
Vania kesal seharian melakukan pekerjaan yang belum pernah ia lakukan,dari mulai nyuci,ngepel dan terakhir masak
" Hari ini tuan wijaya minta dibuatkan sup dan tempe,tahu goreng" ucap mumun,kakek wijaya sengaja menyuruh vania masak ditemani mumun
kakek wijaya ingin tahu kemampuan vania dalam memasak
" Dihh? Kampungan banget seleranya" gumam vania mencibir
Mumun geleng-geleng kepala,vania melakukan pekerjaan apapun mulutnya tak mau berhenti mengoceh sampai pusing sendiri dengarnya ?
" Potongin gih wortelnya ?" perintah mumun
Vania bengong,tidak tau cara memotong wortel
dipeganggnya pisau,mengiris sesuka hati dan menimbulkan bunyi keras
" Astagfirullah vania !! " teriak mumun tidak habis pikir memotong wortel saja tak bisa
Vania menutup kupingnya sakit mendengar teriakan mumun yang melengking
" Bukan begitu motongnya,nih begini ?" ucap mumun mempraktikan cara memotong wortel yang benar
Vania manggut-manggut "sini biar saya coba?"
__ADS_1
" Nggak usah,biar aku saja,, kau bikinkan bumbu untuk sup ?"
Vania melihat-lihat bumbu semakin bingung,tidak tahu nama bumbu didepannya
"Sepertinya ini?' gumam vania mengambil kunyit,jahe bawang putih lalu menguleknya
Mumun tertawa dalam hati,membiarkan vania memasak dengan caranya sendiri
Kakek wijaya dan biantara mengobrol santay sambil menunggu makan malam
" Bagaimana kabar kantormu dijakarta bi? " tanya kakek wijaya ingin tahu
"Ya begitu lah kek,selama bian tinggal sama kakek orang kepercayaan bian yang mengurusnya?
Papa ingin bian lebih banyak belajar dari kakek,karena itu mereka menyuruh bian sementara tinggal disini bersama kakek,menunggu konferensi pers pergantian CEO yang akan digelar bulan depan " balas bian menjelaskan
"Kakek tidak boleh bicara seperti itu ?" balas bian sedih
" Loh,,kenapa ? Kan kakek benar,umur kakek sudah sangat tua nak,kakek percayakan semua kepadamu?" ucap kakek wijaya menepuk bahu sang cucu
Makan malam terhidang dengan rapih dimeja,mumun gegas menghampiri kakek wijaya dan biantara yang sedang berbincang-bincang diruang tengah
"Makan malam sudah siap tuan,tuan muda ?" ucap mumun hormat
__ADS_1
Kakek wijaya dan biantara gegas menuju meja makan
Dahinya berkerut menatap aneh sup berwarna kuning,kakek wijaya mengambil satu sendok sup dan mencicipinya
huwek,, kakek wijaya memuntahkan sup dimulutnya yang rasanya aneh dan sangat asin
"Kakek kenapa?" tanya bian
Kakek wijaya menunjuk sup berwarna kuning,biantara juga mencicipinya
Mereka sama-sama memuntahkan sup yang baru masuk kedalam mulutnya
" Kau bisa masak nggak sih !! " bentak biantara pada vania
Vania ketakutan,baru kali ini dirinya dibentak biantara
"Maaf bi,,aku baru pertama kali memasak ?" ucap vania \*\*\*\*\*\*\*-\*\*\*\*\* bajunya
Biantara menghela nafas panjang
" Kau tau sendiri kan bi,wanita pilihan mamamu tidak bisa melakukan apa-apa,memasak saja tidak bisa,apalagi bekerja.
Kakek heran,mengapa mamamu bisa menyebutnya sebagai menantu idaman,rugi kamu menikah dengannya yang bisanya cuma jual diri saja !" Ucap kakek wijaya menatap vania sinis
Vania begitu terkejut,jantungnya serasa mau copot,tidak menyangka kakek wijaya telah mengetahui sisi gelap vania
hatinya sakit mendengar hinaan kakek wijaya
Tidak tahan lagi vania berlari kekamar membereskan pakaiannya memasukan kedalam koper,gegas keluar tanpa pamit menaiki mobilnya
Kakek wijaya senang melihat kepergian vania,akhirnya wanita ular enyah dari hadapannya.
__ADS_1