
POV Clara
Sebelum aku menjenguk ibu aku lebih dulu mengumpulkan para pelayan di rumah
disana ada Ibu Sarti juga bersama Viona,hari ini Deni sudah aku daftarkan kembali sekolah di Jakarta
" Siapa dari kalian yg kemarin masuk kamar saya !" tanyaku pada pelayan
" Saya Nona... " ibu Lastri mengacungkan jari
Selama inilah dia yg aku tugaskan untuk membersihkan kamarku,dia lebih bisa di percaya ketimbang yg lain
" Apa ibu Lastri tahu set perhiasan saya hilang di dalam laci " ujarku
" Saya tidak tahu Nona,karena saya tidak berani membuka-buka laci,apalagi yg lain nona ?
Tugas saya hanya membersihkan saja,saya berani bersumpah tidak mencurinya nona ?" jawab Bu Lastri dengan lantang
" Halahh .. mana ada maling ngaku ?" ujar Bu Sarti ikut nimbrung
Bu Lastri menatap sinis ke arah Bu Sarti " Saya memang bukan maling .. bisa aja Ibu yg curi,kemarin kan ibu yg masuk kamar Nona Clara waktu saya mau memanggil Nona Clara untuk makan malam,terus ibu bilang biar ibu Sarti saja yg panggil?
dan kenapa ibu lama sekali,sampai Viona kelaparan menunggu Ibu menyuapi "
uhukkkk uhukkkk !!..
Ibu Sarti terbatuk
" Oh itu,anu emm ? saya nungguin Clara mandi .." jawab Bu Lastri salah tingkah
" Selain itu siapa lagi yg masuk kamar saya ?" ujarku
" Tidak ada Nona ?" jawab mereka serempak
" Baiklah,Kalau nggak ada yg mau ngaku biar borokan tuh tangan yg nyuri ? saya pergi dulu .. '' ucapku
Bu Sarti gelagapan,mungkin takut ucapanku beneran terkabul
Ya,awas saja setelah ini ?
Rantang berisi makanan ayam kecap favorit ditambah lauk lainnya aku bawa,setelah itu Aku bergegas menjemput ibu Yolanda ke kantor polisi di temani pengacara
Ibu Yolanda di panggil oleh penjaga sel tahanan,saat keluar aku memeluknya erat
Betapa aku rindu sosok ibu merasakan pelukan hangat darinya,setelah berpelukan kita makan berdua
Ibu menyuapi aku,aku menyuapi ibu ? rasanya nikmat sekali?
Baru kali ini aku merasakan kehangatan bersama ibu kandungku.
Aku berjanji setelah Ibu pulang,aku akan menjadi anak yg baik dan berbakti padanya
Selama ini Ibu Yolanda melindungiku dari ancaman Opa Vincent dan Ayah Jovanka
Aku salut ibu mau bertahan sementara dirinya tertekan tinggal bersama mereka
Setelah tiga puluh menit ibu di masukan ke dalam sel tahanan kembali
Aku dan pengacaraku mencabut tuntutan Ibu mengurusnya di kantor polisi
Empat jam sudah kami menunggu akhirnya Ibu Yolanda di bebaskan tanpa syarat oleh pihak kepolisian
Ibu Yolanda keluar dari sel tahanan berganti baju yg aku bawakan dari rumah.
Sebelum pulang kami pamit sama ayah dan opa?
Kelihatan sekali mereka marah dan tidak terima Ibu di bebaskan sendirian
Aku acuh dan tak perduli,biarkan saja mereka terus merasakan dinginnya dalam sel
__ADS_1
Kami akhirnya pulang,tak ada gurat kesedihan di wajah Ibu setelah berpisah dengan Ayah
Aku yakin Ibu bahagia lepas dari mereka
Mobil kami memasuki pekarangan rumah
Pengacaraku pamit pulang
Kami masuk di sambut baik oleh para pelayan di rumah
Ibu Sarti sempat marah aku membebaskan ibu,katanya dia bersalah
padahal dirinyalah yg patut di penjara atas apa yg sudah Ibu Sarti rencanakan padaku
" Bu.. boleh kan aku tidur sama ibu malam ini ?" ujarku berbaring di samping ibu
" Tentu boleh sayang ? kamu kan anak Ibu " jawabnya lembut mengusap pucuk kepalaku
Aku senang,akhirnya bisa berkumpul sama ibu kandungku meskipun tanpa ayah
Esok pagi
Ibu Yolanda membantu pelayan memasak di dapur
" Masak apa Bu .. " tanyaku menghampiri dan mencium pipinya
Ibu tersenyum karena tingkahku yg manja " Ayam kecap .. katanya kamu suka ayam kecap? jadi ibu masakin banyak nih ?"
Terlihat Ibu Sarti menghampiiri sambil menggendong Viona yg baru bangun
" Yg enak masaknya,Clara sukanya ayam kecap pedas? Nanti nggak enak lagi masaknya,kan mubadzir " Ucap Ibu Sarti sinis
" Apapun masakan Ibu Yolan aku suka kok,kan Ibu kandung lebih mengerti anaknya ketimbang Ibu sambung " ujarku berucap santai
Ekspresi ibu Sarti berubah masam lalu beranjak meninggalkan dapur
" Jangan begitu akh ? nggak baik " ujar ibu Yolan tertawa mencolek daguku
" Iya ,iya ? ibu tahu... jangan cemberut gitu dong? jelek tahu "
Aku tersenyum menatap Ibu lalu mencium pipinya lagi
" Sayang deh sama ibu ?"
Ibu Yolan mencubit pipiku karena gemas
Ting .. tong ... bunyi bel rumah
" Bukain pintu las ?" ucap Ibu menyuruh Bu lastri
" Baik nyonya ?" balasnya bergegas membuka pintu
Bu Lastri masuk bersama Biantara
" Pagi tante Yolan ? ... " sapa Bian menyalami Ibu
" Pagi sayang .." ucapnya mengusap kepalaku
Aku tersenyum malu, bisa-bisanya Bian manggil begitu di depan ibu
Ibu Yolanda menatapku dan Biantara
" Kalian pacaran ?" tanyanya
Aku menggaruk kepalaku yg tidak gatal,dasar Bian ini? nggak bisa apa hubungannya di sembunyikan dulu.
" I-i iya Bu ? " jawabku gugup
" Kok gugup gitu sayang,nggak apa-apa dong ? Ibu malah senang kalian pacaran,lagian Bian orangnya baik dan pantas sama kamu ?" Ujar Ibu
__ADS_1
" Tuh dengerin sayang ?" sewot Bian dengan muka cemberut
Aku dan Ibu tertawa melihat ekspersi Bian merajuk
" Ya elahhh .. sifat aslinya keluar juga tuh ?" goda Ibu
" Pura-pura lah Tante ? biar anak Tante peka ?" balas Bian mengedipkan mata
" Dihhh genitnya ... " ucapku mencubit pinggang Bian
Bian meringis kesakitan karena cubitanku
Sarapan pagi terhidang di meja,kami makan bersama
Ibu Sarti sejak tadi melirik tidak suka ke arah Ibu Yolanda,aku paham.
Mungkin dia iri melihat kedekatan kami?
" Clara,kata Deni dia suruh bayar uang seragam sama buku di sekolah barunya? " ucap Ibu Sarti
" Nanti aku ambilkan ? ... " balasku tanpa menoleh
Untuk kebutuhan Deni dan Viona menjadi tanggung jawabku sekarang,aku sangat menyayanginya dan sudah aku anggap adik sendiri
Tapi untuk Ibu Sarti,aku lepas tangan?
malas menghidupi dia lagi,sudah cukup selama ini mereka memanfaatkan aku
Setelah menghabiskan sarapan,Bian menunggu di Ruang tamu di temani Ibu Yolanda
" Yuk berangkat ... " ajakku pada Bian setelah bersiap ke kantor
Bian berdiri " Yuk ? Tante ? kami ke kantor dulu ya ?"
pamitnya pada Ibu
" Iya, hati-hati bawa mobilnya bian ? " balas ibu kemudian aku mengalaminya
Ibu mengantar kami sampai depan rumah
Di mobil
" Gimana ibu Yolan ?" tanya Bian padaku
" Baik,sangat baik? benar katamu.. Ibu Yolan nggak salah,Terlihat perlakuannya sangat tulus sama aku,berbeda dengan Ibu Sarti yg bermuka dua.
Bu Lastri kepala pelayan juga kerap curiga dengan Ibu Sarti,sifatnya semena-mena sama pelayan di rumah,aku jadi kasihan sama mereka bi ?.."
Bian menghela nafas " Mau kamu gimana sekarang .."
" Nggak tahu lah,aku pusing ? mungkin sebagai gantinya aku kasih bonus mereka saja kali ya ?"
" Ya nggak apa-apa sih, itung-itung tambahan buat mereka selama bekerja " balas Bian
Tidak terasa mobil Bian memasuki kantorku,aku turun dan Bian melajukan mobilnya kembali menuju kantornya
" Selamat pagi Nona ?" sapa karyawan membungkuk hormat
Banyak sekali berkas di meja kerjaku " Huftt ... alamat harus lembur nih,kayaknya aku butuh asisten baru deh ?" gumamku menatap dokumen-dokumen itu
Aku memposting lowongan kerja sebagai asisten untukku
Sintia masuk membacakan jadwalku hari ini sangat padat
mana harus lembur lagi?
Aku menelfon rumah menyuruh Ibu datang ke kantor untuk membantu pekerjaanku yg menumpuk
Ibu Yolanda dulu wanita karier,aku yakin pasti Ibu bisa aku andalkan selama aku meeting
__ADS_1
*** Bersambung ...