
Vincten kembali ke rumah sakit
Kondisi Jovan semakin lemah,ia bingung dimana lagi ia mencari pendonor untuk sang anak
Semntara Daniel dan Yolanda mencari pendonor lewat akun media sosialnya
Ada akun bernama Anak terbuang yg mengomentari status Daniel
Sebenarnya ia adalah Clara yg menyamar sebagai pendonor untuk Jovan sang ayah
Anak terbuang " Golongan darah saya AB,saya bisa manjadi pendonor untuk orang tua anda?"
Daniel " Benarkah,kalau gitu cepatlah datang kesini? Nyawa ayah saya harus segera di tolong ?"
Anak terbuang " Ada syaratnya Tuan ? Ini tidak gratis "
Daniel " Apapun syarat yg anda minta saya turuti setelah anda benar-benar menjadi pendonor untuk ayah saya ?"
Anak terbuang " Baiklah,kirimkan lokasinya ?"
Daniel segera mengirimkan lokasi rumah sakit tempat ayahnya di rawat
Sementara Clara tersenyum penuh arti,sekarang waktunya untuk balas dendam pada mereka
Ia meminta Biantara untuk menuliskan sebuah perjanjian di atas kertas materai yg bertuliskan seluruh Aset milik keluarga Adtmaja akan jatuh ke tangan cucu kandungnya jika yg bersangkutan bertanda tangan di atas kertas materai itu
Mudah baginya mengambil alih semua yg mereka punya,dengan mengelabui Daniel
Clara mendapat informasi dari Biantara jika harta sang kakek kandungnya telah ia wariskan pada Daniel secara Sah di mata hukum
Clara mengenakan pakaian tertutup dan memakai masker menuju rumah sakit,tujuannya agar keluarga sang ayah tidak mengenali dirinya
" Selamat siang? " sapa Clara bertemu Daniel di loby rumah sakit
" Siang? Apa anda yg mau mendonorkan darah untuk ayah saya ?"
Clara mengangguk
" Baiklah,kita cek langsung ?" ucap Daniel semangat
" Tunggu ! "
Daniel menghentikan langkahnya
" Sudah saya katakan ini tidak gratis,cepat tanda tangani surat ini ?" Clara menyodorkan surat perjanjian dan pulpen pada Daniel
Berhubung kondisi Jovan semakin kritis,Daniel tidak sempat membaca isi dari surat tersebut,ia menyambar pulpen ditangan Clara gegas menandatanganinya
Bagi Daniel keselamatan ayahnya lebih penting dari pada buang-buang waktu
Clara tersenyum puas,dimasukan surat itu ke dalam tas yg ia bawa lalu menyusul Daniel yg berjalan lebih dulu
Golongan darah pendonor kali ini cocok,Daniel senang akhirnya ia bisa menyelamatkan sang ayah
Setelah mendonorkan darahnya Clara langsung pulang tanpa pamit
Daniel mencari orang yg baru saja mendonorkan darahnya untuk sang ayah,namun tak di temukan di tempat manapun
Daniel berpikir orang itu sangat baik,mau menolong ayahnya tanpa meminta imbalan ? Tapi siapa sangka,Clara telah memanfaatkan Daniel
Sejujurnya Clara lelah dengan hidupnya yg serba kekurangan,di telantarkan orang tua kandung
__ADS_1
Sementara orang tua kandungnya selalu membahagiakan anak orang lain yg bukan darah dagingnya sendiri
Sekarang waktunya Clara membalikan keadaan,orang tuanya sebentar lagi miskin?
Sementara dirinya akan merasakan senangnya menjadi orang kaya
Clara sebenarnya pintar,selalu mendapat prestasi disekolah SMA dulu,ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan kuliah,namun di tolak? Clara kasihan dengan Sarti yg tinggal sendirian di desa tidak ada yg membantunya mencari nafkah,apalagi suaminya suka main judi,lebih baik membantu sarti mencari uang untuk biaya sekolah sang adik
Meskipun Sarti ibu angkat,tapi Clara menyayanginya melebihi orang tua kandung
Clara mencari Biantara yg menunggu di parkiran
" Cepat pergi sebelum mereka mencari aku ?"
Bian mengangguk
Di perjalanan pulang
" Bagaimana ra,kamu berhasil.?"
" Heumm ? " jawab Clara tersenyum manis
Bian terpana menatap senyuman Clara,ia selalu terpesona dengan senyuman Clara yg menambah kecantikannya
" Awas Tuan ?" ucap Clara, hampir saja mobil yg di kendarai Biantara menabrak orang yg ingin menyebrang
Ckiitttt ! Bian ngerem mendadak
Biantara mengelus dada karena kaget,untung saja tidak sampai menabrak orang itu
" Lain kali hati-hati Tuan ? Kalau orang itu ketabrak beneran gimana " gerutu Clara kesal,bisa-bisanya Bian menyetir tidak memperhatikan jalan
" Maaf ra? "
Biantara menyetir mobilnya kembali dengan pelan dan hati-hati
" Ara ?" panggil Bian
entah kenapa Bian lebih suka memanggil Clara dengan sebutan Ara
" Apa ?" jawab Clara cuek
" Kapan kamu mulai rencananya ? Bukankah Daniel sudah menanda tangani surat itu " tanya Bian ingin tahu,Bian khawatir pada Clara
Ia takut terjadi sesuatu yg tak di inginkan,apalagi Vintcen mempunyai banyak body guard yg setia menjaganya dari hal buruk yg menimpa dirinya
" Gampang ? Kamu tau siapa aku? Akulah cucu kandung Tuan Vintcen,anak dari Ibu Yolanda dan ayah Jovan,kalau mereka macam-macam,siap-siap saja reputasinya sebagai pembisnis hancur dalam sekejap.
Jika semua publik tau pengusaha kaya seperti Tuan Vintcen membuang cucu kandungnya sendiri,pasti banyak pengusaha lain memandang buruk mereka ?" terang Clara tersenyum menyeringai
Bian mengangguk paham
" Aku akan membantu ?"
" Tapi Tuan?" Clara heran mengapa Bian mau membantunya sejauh ini,bahkan dia juga yg sudah menemukan siapa orang tua kandunnya
" Tidak ada tapi-tapian ?" jawab Bian dengan tegas
Clara menghela nafas panjang,pasrah saja apa yg dilakukan Bian
Mobil Bian memasuki pekarangan rumah Celline
__ADS_1
" Aku tidak turun,sudah beberapa hari ini setelah kepulanganku belum pernah sekali pun pulang ke rumahku sendiri ?" ucap Bian pada Clara
Clara mengangguk paham
Selama ini Bian selalu menginap di rumah Ibu Celline
Bahkan Clara saja belum pernah melihat wajah orang tua Bian
**
Di kediaman keluarga Wijaya
Tin tin !
Bian membunyikan klakson di depan gerbang rumahnya yg menjulang tinggi
Pintu gerbang otomatis terbuka sendiri
Para pengawal yg berjaga melihat mobil Tuan mudanya memasuki pekarangan rumah
Biantara turun dari mobil
" Selamat datang kembali Tuan muda ?" ucap mereka kompak membungkuk hormat
" Terimakasih ?" balas Bian dengan tersenyum
Para pengawalnya saling lirik,sejak kapan Tuan mudanya mau membalas sapaan mereka ?
Biasanya ia selalu cuek dan dingin,sepertinya sifat Tuan mudanya yg seperti es telah mencair
Biantara memasuki rumahnya
Pelayan menyambut Bian dengan hormat
" Selamat datang kembali Tuan muda " sapa mereka membungkukan badan
" Terimakasih ?" jawab Bian menampilkan senyuman termanis
Senyuman Bian membuat pelayannya termehek-mehek,begitu indahnya ciptaan Tuhan yg satu ini ?
Sifat ramahnya bikin mereka heran,biasanya Tuan mudanya acuh terhadap pelayan wanita
Adrian dan Jasmine yg sedang makan sampai tersedak makanannya melihat sosok Bian yg berdiri tak jauh dari mereka
" I-iitu Bian pa ?" tanya Jasmine terkejut
Adrian mengangguk,Jasmine memundurkan kursinya beranjak menghampiri putra kesayangannya itu
" Astaga Bian,mengapa kamu tidak mengabari mama kalau pulang hari ini ?" Jasmine ingin memeluk putranya namun di cegah Bian
Jasmine mengerutkan dahi,Tidak biasanya putranya tak mau di peluk
Bian mengulurkan tangannya,Jasmine pun membalas uluran tangan Bian
Di ciumnya punggung tangan sang mama dengan takzim
Adrian,jasmine dan pelayan disana melongo melihat Bian berubah setelah pulang dari rumah sang kakek
Bian bergegas menghampiri Adrian
Ia melakukan hal yg sama,mencium punggung tangan papanya dengan takzim
__ADS_1