
" Kurang tau pa,, Papa tenang saja, Bian akan menjaga Clara dari orang-orang yang menyakitinya.
Semoga oma Ariana benar-benar berubah dan tidak mencelakai Clara " Ujar Biantara
" Ya Bian, titip menantu papa ya?
Oh iya, papa sekarang lagi di bogor di rumah kakekmu "
Biantara terheran, untuk apa papanya berkunjung ke Bogor
" Ngapain disitu pa,, sama mama juga " tanya Biantara
" Nggak Bi,, papa sendirian,rupanya kakekmu sakit sudah berhari-hari tanpa mengabari kita,, "
Terdengar helaan nafas Biantara " Ya ampun kakek,, "
Biantara tidak habis pikir sama kakeknya
" Ya sudah, kapan-kapan Bian kesana, Nggak enak sama ibu dan oma kalau kesana sekarang pa?? " ujarnya
" Ya Bi,, papa ngerti kok, ya sudah Bi, papa mau telfon mamamu.
Nanti mamamu cemas mikirin papa "
" Ya pa "
Panggilan mereka akhiri, Biantara menemani sang istri di kamar
Hari sudah malam, waktunya untuk beristirahat
Biantara terlelap memeluk istrinya
Pukul 5 pagi, penghuni rumah Clara sudah pada bangun menjalani aktivitas masing-masing
Para pekerja melakukan tugasnya, sementara Yolanda dan Ariana memasak sarapan pagi bersama
Keluarga Clara terbiasa makan makanan sehat yang di buat sendiri
Selain karena lebih sehat,juga lebih terjamin kebersihannya
Apalagi sekarang Clara sedang hamil, Yolanda selalu memperhatikan makanan yang Clara konsumsi
Clara menggeliat bangun, sebuah tangan kekar melingkar di perutnya
Clara tersenyum menatap wajah sang suami yang masih terlelap dengan nyenyak nya
" Gantengnya suamiku?? " puji Clara menoel-noel hidung Biantara
Biantara terbangun, tidurnya terusik karena kejahilan istrinya
Dengan sigap Biantara mencekal lengan Clara
" Jahilnya istriku ? ? "
Clara terkekeh " Biarin "
Biantara mencubit pipi Clara gemas " Iya, iya istriku sayang?? "
Tok tok tok
suara ketukan pintu berulang kali
Biantara dan Clara saling pandang, pasti ibu membangunkan mereka untuk sarapan
Biantara bangkit dari ranjang membuka pintu
krek
Di depan pintu sudah ada Ibu Yolanda berdiri memegang sebuah nampan berisi beberapa makanan
" Clara sudah bangun Bi? " tanya Yolanda
" Sudah bu " Biantara menyingkir dari pintu membiarkan Yolanda masuk kamarnya
Yolanda meletakan nampan diatas meja
" Sarapan paginya sayang, jangan lupa habiskan, terus minum obat biar cepat sembuh "
" Siap bos ,,
Tapi suapin?? " rengek Clara manja
Yolanda tersenyum, meskipun sudah bersuami, anaknya masih ingin dimanjanya
" Iya, tapi janji, makan yang banyak ya?? "
__ADS_1
" Oke ibuku sayang?? "
Yolanda menyuapi sarapan Clara sampai habis,sedari tadi Biantara terus menatap anak dan ibu yang mengabaikannya
Mereka berdua lupa, tidak hanya mereka saja disana
Masih ada Biantara setia menunggui mereka
Ekhem!
Biantara berdehem menyadarkan kedua nya
Yolanda dan Clara menoleh menatap Biantara
Dia masih berdiri di sebelah pintu seperti penjaga saja
Clara menahan tawanya, sedangkan Yolanda langsung pergi membawa nampannya kembali
" Sini mas,, ?? " Clara menepuk sebelah ranjang
Biantara beranjak berjalan mendekati Clara, lalu duduk di sebelah sang istri
Clara bergelannyut manja di lengan sang suami
" Mas,, nanti mas pengen anak kita cewek apa cowok? " tanyanya
" Ya tergantung di kasihnya sih sayang, cewek cowok sama saja lah, asalkan sehat tanpa kekurangan suatu apapun.
Kalau kamu maunya cewek apa cowok " tanya balik Biantara
" Sama kaya mas,, apapun jenis kelamin nya, aku tetap menyayanginya kok, ? "
" Bagus lah,, nggak pilih-pilih anak, nggak kaya papamu itu?
maunya anak cowok, anak sendiri di telantarkan " kesal Biantara mengingat Jovanka yang tega membuang istrinya dulu
Clara berhenti bertanya, dia teringat ayahnya di penjara
Apakah dia baik-baik saja, atau malah sebaliknya
Entah kenapa dirinya ingin sekali menjenguk sang papa disana, sudah hampir satu tahun Clara tidak bertemu Jovanka dan opanya
Ingin mengutarakan niatnya pada Biantara namun sungkan
Dirinya takut ajakannya di tolak mentah-mentah oleh sang suami
" Kamu kenapa sayang? " tanya Biantara melihat raut wajah Clara berubah, seperti tengah memikirkan sesuatu
Clara ragu-ragu menjawab
Dia memikirkan kata-kata yang pas untuk mengajak Biantara bertemu ayahnya
Pelan-pelan Clara yakin Biantara tidak menolak ajakannya jika sudah di bujuk
Biantara mudah sekali luluh pada dirinya
" Emm,,
Mas?? "
" Iya kenapa sayang?? "
" Emm,, anu mas? "
" Anu apa sayang, katakan yang jelas " titah Biantara
" Boleh nggak, aku jenguk ayah " Clara berbicara sambil menunduk
Ekspresi Biantara seketika berubah masam mendengar sang istri mau menjenguk seseorang yang dia benci
" Nggak! " tolak Biantara dengan tegas
Clara terdiam, mendengar jawaban suami yang tidak memperbolehkannya, dia akhirnya pasrah
Toh, dia bisa menjenguknya lain waktu kalau sudah sembuh
POV CLARA
Di rumah sakit aku merasa bosan sekali
Dua hari setelah sadar dari koma, aku hanya makan tidur saja tanpa melakukan aktivitas apapun
__ADS_1
Rasanya aku rindu suasana kantor, suasana rumah
Ke esokan harinya aku di perbolehkan pulang oleh dokter yang merawatku sejak aku di rumah sakit
Aku terkejut luar biasa saat Ibu menjemputku bersama Oma Ariana
Oma Ariana menghambur memeluk tubuhku erat-erat
Aku terheran-heran, sejak kapan oma Ariana berubah
Pelukan serta perhatian oma Ariana padaku sangat tulus, jauh berbeda dengan sikapnya dulu yang terkesan angkuh dan sombong
Ibu pun menyadari apa yang tengah aku pikirkan, Ibu menceritakan semuanya padaku
Rupanya oma benar-benar berubah dan menerima aku sebagai cucunya
Aku sujud syukur atas semua ini, orang yang menyakitiku telah pergi, digantikan oma Ariana nenek kandungku sendiri
Tangis haru aku rasakan " Terimakasih Ya Allah, engkau mengabulkan do'aku " batinku dalam hati
Di perjalanan Oma tidak berhenti memperhatikanku, dia terus bercerita selama meninggalkan rumah ibu, dia di penuhi rasa penyesalan
" Oma bersyukur di pertemukan denganmu sayang,,
Selama tinggal bersama adik ayahmu, oma di hantui rasa penyesalan, setiap hari oma menangis menyesali perbuatan oma dan opa dulu,,
Dan om Adriel pun selalu menyadarkan oma,,
Maafkan semua keluarga oma ya sayang, oma janji akan menyayangimu sepenuh hati oma?
do'akan opa dan ayahmu juga, supaya segera sadar dan mau memperbaiki kesalahannya padamu? " ujar oma Ariana sambil terisak
Aku menghapus air matanya yang menetes
" Tentu oma,, Clara selalu mendo'akan yang terbaik untuk keluarga kita.
Maafkan Clara juga atas perlakuan kemarin,,
Clara senang, Oma sadar dan mau menerima Clara sebagai cucu oma. "
" Iya sayang,, ? " Aku dan Oma berpelukan
Mas Biantara sejak tadi fokus menyetir dan tidak mau ikut campur urusan kami
Sedangkan Ibu diam,ibu paham kami butuh waktu bicara berdua saja
Sesampainya di rumah, pelayan menyambutku dengan antusias
Aku hanya tersenyum saja membalas sapaan mereka, lalu aku menyuruh mas Bian mengantarkan aku ke kamar
Rasanya tubuh ini lemas sekali, apalagi aku menahan mual karena bau parfume yang di gunakan salah satu pelayan di rumah
" Antarkan aku ke kamar mas? " ucapku terus membekap mulutku kuat-kuat
Mas Bian menggendong ku ke kamar, aku turun dan bergegas ke kamar mandi memuntahkan isi perut
Lemas dan berasa mau pingsan, tak sempat aku mengajak mas Bian mengobrol
Pagi hari aku terbangun lebih dulu dari mas Bian
Kumainkan hidung mancung mas Bian, menoel-noel pelan
" Gantengnya suamiku? " pujiku menatap suamiku
Aku merasa jari tangan mas Bian bergerak-gerak lalu mencekal tanganku
" Jahilnya istriku?? " ucapnya
Aku terkekeh pelan " Biarin,,, "
Mas Bian mencubit pipiku dengan gemas
Terdengar pintu di ketuk beberapa kali
rupanya ibu datang membawa sarapan untuku
Aku memintanya menyuapi, supaya anak di dalam perutku tidak berontak meminta mamanya memuntahkan lagi
Setelah habis, aku mengajak mas Bian duduk bersama
Tiba-tiba aku rindu ayah dan opa, ingin aku menjenguknya
Tapi Mas Bian menolak mentah-mentah ajakanku, meskipun aku kecewa, aku akan membujuknya pelan-pelan saat aku sudah sembuh nanti
Aku pun melanjutkan istirahat kembali setelah meminum obat
__ADS_1
Luka di perutku belum kering sepenuhnya, aku harus banyak istirahat dan menjaga pola makan hidup sehat