itu banyak yang menghormatinya.
Para pekerja juga merasa senang bekerja di perkebunan teh milik kakek Wijaya.
Mereka sering mendapat makanan gratis maupun bonus gaji dari sang kakek,tidak jarang kakek meminjamkan uang pada mereka yang benar benar membutuhkan.
kakek Wijaya sudah seperti malaikat penolong bagi pekerjanya.
" Iya kek ?" balas Clara tersenyum
" Jangan sungkan main kesini nak? kakek senang biantara punya teman seperti kamu? dia bisa belajar menjadi kuat sepertimu nak ?" Ucap kakek Wijaya
" Akhh kakek bisa saja? saya tidak sekuat yang kakek katakan kok" Clara tersenyum canggung baginya ini pertama kali dirinya berbincang dengan kakek Wijaya,sebelumnya ingin menyapa saja takut karena dia orang kaya dan banyak dihormati orang desa.
" Tapi kakek salut denganmu nak? diusia muda mau membantu orang tua mencari nafkah,setau kakek anak jaman sekarang hanya bisa meminta uang dan main ponsel saja"
__ADS_1
" Ya mau bagaimana lagi kek?
bapak saja kerjaannya main judi dan mabuk mabukan,saya bisa apa selain membantu ibu berjualan gorengan ?" ucap Clara sendu
" Ya ,, kakek paham? yang sabar ya ?" kakek menepuk pundak Clara
Biantara hanya menyimak saja.
" Kalau begitu saya pamit pulang kek? " ucap Clara menyalami,mencium punggung tangan kakek Wijaya
" Aku pulang ? " Clara melirik biantara dijawab anggukan kepala
" Assalamu'alaikum ?"
" waalaikumsallam " jawab bian dan kakek bersamaan
..
Dirumah Clara
" Darimana saja kamu !" tanya darma membentak Clara
" Katakan darimana kamu mendapatkan uang untuk melunasi hutang bapak!" tanya darma mencekal pergelangan tangan Clara
" Sakitt pak ! lepaskan."
" Katakan Ara !!" bentak darma
" Bapak tidak perlu tahu ?" gegas Clara berlari kekamar dan mengunci pintu.
Brakk brakk brak !
" Ara buka pintunya !" darma berteriak dengan keras
" Ara !"
Brakk brakk brak !
__ADS_1
Clara tidak memperdulikan teriakan bapaknnya.
" Ada apa sih pak ?" tanya Sarti setelah menyusui viona didalam kamar.
" Kamu pasti tahu darimana Clara mendapatkan uang untuk melunasi hutangku!
cepat katakan Sarti !" darma mencengkram pipi Sarti
" Aku tidak tahu ?" jawab Sarti mengelak
" bohong !" darma menggebrak meja disebelahnya
Clara mendengar darma memarahi ibunya
" Dasar lelaki pengecut ! bisanya nyakitin ibu ! apa belum puas diluaran sana mabuk mabukan,judi,bermain wanita,tidak puas pak !! Seenaknya saja memeras kami sementara bapak pulang meminta uang,pergi lagi main judi !
kalah judi pulang lagi !! Apa tidak bosan kerjaan bapak setiap hari begitu?
Bapak itu kepala keluarga,harusnya bapaklah yang bekerja mencari uang untuk kami !! " marah Clara mengungkapkan segala kekesalanya pada Darma
" Bacottt !"
Plakk ... tamparan mendarat di pipi mulus Clara
" Tampar aku pak! Tampar ! " Clara menantang bapaknya
" Setelah puas jangan pernah meminta uang lagi pada Ara !
Ara tidak Sudi punya bapak seperti kamu !" Ara menunjuk muka darma
" Apa kamu bilang !" Darma semakin naik pitam
" Bapak tuli ? sekarang bapak boleh bangga !
tapi kelak kalau bapak tidak bisa apa apa lagi, Ara tidak akan Sudi mengurus bapak sekalipun bapak mati!"
" Ara ! jaga ucapanmu nak ?" ucap Sarti menangis
__ADS_1
" Ara benar kan Bu? apa ibu tidak sakit hati terus disakiti bapak,tidak ada nafkah dari bapak,meninggalkan tanggung jawabnya sebagai suami !"
Sarti bungkam,semua yang dikatakan Ara benar.