Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 32


__ADS_3

Sepulang dari rumah celline ,jovanka mencari sang istri


"Yolan..yol ?" panggilnya berlari menuju kamar


Tidak ditemukan sang istri dikamar,jovan berlari menuruni tangga


" Nyonya yolan sedang berenang di belakang tuan ?" ucap sang pelayan memberitahu


Jovanka berlari menuju kolam renang di belakang rumah,istrinya tidak sendirian melainkan ditemani sang mama ariana


" Maaf ma.. Aku minta waktunya sebentar untuk berbicara dengan yolanda ?" ucapnya melirik yolanda di kolam renang


Ariana mengangguk


Yolanda naik dan memakai bathrobe mengikuti sang suami di belakang menuju ruang kerjanya


Pintu ditutup rapat,dikunci oleh jovan


" Kok pintunya di kunci pa.. Memang papa mau bicara apa ?" tanya yolanda lembut mengusap tangan suaminya


" Gawat ma.. Ini benar-benar gawat !"


Yolanda masih tidak mengerti apa yg di katakan sang suami


" Kamu ingat anak kita ma.? "


Yolanda mengerutkan dahi,mengapa suaminya bertanya soal anak mereka yg telah di buang ?


Firasatnya mengatakan terjadi sesuatu pada mereka berdua,tapi yolan tepis perasaan itu takut salah menduga


" Tentu aku ingat pa.. Sebenarnya mama kangen sekali dengan anak kita itu,tapi apa boleh buat? Keadaan yg memaksa kita membuangnya?


Mama ingin bertemu anak itu walau hanya sekali,memeluknya,menciumnya melepaskan rasa rindu ini padanya, tapi aku tidak tahu anak kita berada dimana ?" ucap yolanda menitikkan air mata


" Ma? Tolonglah jangan berharap anak kita kembali,kalau mama papa tau mereka bisa mengeluarkan kita dari ahli waris,lagian kita sudah punya daniel anak lelaki kita "


" Tapi daniel bukan anak kandung kita pa?"


" Sama saja ma,daniel keberuntungan untuk kita semua harta papa jatuh ke tangan daniel,aku tidak bisa bayangkan kalau mereka tahu dulu kamu melahirkan anak perempuan,sudah pasti kita jatuh miskin tidak mendapat sepeserpun warisan dari papa ?"


" Apa papa tidak takut suatu saat daniel mengetahui kita bukan orang tua kandungnya dan menendang kita dari rumah ini menjadi gelandangan di luaran sana,berpikirlah pa.. Daniel semakin dewasa ?" yolanda mengungkapkan kekhawatiran dirinya selama daniel menjadi anaknya


Ada benarnya juga ucapan istrinya,masa jovan rela harta warisan sang papa jatuh ketangan daniel yg notabenya bukan darah daging mereka


" Aku punya ide ma,kita jodohkan saja anak kita dengan daniel? Setelah menikah nanti kita ubah senua aset papa atas nama anak kita?"


" Papa jangan ngarang,kita saja tidak tahu dimana dia ?"


" Anak itu ada dirumah celline,dia bekerja sebagai pelayan di sana ?"


" Apa !! Darimana papa tahu ?" ucap yolan terkejut membelakan matanya


" Besok mama bisa lihat sendiri ?"


Jovan meninggalkan yolan yg masih berdiri mematung,tidak percaya anak yg ia rindukan ternyata di rumah temannya


Ada rasa tidak rela sang anak harus menjadi pelayan,seharusnya dialah yg dilayani bukan menjadi pelayan


Buliran bening terus menetes,yolan tidak menyangka kehidupan anaknya jauh dari kata berkecukupan,andai saja dulu mertuanya tidak menuntut untuk melahirkan anak laki-laki,sudah pasti sekarang mereka hidup bahagia bersama anak perempuannya


**


Keesokan paginya yolan sengaja datang ke rumah celline,ia ingin memastikan apakah benar ada seorang wanita yg mirip dengan sang suami


Ting tong ... ! Yolan memencet bel,dari dalam terlihat satpam membuka pintu


" Nyonya celline ada pak ?" tanya yolan


" Ada nyonya.. Sebentar ?"

__ADS_1


sang satpam bergegas memanggil celline


" Di luar ada tamu bu" ucapnya pada celline yg sedang mengoleskan selai kacang ke dalam roti tawar


" Suruh masuk saja pak ?"


Satpam menghampiri yolan,namun ia melihat nyonya yolan tidak ada di tempatnya.


" Mungkin dia sudah pulang kali ya ?" gumam satpam itu


Yolan berjalan ke rumah belakang tempat para pelayan celline beristirahat


Mencari sosok anaknya yg ia buang,dari jauh yolan melihat ada anak perempuan sedang menjemur pakaian


Kulitnya mulus,putih bak pualam,rambutnya hitam panjang tidak seperti seorang pelayan


bahkan lebih putih perempuan itu dari yolan


Yolan terus memandangi perempuan itu,saat clara berbalik yolan kaget bukan main,jantungnya berdetak sangat cepat tidak menyangka yg dikatakan sang suami benar adanya


Wajah,hidung bentuk alis dan mata sama persis dengan jovanka sang suami


Yolan ingin mendekati namun dikejutkan oleh suara satpam yg mencarinya


" Nyonya disini rupanya,saya kira sudah pulang tapi mobilnya masih ada di luar? Saya cari ternyata disini,ibu celline sudah menunggu anda nyonya ?"


" I-iya pak terimakasih ?" yolan tergagap



Satpam mengangguk " Nyonya yolan kenapa kaget begitu ya,kaya habis lihat hantu saja " batin satpam itu



Yolan menghampiri celline di meja makan,ia masih menikmati sarapan paginya dengan segelas susu dan roti tawar selai kacang




" akh tidak,kebetulan saya lewat rumahmu jadi mampir sekalian ?


Suamimu tidak ada kan " tanya yolan menengok kanan kiri


" Suamiku biasa lah,masih bertugas di luar kota?


Eh sarapan dulu yuk.. Kau pasti belum sarapan kan "


Yolanda mengangguk saja,ia memang belum sempat bersarapan karena buru-buru ke rumah celline,semalaman ia gelisah tak bisa tidur memikirkan anak kandungnya



Usai bersarapan mereka ngobrol santay di depan televisi



" Kau punya pelayan baru lin?" tanya yolanda penasaran



" Ada,baru kemarin dia bekerja ? Memang kenapa yol .. "



" Akh hanya bertanya saja kok .. " balas yolanda tidak mau bertanya lebih jauh,ia akan mencari tahu sendiri nanti



Biantara turun karena baru bangun tidur

__ADS_1


" Hoammm ...? " bian merenggangkan otot-ototnya tidak menyadari kedatangan yolanda



" Tutup mulutnya bi,bau tuh belum sikat gigi ?" ucap celline tertawa



Biantara mencari sumber suara yg ternyata ada di sebelah kanan bian



" Loh tante yolan kapan datang ?"



" Udah lama bian ?"



Biantara melihat kanan kiri,tidak ditemukan keberadaan clara



" Jangan bilang kamu nyariin clara bi " tebak tante celline melihat gelagat bian



biantara mengangguk



Celline menghela nafas panjang,keponakannya itu seperti tidak bisa berjauhan sama clara


" Lagi nyuci dia bi.. Tidak hilang kok?


Lagian kenapa sih kamu tidak bawa dia pulang ke rumah orang tuamu saja"


" Diam ,sudah ku bilang kami hanya ?" bian menggantungkan ucapanya melihat ada orang lain di sebelah tantenya



Yolanda bingung mengapa bian tidak meneruskan ucapanya



" Biantara punya pacar lin ?" tanya yolan penasaran siapa yg sudah menakhlukan hati bian yg beku



" Ada pelayan baru kemarin,namanya clara? Tapi mereka sebelumnya sudah saling kenal di bogor waktu bian tinggal di rumah papa wijaya,dia sampai mencarinya kesini loh,bian bilang wanita itu mencari orang tua kandung yg sudah membuangnya delapan belas tahun yg lalu sebelumnya dia dirawat oleh pelayanku namanya sarti " balas celline menjelaskan



Uhukk uhukk ! Yolan tersedak ludahnya sendiri,bagaimana mungkin anaknya kembali dan sekarang dekat dengan biantara,sangat mudah mengetahui siapa clara jika ada biantara di belakangnya



Yolan benar-benar syok? Mengapa harus bian mengenal clara


Itu tidak bisa di biarkan,bayangan kemiskinan ada di depan mata jika mengakui ia adalah ibu clara


yolan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memejamkan mata,ia memang rindu sekali dengan sang anak,namun yolan juga tidak mau hidup miskin


" Tidakk !" teriak yolan tidak sengaja


Biantara dan celline pun kaget mendengar yolan tiba-tiba berteriak histeris seperti ketakutan


Biantara menatap aneh pada yolanda setelah tantenya bercerita mengenai clara,dirinya langsung berteriak histeris

__ADS_1



Bian bukan orang bodoh,ia tahu pasti ada yg disembunyikan oleh tante yolanda melihat gelagat aneh yg ia perlihatkan pada bian dan tantenya


__ADS_2