
" Aku harus mencari tahu ada hubungan apa tante yolanda dengan clara " ucap biantara membatin
Bian ijin pada tante celline mencari clara
Clara membersihkan kamar milik celline dibantu wina,pelayan dirumah celline hanya lima orang, dua wanita berumur tiga puluh tahunan lalu clara dan dua gadis seumuran clara,celline tidak mempekerjaan banyak pelayan,seperti adrian sang kakak ?
" Akhirnya kelar juga win ?" ucapnya pada wina
" Iya.. Turun yuk " balas wina menenteng ember berisi peralatan bersih-bersih
Keluar dari kamar celline mereka berpapasan dengan biantara baru saja naik
" Kita harus bicara ra ?" ucap bian menarik tangan clara
" Eh eh.. Apa-apaan ini,bicara apa ?" tanya clara kebingungan
" Masalah orang tua kandungmu "
Deg ... Clara berdiri terdiam mematung ditempat
Wina heran mendengar biantara menyebut orang tua kandung clara,ada hubungan apa bian dengan orang tua clara,sepenting itukah sampai bian ikut campur urusan pribadi clara
Banyak pertanyaan di benak wina tapi ia diam saja,tidak berani bertanya
Biantara menarik clara menuruni tangga bertemu dengan yolanda
" Tante ?" panggil biantara
Yolanda dan celline kompak menoleh
biantara semakin mendekat menggandeng tangan clara
" Perkenalkan tante yolan,ini clara kekasih saya ?"
Mata yolanda mendelik menatap clara dari dekat,wajahnya foto copyan dari wajah sang suami
"Kalung itu ?" batin yolanda memperhatikan kalung yg dipakai clara sama persis dengan kalung yg ia tinggalkan bersama bayinya dulu
__ADS_1
Clara tidak mengerti mengapa wanita itu menatap dirinya tanpa berkedip
" Nyonya kenapa ?" tanya clara salah tingkah merasa diperhatikan sejak tadi
Yolanda tersadar,tidak seharusnya ia bersikap berlebihan
" Eh tidak,namamu siapa ?"
"Saya clara chaerunnisa nyonya ?"
Yolanda menjadi panas dingin,gadis di depannya mempunyai nama persis dengan bayi yg ia buang delapan belas tahun lalu
Ia mencari cara untuk mendapat bukti yg akurat mengenai clara anak kandungnya atau hanya mirip saja dengan sang suami
Ide terlintas di kepala yolan untuk mengambil sehelai rambut milik clara
" Bagaimana caranya ?" batin yolan kemudian pamit ke belakang berasalan ke toilet
Di belakang ia mondar- mandir kebingungan mencari kamar milik clara,banyak ruangan berjejer di sana
Wina kaget mengapa tamu ibu celline berada di depan kamar pelayan
Sedang apa dia disini?
" Mbak boleh tanya,kamar clara yg mana ya?" tanya yolanda gugup
" Itu disana nyonya " wina menunjuk kamar paling ujung
Yolanda membuka pintu kamar clara namun di kunci.
" Bagaimana ini ?" gumam yolan berusaha membuka pintu
" Boleh minta tolong mbak " ucap yolan pada wina
" Boleh nyonya ?"
" Tolong ambilkan kunci kamar clara "
__ADS_1
Wina kebingungan,kunci kamar clara pasti disimpan sendiri olehnya,mana mungkin sembarangan meminta kunci kamar orang
" Gimana caranya nyonya,kuncinya dipegang clara sendiri ?" jawab wina takut dikira mau maling
" Bilang saja kau pinjam apa gitu ? Nanti saya kasih kamu bonus tapi jangan bilang siapapun "
Matanya berbinar cerah mendengar kata bonus " oke nyonya ?"
Wina bergegas mencari clara yg ternyata bersama biantara dan majikannya di ruang tengah
" Clara,boleh pinjam sisir nggak,punyaku hilang udah dicari kemana mana tidak ketemu ?" alasan wina
" Boleh,aku ambilkan ya ? "
" Tidak usah ra,biar aku saja yg ambil,sini pinjam kuncinya ? Aku cuma pinjam sisir kok nggak mau maling ?"
" Iya iya,lagian siapa juga yg nuduh kamu maling? Nih" clara mengeluarkan kunci dari kantong bajunya dan memberikan pada wina
" Yes !" pekik wina girang dalam hati
Wina memberikan kunci itu pada yolanda
Pintu berhasil di buka " kau tunggu disini ?" ucap yolanda pada wina
yolanda melangkah ke meja rias mencari rambut clara,terdapat beberapa helai rambut dilantai,
Diambilnya rambut itu dan disimpan dalam tisue yg ia pegang
Yolanda buru-buru keluar takut ketahuan " terimakasih mbak" ucap yolanda mengambil dompet dari tasnya memberikan lima lembar uang merah pada wina
" Tutup mulut " ucap yolanda melangkah pergi
Wina melompat kegirangan mendapat uang lima ratus ribu hanya disuruh meminjam kunci kamar clara?
lalu memasukan uang itu dalam kantong dan mengembalikan kunci milik clara
Yolanda berpamitan pulang setelah berhasil mengambil rambut clara menuju rumah sakit untuk melakukan tes DNA
__ADS_1