Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 40


__ADS_3

Vincten kembali ke rumah sakit


Kondisi Jovan semakin lemah,ia bingung dimana lagi ia mencari pendonor untuk sang anak


Semntara Daniel dan Yolanda mencari pendonor lewat akun media sosialnya


Ada akun bernama Anak terbuang yg mengomentari status Daniel


Sebenarnya ia adalah Clara yg menyamar sebagai pendonor untuk Jovan sang ayah


Anak terbuang " Golongan darah saya AB,saya bisa manjadi pendonor untuk orang tua anda?"


Daniel " Benarkah,kalau gitu cepatlah datang kesini? Nyawa ayah saya harus segera di tolong ?"


Anak terbuang " Ada syaratnya Tuan ? Ini tidak gratis "


Daniel " Apapun syarat yg anda minta saya turuti setelah anda benar-benar menjadi pendonor untuk ayah saya ?"


Anak terbuang " Baiklah,kirimkan lokasinya ?"


Daniel segera mengirimkan lokasi rumah sakit tempat ayahnya di rawat


Sementara Clara tersenyum penuh arti,sekarang waktunya untuk balas dendam pada mereka


Ia meminta Biantara untuk menuliskan sebuah perjanjian di atas kertas materai yg bertuliskan seluruh Aset milik keluarga Adtmaja akan jatuh ke tangan cucu kandungnya jika yg bersangkutan bertanda tangan di atas kertas materai itu


Mudah baginya mengambil alih semua yg mereka punya,dengan mengelabui Daniel


Clara mendapat informasi dari Biantara jika harta sang kakek kandungnya telah ia wariskan pada Daniel secara Sah di mata hukum


Clara mengenakan pakaian tertutup dan memakai masker menuju rumah sakit,tujuannya agar keluarga sang ayah tidak mengenali dirinya


" Selamat siang? " sapa Clara bertemu Daniel di loby rumah sakit


" Siang? Apa anda yg mau mendonorkan darah untuk ayah saya ?"


Clara mengangguk


" Baiklah,kita cek langsung ?" ucap Daniel semangat


" Tunggu ! "


Daniel menghentikan langkahnya


" Sudah saya katakan ini tidak gratis,cepat tanda tangani surat ini ?" Clara menyodorkan surat perjanjian dan pulpen pada Daniel


Berhubung kondisi Jovan semakin kritis,Daniel tidak sempat membaca isi dari surat tersebut,ia menyambar pulpen ditangan Clara gegas menandatanganinya


Bagi Daniel keselamatan ayahnya lebih penting dari pada buang-buang waktu


Clara tersenyum puas,dimasukan surat itu ke dalam tas yg ia bawa lalu menyusul Daniel yg berjalan lebih dulu


Golongan darah pendonor kali ini cocok,Daniel senang akhirnya ia bisa menyelamatkan sang ayah


Setelah mendonorkan darahnya Clara langsung pulang tanpa pamit


Daniel mencari orang yg baru saja mendonorkan darahnya untuk sang ayah,namun tak di temukan di tempat manapun


Daniel berpikir orang itu sangat baik,mau menolong ayahnya tanpa meminta imbalan ? Tapi siapa sangka,Clara telah memanfaatkan Daniel


Sejujurnya Clara lelah dengan hidupnya yg serba kekurangan,di telantarkan orang tua kandung

__ADS_1


Sementara orang tua kandungnya selalu membahagiakan anak orang lain yg bukan darah dagingnya sendiri


Sekarang waktunya Clara membalikan keadaan,orang tuanya sebentar lagi miskin?


Sementara dirinya akan merasakan senangnya menjadi orang kaya


Clara sebenarnya pintar,selalu mendapat prestasi disekolah SMA dulu,ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan kuliah,namun di tolak? Clara kasihan dengan Sarti yg tinggal sendirian di desa tidak ada yg membantunya mencari nafkah,apalagi suaminya suka main judi,lebih baik membantu sarti mencari uang untuk biaya sekolah sang adik


Meskipun Sarti ibu angkat,tapi Clara menyayanginya melebihi orang tua kandung


Clara mencari Biantara yg menunggu di parkiran


" Cepat pergi sebelum mereka mencari aku ?"


Bian mengangguk


Di perjalanan pulang


" Bagaimana ra,kamu berhasil.?"


" Heumm ? " jawab Clara tersenyum manis


Bian terpana menatap senyuman Clara,ia selalu terpesona dengan senyuman Clara yg menambah kecantikannya


" Awas Tuan ?" ucap Clara, hampir saja mobil yg di kendarai Biantara menabrak orang yg ingin menyebrang


Ckiitttt ! Bian ngerem mendadak


Biantara mengelus dada karena kaget,untung saja tidak sampai menabrak orang itu


" Lain kali hati-hati Tuan ? Kalau orang itu ketabrak beneran gimana " gerutu Clara kesal,bisa-bisanya Bian menyetir tidak memperhatikan jalan


" Maaf ra? "


Biantara menyetir mobilnya kembali dengan pelan dan hati-hati


" Ara ?" panggil Bian


entah kenapa Bian lebih suka memanggil Clara dengan sebutan Ara


" Apa ?" jawab Clara cuek


" Kapan kamu mulai rencananya ? Bukankah Daniel sudah menanda tangani surat itu " tanya Bian ingin tahu,Bian khawatir pada Clara


Ia takut terjadi sesuatu yg tak di inginkan,apalagi Vintcen mempunyai banyak body guard yg setia menjaganya dari hal buruk yg menimpa dirinya


" Gampang ? Kamu tau siapa aku? Akulah cucu kandung Tuan Vintcen,anak dari Ibu Yolanda dan ayah Jovan,kalau mereka macam-macam,siap-siap saja reputasinya sebagai pembisnis hancur dalam sekejap.


Jika semua publik tau pengusaha kaya seperti Tuan Vintcen membuang cucu kandungnya sendiri,pasti banyak pengusaha lain memandang buruk mereka ?" terang Clara tersenyum menyeringai


Bian mengangguk paham


" Aku akan membantu ?"


" Tapi Tuan?" Clara heran mengapa Bian mau membantunya sejauh ini,bahkan dia juga yg sudah menemukan siapa orang tua kandunnya


" Tidak ada tapi-tapian ?" jawab Bian dengan tegas


Clara menghela nafas panjang,pasrah saja apa yg dilakukan Bian


Mobil Bian memasuki pekarangan rumah Celline

__ADS_1


" Aku tidak turun,sudah beberapa hari ini setelah kepulanganku belum pernah sekali pun pulang ke rumahku sendiri ?" ucap Bian pada Clara


Clara mengangguk paham


Selama ini Bian selalu menginap di rumah Ibu Celline


Bahkan Clara saja belum pernah melihat wajah orang tua Bian


**


Di kediaman keluarga Wijaya


Tin tin !


Bian membunyikan klakson di depan gerbang rumahnya yg menjulang tinggi


Pintu gerbang otomatis terbuka sendiri


Para pengawal yg berjaga melihat mobil Tuan mudanya memasuki pekarangan rumah


Biantara turun dari mobil


" Selamat datang kembali Tuan muda ?" ucap mereka kompak membungkuk hormat


" Terimakasih ?" balas Bian dengan tersenyum


Para pengawalnya saling lirik,sejak kapan Tuan mudanya mau membalas sapaan mereka ?


Biasanya ia selalu cuek dan dingin,sepertinya sifat Tuan mudanya yg seperti es telah mencair


Biantara memasuki rumahnya


Pelayan menyambut Bian dengan hormat


" Selamat datang kembali Tuan muda " sapa mereka membungkukan badan


" Terimakasih ?" jawab Bian menampilkan senyuman termanis


Senyuman Bian membuat pelayannya termehek-mehek,begitu indahnya ciptaan Tuhan yg satu ini ?


Sifat ramahnya bikin mereka heran,biasanya Tuan mudanya acuh terhadap pelayan wanita


Adrian dan Jasmine yg sedang makan sampai tersedak makanannya melihat sosok Bian yg berdiri tak jauh dari mereka


" I-iitu Bian pa ?" tanya Jasmine terkejut


Adrian mengangguk,Jasmine memundurkan kursinya beranjak menghampiri putra kesayangannya itu


" Astaga Bian,mengapa kamu tidak mengabari mama kalau pulang hari ini ?" Jasmine ingin memeluk putranya namun di cegah Bian


Jasmine mengerutkan dahi,Tidak biasanya putranya tak mau di peluk


Bian mengulurkan tangannya,Jasmine pun membalas uluran tangan Bian


Di ciumnya punggung tangan sang mama dengan takzim


Adrian,jasmine dan pelayan disana melongo melihat Bian berubah setelah pulang dari rumah sang kakek


Bian bergegas menghampiri Adrian


Ia melakukan hal yg sama,mencium punggung tangan papanya dengan takzim

__ADS_1


__ADS_2