Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 79


__ADS_3

Polisi berpencar mencari keberadaan Sarti,menurut informasi, Sarti kabur ke kampung halaman di bogor


Beberapa warga disana di mintai keterangan oleh pihak kepolisian


Ada pula yang melihat Sarti kabur bersama Darma setelah menjual rumah beserta semua hartanya


Mereka pun memberitahukan kemana Sarti menjual rumahnya


" Bisa antarkan kami ke kediaman bapak Ghani? " ujar salah satu anggota polisi yang menyelidiki kasus itu


" Oh, bisa pak? mari,, " balas tetangga Sarti meminta polisi mengikutinya


Tetangga Sarti berjalan mendahului pak polisi untuk menunjukan jalan


Tepat di depan rumah juragan Ghani, beberapa anak buahnya sedang berjaga


Mereka ketakutan melihat ada polisi datang kesana, curiga akan salah satu warga yang melaporkan bisnis miras juragan Ghani


Namun setelah polisi menjelaskan maksud kedatangannya, akhirnya mereka lega


Juki memanggil juragan Ghani di dalam


" Juragan,, juragan? " Juki berlarian mendekati juragan Ghani bersama sang istri


" Apa juk,, " balas juragan Ghani kesal lantaran di ganggu


" Itu,, di luar ada polisi? "


" Apa!! mau apa datang kemari juk " tanya juragan Ghani was-was


" Kurang tau juragan,, mereka bilang mau menanyakan rumah Darma yang kemarin di jual "


" Waduh,,, Jangan-jangan Darma beli rumah itu dari uang curian sampai di cari polisi " tebak juragan Ghani


" Saya nggak tau juragan? cepat keluar " titah Juki


Juragan Ghani mengikuti Juki menemui pak polisi


" Dengan saudara Bapak Ghani ? " tanya komandan polisi


" Betul pak,, ada apa ya ? "


" Begini?


Apa benar ibu Sarti beserta suami telah menjual beberapa rumah dan kendaraannya pada bapak " tanyanya


" Benar pak,, " balas juragan Ghani gelisah memikirkan rumah itu akan disita


" Boleh saya tanya, setelah mereka menjual rumah kepada bapak, mereka berdua pergi kemana, barang kali anda tau? "


" Wah,, kalau itu saya kurang tau pak?


kemarin mereka buru-buru pergi membawa koper, sepertinya mau pergi jauh " balas juragan Ghani, kemarin juragan Ghani tak sempat mengajak Darma berbincang-bincang, setelah mendapat cek itu, Darma langsung pergi tanpa pamit


" Kalau begitu,, apa ada saudara jauh Sarti di luar kota maupun di kota ini " tanya komandan lagi


" Maaf Pak,, saya nggak tau juga, saya memang satu kampung sama mereka, tapi tidak begitu mengenal mereka, hanya saja, dulu mereka sering berhutang pada saya "


" Baiklah,, terimakasih atas informasinya pak "


Komandan polisi beserta lainya berjalan pulang


" Tunggu pak " juragan Ghani mencegah mereka pergi


" Iya,, ada apa pak? " tanyanya


" Ngomong-ngomong,, kenapa bapak polisi mencari Sarti dan Darma " tanya juragan Ghani penasaran


" Saudari ibu Sarti telah melakukan kekerasan pada nona Clara,, " balas sang komandan

__ADS_1


Juragan Ghani tercengang


Dia tidak menyangka Sarti sekejam itu pada Clara, padahal di kampung Sarti terlihat sangat menyayangi Clara


Di balik kebaikannya, Sarti punya niat busuk pada Clara


" Oh,, ? " juragan Ghani manggut-manggut


Di jakarta, Biantara mencari informasi dari beberapa anak buahnya yang berpencar mencari Sarti


Di kota jakarta tidak di temukan keberadaannya, terpaksa pencarian di berhentikan menunggu pihak kepolisian saja


Toh, Biantara kenal baik pada sang komandan polisi, tidak mungkin kerja mereka mengecewakan Biantara


Biantara merenung di balkon rumah sakit, beruntung kehamilan Clara baik-baik saja


Meskipun Clara koma, janin di dalam perutnya sampai sekarang masih sehat


Andrian mendengar kabar menantunya di rawat mendadak syok, lalu mendatangi rumah sakit tempat Clara di rawat


Pasalnya, Clara sedang hamil cucunya


Adrian emosi Clara terkena tusukan pisau karena sang ibu angkat


" Sepertinya Sarti sengaja mau bikin Clara keguguran,, " ujar Adrian menebak-nebak


Adrian memarkirkan mobil dan berlari masuk


" Pasien atas nama Clara chaerunnisa Sus? "


Suster itu mencari daftar nama atas nama itu


" Pasien atas nama nona Clara ada di ruang VVIP tuan "



Adrian menaiki lift menuju ruang VVIP, di balkon Adrian bertemu Biantara yang sedang merenung seorang diri


Dia pun menepuk pundak sang anak dari belakang



Biantara menoleh " Papa? "



" Sabar Bi,, papa yakin, Clara baik-baik saja dan segera sadar, berkumpul lagi bersama kita? " Ujar Adrian tersenyum



Biantara mengangguk " Iya pa,, Amiin? "


Biantara masuk ke ruangan Clara bersama papa Adrian


Terlihat Yolanda terlelap dengan posisi duduk di samping Clara


" Bu,, bangun Bu? " Biantara membangunkan Yolanda



Yolanda mengerjap-ngerjapkan mata, melihat sekeliling, ada Biantara bersama besannya datang mengunjungi Clara



" Eh, Tuan Adrian,, maaf saya ketiduran " ujarnya



" Tidak apa-apa Bu yolan, anda pasti lelah menunggu Clara seharian? " balas Adrian

__ADS_1



" Ibu istirahat saja, biar Bian yang menjaga Clara, sepertinya ibu kelelahan?" ujar Biantara



Yolanda mengangguk menuruti menantunya, dia memang kelelahan, dan sedikit tidak enak badan


" Titip Clara ya Bi,, ibu mau istirahat sebentar "


" Iya Bu,, "



" Tuan Andrian, maaf saya tinggal " ujar Yolanda tak enak hati


" Tidak apa-apa Bu,, santai saja, "



Yolanda akhirnya pulang ke rumah untuk beristirahat dan mandi, berganti pakaian



Yolanda pulang menaiki taksi, sesampainya di rumah


Matanya memincing melihat keberadaan Deni bersama Viona masih ada di rumahnya


bahkan masih di asuh oleh pengasuhnya


Saat Clara tertusuk kemarin,dia cemas tanpa memikirkan hal lain dan langsung membawa Clara ke rumah sakit


" Anak itu kenapa masih disini Sus? " tanya Yolanda pada baby sitter Viona


" Saya nggak tau Nyonya,, kemarin saya menemukan mereka di rumah belakang berdua saja, karena kasihan, terpaksa saya bawa ke rumah utama.


maaf kalau saya lancang mengajak mereka, tanpa seijin Nyonya " Balas baby sitter itu


Yolanda menghela nafas kasar, rupanya Sarti kabur tanpa mengajak anaknya


" Apa gunanya mereka berdua disini, menyusahkan saja!


Sarti pikir rumah ini penampungan anak apa, seenaknya menitipkan mereka berdua disini " Batin Yolanda menahan kekesalannya


Yolanda menatap tajam ke dua anak itu


Viona sontak ketakutan, dan bersembunyi di belakang Deni


Deni yang mengerti adiknya ketakutan pun buka suara


" Maaf Bu,, saya tau, ibu saya salah, tapi tolong jangan libatkan kami dalam masalah ini,, Kami berdua tidak tahu menahu soal ini, Tolong jangan marah pada kami, setidaknya kami pergi dari sini menunggu Kak Clara sadar, atas ijin kak Clara, kami akan pergi dari rumah ini " ujar Deni


" Ya,, memang seharusnya kalian pergi, gara-gara ibu kalian, anak saya jadi korban.


beruntung cucu saya tidak kenapa-kenapa, saya peringatkan pada kalian. !


Jangan seenaknya tinggal disini, ibu kalian sudah tidak ada, dan kamu rawat adikmu sendiri,,


Dan kamu Sus " Yolanda menunjuk baby sitter Viona


" Sekarang saya tidak butuh kamu lagi,, maaf, saya pulangkan kamu ke yayasan,, Tapi tenang saja, gaji kamu saya bayar utuh "


Baby sitter Viona terpaksa mengangguk, meskipun dia membutuhkan uang


Tidak mungkin dia mengemis-ngemis meminta pekerjaan pada Yolanda


\*\*\*


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2