
POV Biantara
Aku senang Clara menghabiskan sarapannya di suapi ibu Yolanda
Aku berdehem menyadarkan anak dan ibu yang sedang bercanda tawa usai sarapan
Ibu Yolanda tau kode yang aku berikan bergegas keluar membawa nampan berisi piring kotor bekas sarapan Clara
Clara menepuk ranjang sebelahnya menyuruhku duduk sambil tersenyum
Aku melangkah mendekatinya dan duduk di sebelah Clara
Baru sebentar aku bahagia, Clara mengajakku mengunjungi Tuan Jovanka dan Tuan Vintcen di penjara
Tentu aku tak mau, untuk apa berkunjung kesana
Menjenguk orang yang sudah menelantarkan istriku sejak bayi
Siapa yang bisa memaafkan orang sejahat itu,sama oma Ariana saja aku belum percaya sepenuhnya bahwa dia sudah berubah
Clara terdiam, melanjutkan istirahat kembali setelah meminum obat
Dia terlelap dengan nyenyak nya sambil memegangi lengan kiriku
Aku beranjak pelan-pelan dari ranjang melepaskan tangan Clara dari lengan ini
Beruntung Clara tidak bangun, aku bisa bernafas lega
Aku mandi dan bersiap-siap, tujuanku sekarang pulang ke rumah menemui mama, Papa dari kemarin tidak pulang, dia merawat kakek di bogor sana
Mama pasti menungguku sejak lama, sejak aku menikah, pulang ke rumah hanya sebulan sekali
" Eh, Tuan Bian kapan pulang?? " tanya bi sumi asisten rumah tangga saat aku baru sampai menginjakan kaki di ruang tamu
Aku menghentikan langkah, menoleh ke arah bi sumi
" Baru saja bi sumi,, kenapa? " tanyaku
" Kebetulan sekali Tuan pulang,, Nyonya Jasmine sejak kemarin ribut sama Tuan besar, Tuan?
Nyonya Jasmine terus menanyakan keberadaan Tuan Bian, bahkan Nyonya Jasmine sempat bertengkar gara-gara mau berkunjung ke rumah Istri Tuan Bian katanya?
Ngomong-ngomong, apa benar Tuan Bian sudah menikah " tanya Bi sumi penasaran
" Ya,, dua bulan lalu saya telah menikahi pujaan hati saya Bi sumi,, do'akan ya, semoga pernikahan kami langgeng sampai akhir hayat kami " balas ku
" Alhamdulillah,, akhirnya, tentu Tuan, do'a saya menyertai Tuan " Bi sumi girang mendapat kabar aku telah menikah
" Terimakasih Bi sumi??
Oh iya, mama dimana bi " aku celingukan mencari mama
" Nyonya Jasmine ada di kamar Tuan,, Tapi dari kemarin Tuan besar belum pulang "
" Papa di bogor bi sumi,, kakek sakit, papa nggak tega meninggalkan kakek sendirian? " balasku
Aku mencari mama di kamar
Tok tok tok
" Ma,, mama? " teriaku di depan pintu
Krek
Mama membuka pintu, rambutnya masih basah di balut handuk
" Mama habis mandi " tanyaku
Mama diam menatapku tanpa berkedip, entah apa yang dia pikirkan
__ADS_1
" Mana istrimu?? " tanyanya tiba-tiba
Aku menghela nafas berat, benar kata papa
Mama sudah tahu semuanya
" Ada di rumah ma,, istriku masih sakit, masih butuh istirahat yang cukup "
Mama memutar bola matanya
" Bilang saja nggak mau di ajak kesini, ya kan?
memang ya, istri pilihan kamu itu bukan menantu idaman mama.
Masih mending sama Naumi, sudah cantik, berpendidikan, anggun, idaman mama banget?? " ucapnya
" Yang menikah sebenarnya mama atau Bian sih,,
Bian lebih tahu, mana yang terbaik untuk diri sendiri, lagian Clara lebih segala-galanya dari Naumi.
Clara yang terbaik di hati aku, dia istri idamanku ma, untuk apa mama terus membanggakan Naumi.
Sampai kapan pun Bian nggak akan pernah mencintai Naumi! " Aku berteriak saking kesalnya sama mama
" Kurang ajar kamu Bian!
Berani sama mama, pasti karena wanita itu kan, kamu di ajarin kurang ajar dan melawan mama.
Dasarnya wanita kampung tetap saja kampungan! " Mama terus menjelek-jelekan Clara di depanku
Aku baru tahu sifat asli mama, ternyata dia sama jahatnya seperti keluarga istriku yang membuangnya
" Oh ya ??
Jangan lupakan, mama juga dari kampung, kalau bukan karena papa, mama masih hidup miskin di sana " Balasku dengan tegas sambil menatap tajam mama
Plak!
Panas, perih bercampur jadi satu aku rasakan
" Ayo pukul lagi ma?,, pukul!! " aku berteriak menantang mama
Kesabaranku sudah habis, mama sudah berubah, tidak sebaik dan selembut dulu
Plak plak plak
Tiga kali mama menampar pipi ini dengan kuatnya
" Anak durhaka!!
Menyesal mama melahirkan kamu Bian!
Kamu sama saja seperti Adrian, seenaknya memperlakukan mama, mentanh-mentang mama orang miskin, seenaknya saja menindas mama!! " teriaknya
" Jangan menyalahkan orang lain ma,, semua itu salah mama.
Harusnya mama bisa introspeksi diri, tidak semua orang kaya memilih-milih wanita untuk jadi istrinya.
Dan nggak semua orang kaya mau di jodoh-jodohkan!! "
" Mama nggak perduli !
Ceraikan istrimu sekarang juga,atau mama bunuh diri! " Mama berlari ke kamar mengambil gunting dari dalam laci
Mama mengarahkan gunting itu ke perutnya
" Lihat Bian!! lihat!!
Mama akan bunuh diri di depanmu kalau kamu tidak menceraikan istrimu secepatnya!! "
__ADS_1
Aku tersenyum sinis, Mama hanya menggertak saja, agar aku mau menuruti menceraikan Clara
" Silahkan ,, aku tak perduli " ucapku dengan entengnya dan membuang muka ke arah samping
Malas berhadapan sama mama
" Oke,, Mama peringatkan kamu, jangan pernah menyesal jika mama mati!! "
Jleb!!
Aku menoleh terkejut
" Tidak!!! mama!!! " aku berteriak histeris melihat perut mama sudah berlumuran darah
Mama nekat menusukan gunting di perutnya sendiri, ternyata mama tidak main-main sama ucapannya
"Maafin Bian ma,, maafin Bian??? " lirih ku terisak, aku menyesal telah menyepelekan mama
Asisten rumah tangga dan satpam datang terpogoh-pogoh mendengar teriakanku
" Cepat bawa mama ke mobil " titah ku pada satpam rumah
Mereka berdua menggotong mama ke dalam mobil
Sementara asisten rumah tangga sibuk membersihkan darah di lantai
Aku kasihan sama mama, gunting itu masih tertancap di perut mama
Darah segar terus mengalir deras
Aku panik menyuruh satpam mengelap darah itu menggunakan kain
Aku menyetir mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat
Di rumah sakit, perawat dengan sigap mendekat ke arah kami yang baru saja turun dari mobil sambil membawa brankar
" Tolong selamatkan mama saya suster " ucapku mengikuti suster dan perawat membawa mama ke ruang UGD
" Maaf Tuan, anda tidak di perbolehkan masuk, anda bisa menunggu di luar " ucap suster sambil menutup pintu
Aku mengangguk, pikiranku kacau saat ini
Selang beberapa menit, dokter datang dan masuk ke ruang UGD untuk memeriksa kondisi mama
Aku duduk di kursi, lama sekali mama di periksa
Sepertinya luka tusukan di perut mama cukup dalam
" Mengapa masalah datang bertubi-tubi padaku? " batinku menjerit-jerit
Belum lagi istriku di rumah, dan kakek pun juga sedang sakit
Harus bagaimana lagi aku?
Ingin mengabari papa, tapi aku takut papa berpikiran macam-macam dan kondisinya drop
Dokter yang memeriksa mama akhirnya keluar
" Gimana kondisi mama saya dok? " tanyaku
Dokter menghela nafas berat
" Luka di perut Nyonya Jasmine cukup dalam, beliau harus mendapatkan perawatan yang serius.
Terpaksa Nyonya Jasmine harus di operasi, saya minta persetujuan keluarga untuk melaksanakan operasi itu. "
" Lakukan yang terbaik untuk mama saya dok, berapapun biayanya "
__ADS_1
Dokter itu mengangguk dan masuk kembali untuk melakukan operasi pada mama