Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 53


__ADS_3

POV Clara


Sebelum aku menjenguk ibu aku lebih dulu mengumpulkan para pelayan di rumah


disana ada Ibu Sarti juga bersama Viona,hari ini Deni sudah aku daftarkan kembali sekolah di Jakarta


" Siapa dari kalian yg kemarin masuk kamar saya !" tanyaku pada pelayan


" Saya Nona... " ibu Lastri mengacungkan jari


Selama inilah dia yg aku tugaskan untuk membersihkan kamarku,dia lebih bisa di percaya ketimbang yg lain


" Apa ibu Lastri tahu set perhiasan saya hilang di dalam laci " ujarku


" Saya tidak tahu Nona,karena saya tidak berani membuka-buka laci,apalagi yg lain nona ?


Tugas saya hanya membersihkan saja,saya berani bersumpah tidak mencurinya nona ?" jawab Bu Lastri dengan lantang


" Halahh .. mana ada maling ngaku ?" ujar Bu Sarti ikut nimbrung


Bu Lastri menatap sinis ke arah Bu Sarti " Saya memang bukan maling .. bisa aja Ibu yg curi,kemarin kan ibu yg masuk kamar Nona Clara waktu saya mau memanggil Nona Clara untuk makan malam,terus ibu bilang biar ibu Sarti saja yg panggil?


dan kenapa ibu lama sekali,sampai Viona kelaparan menunggu Ibu menyuapi "


uhukkkk uhukkkk !!..


Ibu Sarti terbatuk


" Oh itu,anu emm ? saya nungguin Clara mandi .." jawab Bu Lastri salah tingkah


" Selain itu siapa lagi yg masuk kamar saya ?" ujarku


" Tidak ada Nona ?" jawab mereka serempak


" Baiklah,Kalau nggak ada yg mau ngaku biar borokan tuh tangan yg nyuri ? saya pergi dulu .. '' ucapku


Bu Sarti gelagapan,mungkin takut ucapanku beneran terkabul


Ya,awas saja setelah ini ?


Rantang berisi makanan ayam kecap favorit ditambah lauk lainnya aku bawa,setelah itu Aku bergegas menjemput ibu Yolanda ke kantor polisi di temani pengacara


Ibu Yolanda di panggil oleh penjaga sel tahanan,saat keluar aku memeluknya erat


Betapa aku rindu sosok ibu merasakan pelukan hangat darinya,setelah berpelukan kita makan berdua


Ibu menyuapi aku,aku menyuapi ibu ? rasanya nikmat sekali?


Baru kali ini aku merasakan kehangatan bersama ibu kandungku.


Aku berjanji setelah Ibu pulang,aku akan menjadi anak yg baik dan berbakti padanya


Selama ini Ibu Yolanda melindungiku dari ancaman Opa Vincent dan Ayah Jovanka


Aku salut ibu mau bertahan sementara dirinya tertekan tinggal bersama mereka


Setelah tiga puluh menit ibu di masukan ke dalam sel tahanan kembali


Aku dan pengacaraku mencabut tuntutan Ibu mengurusnya di kantor polisi


Empat jam sudah kami menunggu akhirnya Ibu Yolanda di bebaskan tanpa syarat oleh pihak kepolisian


Ibu Yolanda keluar dari sel tahanan berganti baju yg aku bawakan dari rumah.


Sebelum pulang kami pamit sama ayah dan opa?


Kelihatan sekali mereka marah dan tidak terima Ibu di bebaskan sendirian


Aku acuh dan tak perduli,biarkan saja mereka terus merasakan dinginnya dalam sel

__ADS_1


Kami akhirnya pulang,tak ada gurat kesedihan di wajah Ibu setelah berpisah dengan Ayah


Aku yakin Ibu bahagia lepas dari mereka


Mobil kami memasuki pekarangan rumah


Pengacaraku pamit pulang


Kami masuk di sambut baik oleh para pelayan di rumah


Ibu Sarti sempat marah aku membebaskan ibu,katanya dia bersalah


padahal dirinyalah yg patut di penjara atas apa yg sudah Ibu Sarti rencanakan padaku


" Bu.. boleh kan aku tidur sama ibu malam ini ?" ujarku berbaring di samping ibu


" Tentu boleh sayang ? kamu kan anak Ibu " jawabnya lembut mengusap pucuk kepalaku


Aku senang,akhirnya bisa berkumpul sama ibu kandungku meskipun tanpa ayah


Esok pagi


Ibu Yolanda membantu pelayan memasak di dapur


" Masak apa Bu .. " tanyaku menghampiri dan mencium pipinya


Ibu tersenyum karena tingkahku yg manja " Ayam kecap .. katanya kamu suka ayam kecap? jadi ibu masakin banyak nih ?"


Terlihat Ibu Sarti menghampiiri sambil menggendong Viona yg baru bangun


" Yg enak masaknya,Clara sukanya ayam kecap pedas? Nanti nggak enak lagi masaknya,kan mubadzir " Ucap Ibu Sarti sinis


" Apapun masakan Ibu Yolan aku suka kok,kan Ibu kandung lebih mengerti anaknya ketimbang Ibu sambung " ujarku berucap santai


Ekspresi ibu Sarti berubah masam lalu beranjak meninggalkan dapur


" Jangan begitu akh ? nggak baik " ujar ibu Yolan tertawa mencolek daguku


" Iya ,iya ? ibu tahu... jangan cemberut gitu dong? jelek tahu "


Aku tersenyum menatap Ibu lalu mencium pipinya lagi


" Sayang deh sama ibu ?"


Ibu Yolan mencubit pipiku karena gemas


Ting .. tong ... bunyi bel rumah


" Bukain pintu las ?" ucap Ibu menyuruh Bu lastri


" Baik nyonya ?" balasnya bergegas membuka pintu


Bu Lastri masuk bersama Biantara


" Pagi tante Yolan ? ... " sapa Bian menyalami Ibu


" Pagi sayang .." ucapnya mengusap kepalaku


Aku tersenyum malu, bisa-bisanya Bian manggil begitu di depan ibu


Ibu Yolanda menatapku dan Biantara


" Kalian pacaran ?" tanyanya


Aku menggaruk kepalaku yg tidak gatal,dasar Bian ini? nggak bisa apa hubungannya di sembunyikan dulu.


" I-i iya Bu ? " jawabku gugup


" Kok gugup gitu sayang,nggak apa-apa dong ? Ibu malah senang kalian pacaran,lagian Bian orangnya baik dan pantas sama kamu ?" Ujar Ibu

__ADS_1


" Tuh dengerin sayang ?" sewot Bian dengan muka cemberut


Aku dan Ibu tertawa melihat ekspersi Bian merajuk


" Ya elahhh .. sifat aslinya keluar juga tuh ?" goda Ibu


" Pura-pura lah Tante ? biar anak Tante peka ?" balas Bian mengedipkan mata


" Dihhh genitnya ... " ucapku mencubit pinggang Bian


Bian meringis kesakitan karena cubitanku


Sarapan pagi terhidang di meja,kami makan bersama


Ibu Sarti sejak tadi melirik tidak suka ke arah Ibu Yolanda,aku paham.


Mungkin dia iri melihat kedekatan kami?


" Clara,kata Deni dia suruh bayar uang seragam sama buku di sekolah barunya? " ucap Ibu Sarti


" Nanti aku ambilkan ? ... " balasku tanpa menoleh


Untuk kebutuhan Deni dan Viona menjadi tanggung jawabku sekarang,aku sangat menyayanginya dan sudah aku anggap adik sendiri


Tapi untuk Ibu Sarti,aku lepas tangan?


malas menghidupi dia lagi,sudah cukup selama ini mereka memanfaatkan aku


Setelah menghabiskan sarapan,Bian menunggu di Ruang tamu di temani Ibu Yolanda


" Yuk berangkat ... " ajakku pada Bian setelah bersiap ke kantor


Bian berdiri " Yuk ? Tante ? kami ke kantor dulu ya ?"


pamitnya pada Ibu


" Iya, hati-hati bawa mobilnya bian ? " balas ibu kemudian aku mengalaminya


Ibu mengantar kami sampai depan rumah


Di mobil


" Gimana ibu Yolan ?" tanya Bian padaku


" Baik,sangat baik? benar katamu.. Ibu Yolan nggak salah,Terlihat perlakuannya sangat tulus sama aku,berbeda dengan Ibu Sarti yg bermuka dua.


Bu Lastri kepala pelayan juga kerap curiga dengan Ibu Sarti,sifatnya semena-mena sama pelayan di rumah,aku jadi kasihan sama mereka bi ?.."


Bian menghela nafas " Mau kamu gimana sekarang .."


" Nggak tahu lah,aku pusing ? mungkin sebagai gantinya aku kasih bonus mereka saja kali ya ?"


" Ya nggak apa-apa sih, itung-itung tambahan buat mereka selama bekerja " balas Bian


Tidak terasa mobil Bian memasuki kantorku,aku turun dan Bian melajukan mobilnya kembali menuju kantornya


" Selamat pagi Nona ?" sapa karyawan membungkuk hormat


Banyak sekali berkas di meja kerjaku " Huftt ... alamat harus lembur nih,kayaknya aku butuh asisten baru deh ?" gumamku menatap dokumen-dokumen itu


Aku memposting lowongan kerja sebagai asisten untukku


Sintia masuk membacakan jadwalku hari ini sangat padat


mana harus lembur lagi?


Aku menelfon rumah menyuruh Ibu datang ke kantor untuk membantu pekerjaanku yg menumpuk


Ibu Yolanda dulu wanita karier,aku yakin pasti Ibu bisa aku andalkan selama aku meeting

__ADS_1


*** Bersambung ...


__ADS_2