
" Tos dulu bi?" kata kakek wijaya girang rencananya berhasil
" Aku tidak akan menyerah bi ?" gumam vania marah memukul-mukul setir mobilnya
Malam ini kepulangannya ke jakarta,tidak perduli jalanan yang sepi membuat vania nekat untuk menjauhi kediaman wijaya
"Awas saja kau tua bangka !!!" teriak vania tidak terima penghinaan wijaya
Sesampainya dijakarta vania tidak langsung pulang kerumah melainkan pergi ke club untuk menghilangkan penat
" Sudah lama tidak jumpa sayang?" ucap om dodi memeluknya
" Ya om,beberapa hari ini sangat sibuk?" balas vania meneguk alkohol digelasnya
" Ayolahh sayang,jangan berbohong padaku,, kau pasti menemui Tuan bian kan?" tebak om dodi
"Kau benar? " ucap vania tersenyum menyeringai
" Apa kau tau,aku baru saja diusir si tua bangka?"
Dahi om dodi berkerut " Tua bangka? Siapa" tanyanya tidak tahu
"Kakeknya biantara,dia menghinaku habis-habisan,bahkan selama tinggal disana aku dijadikan pembantu dirumahnya ?" curhat vania
Om dodi tertawa mendengar curhatan vania
" Sudahlah,lupakan semuanya? Saatnya kita bersenang-senang?" ucap om dodi mengambil sebotol minuman mengisi gelas vania yang kosong
**
Biantara berolahraga lari pagi keliling kampung,di setiap perjalanan banyak wanita maupun ibu-ibu memuji ketampanan bian,tepat dijalan persimpangan dia berpapasan dengan clara yang hendak berjualan
"Hay?" sapa bian menghampiri clara
Clara tersenyum saja,tidak mau menjawab yang nantinya akan menimbulkan masalah karena banyak ibu-ibu yang membeli sayur sudah pasti mereka menggosipkan clara lagi
" Lihat tuh si ara,, kegatelan banget sama calon suami orang?" bisik-bisik tetangga terdengar sampai telinga biantara
__ADS_1
" Siapa yang calon suami orang bu?" jawab biantara mendekati tukang sayur yang dikerumuni ibu-ibu
"E,, anu,emm tidak ada tuan?" jawabnya gelagapan
" Tidak baik membicarakan orang dibelakang sementara yang bicara belum tentu lebih baik dari yang kalian bicarakan ?" ucap biantara menegaskan menyoroti mereka tajam
Mereka bungkam,tidak ada yang berani menjawab
Clara tak mau membuat suasana semakin keruh,menaiki sepeda dan berjalan kembali menjajakan gorengannya
Bian menoleh clara sudah tidak ada
" Kemana dia?" gumam biantara kebingungan mencari clara,lalu melanjutkan jalan santaynya lagi
Kakek wijaya menunggu bian di halaman rumah sambil meminum kopi
Biantara lekas duduk didekat sang kakek.
"Kek ?"
" Kenapa bi?" tanya kakek wijaya melihat raut wajah bian seperti memikirkan sesuatu
"kau merasa membutuhkannya bi?"
"Entahlah kek,, ?" bian beranjak kembali untuk mandi
" Kurasa cucuku mulai menyukai ara?" batin kakek wijaya menatap kepergian bian
**
Dipasar clara cemberut,melamun sambil menompang dagu
"Jangan melamun terus neng,itu ada orang beli ?" tegur udin
Clara mendongak "Maaf bu,mau beli berapa ?"
" Sepuluh ribu neng,campur ya?"
__ADS_1
Clara mengangguk
Setelah melayani pembeli clara duduk kembali
" Neng ara kenapa,seperti ada masalah,dari tadi udin lihat melamun terus ?"
Tiba-tiba clara menangis
Udin mendekati clara,udin merasa masalah yang clara hadapi sangat serius?
Terlihat dari wajah ara yang akhir-akhir ini sering murung tidak terlihat clara yang ceria lagi
" Ara sedih kang,selama ini ara merasa dibohongi? Ara kecewa kang?" ucapnya disela-sela isak tangisnya
" Kenapa atuh neng,coba cerita sama udin siapa tau bisa carikan solusi "
" Ternyata aku bukan anak kandung dari ibu kang,ibu cerita dia menemukanku disemak-semak waktu dia bekerja di jakarta,aku sedih,sebetulnya aku merasa tidak enak mengetahui bukan anak ibu sementara masih tinggal dirumahnya?
Ada niat buat mencari orang tuaku tapi aku belum pernah melihat wajah aslinya ?"
Udin mengetahui fakta baru pun terkejut,tidak menyangka sarti begitu menyayangi clara yang ternyata bukan anak kandungnya
" Apa kamu punya petunjuk untuk mencari orang tua kandungmu ?" tanya udin
" Ada kang,sebuah foto pasangan suami istri menggendong bayi kata ibu itu fotoku waktu kecil,dan orang tuaku?
Mereka punya wajah blasteran,seperti bukan orang pribumi,wajah ibuku mirip sekali denganku ? Kemana aku harus mencarinya kang?"
Udin diam saja mencerna semua yang dikatakan clara,sulit menemukan orang yang belum kita kenal
" Tapi untuk apa aku mencari orang tuaku,mereka saja membuangku kan,, sudah jelas kelahiranku adalah aib untuk mereka ?" clara berkata dengan air mata yang terus mengalir
" Kamu tidak berpikir mencari mereka dijakarta neng,mencari di alamat tempat dulu ibu sarti bekerja,siapa tau kamu bisa mendapat petunjuk dari warga sekitar ? Jangan berburuk sangka dulu,siapa tau mereka membuangmu karena alasan tertentu ?" balas udin berpikiran positif
Clara manggut-manggut
" Aku harus mencari orang tuaku dijakarta ?" batin clara,tekadnya sudah bulat
__ADS_1
Sepulang nanti dirinya akan meminta izin pada ibu sarti untuk mencari orang tua kandungnya dijakarta