Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 69


__ADS_3

Celline melajukan mobilnya ke rumah Adrian bersama Dira


sebelum itu celline mengirim pesan pada Adrian


" Apa mbak Jasmine ada di rumah ?"


Kak Adrian :" Nggak ada Lin,barusan dia pergi keluar ?"


" Oke,aku kesana ? ada hal penting yg harus kita bahas "


Mobil Celline memasuki pekarangan rumah Adrian


Mereka turun dari mobil,disambut Adrian yg sudah menunggunya di depan rumah sambil meminum kopi


Celline mengeluarkan oleh-oleh dalam paper bag titipan dari Clara dan Biantara lalu meletakan di meja


" Apa itu Lin ?" tanya Adrian


" Oleh-oleh dari menantu dan anakmu lah kak ? " ujar Celline


Adrian beroh ria


Dia membuka paper bag itu,ada baju,pernak pernik dan jajanan khas Bali pie susu dan masih banyak lagi


Adrian mencomot pie susu,enak ?


Celline bingung memulai darimana,sejak tadi Adrian terus saja makan dan melupakan tamunya dipersilahkan masuk


Ekhem


Celline berdehem menyadarkan Adrian


" Eh iya,lupa ada kalian ? yuk masuk " ujar Adrian nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal


Dia keasyikan makan oleh-oleh dari Clara


Celline menghela nafas kasar,kalau masalah makanan kakaknya paling juara lomba makan


" Ada kabar apa lagi Lin ? "tanya Adrian


" Clara masih mau tinggal di rumahnya kak,sementara Bian pulang kesana sepulang dari kantor ?


Terus yg aku bingungkan,kalau mereka sudah melakukan resepsi Clara nggak mau tinggal bareng Kakak gimana ?


Kan Clara nggak tahu kalau Jasmine belum merestui hubungan mereka.


Di acara penting,kita selalu saja beralasan Jasmine berada di kampung halaman untuk merawat ibunya yg sakit.


Aku takut Clara kecewa kita telah membohonginya?


bukan cuma dia yg kita bohongi,tapi juga Yolanda kak " Ucap Celline menjelaskan kegundahan hatinya


Adrian pun sama bingungnya,apa lebih baik Clara di perkenalkan saja dulu?


Atau menjelaskan secara perlahan alasan Jasmine tidak hadir di acara lamaran dan pernikahannya


Tapi Adrian takut Clara dan keluarga kecewa dan tidak menerima Biantara


Nggak mungkin Adrian tega pada anaknya yg begitu mencintai Clara sampai berpisah gara-gara Jasmine


Kebahagiaan Biantara yg terpenting,Adrian rela melakukan apa saja untuk kebahagiaannya


Adrian teringat ancamannya pada Jasmine,kalau masih tak merestui Biantara dengan terpaksa Adrian memulangkan Jasmine pada kedua orang tuanya



" Kamu tenang saja Lin,kakak yakin Jasmine mau menerima Clara ?


Kalau tidak mau,biarlah kakak pulangkan saja dia kerumah orang tuanya "


Celline mendelik,apa benar yg dikatakan Adrian


Tidak mungkin kakaknya meninggalkan wanita yg dia cintai demi anaknya


Dira pun sama terkejutnya

__ADS_1


" Kakak jangan bercanda ?" balas Celline masih tidak percaya



" Kakak nggak pernah main-main sama ucapan kakak Lin.


Kamu tahu itu ?" ujar Adrian dengan muka serius


Melihat wajah serius Adrian,Celline tidak menyangka kakaknya tidak main-main sama ucapannya itu


Yg Celline tahu kakaknya sangat mencintai Jasmine,mana mungkin tega meninggalkannya


Dari kejadian ini Celline sadar,kakaknya merasa tertekan hidup bersama Jasmine


Apalagi Jasmine selalu ikut campur masalah Biantara


Adrian sudah lelah menghadapi sifat sang istri yg keras kepala dan semaunya sendiri


\*\*


Di rumah Clara


Clara dan Biantara berpamitan pada Yolanda untuk istirahat setelah makan malam


" Bu,aku istirahat dulu ya ?" pamit Clara disusul Biantara


" Ya sayang,jangan lupa bikinkan ibu cucu ya " goda Yolanda


" Beres bu ?" sahut Biantara mengacungkan jempol


Clara mencubit lengan biantara,suaminya benar-benar nggak tahu malu pada mertuanya sendiri


Yolanda terkikik geli melihat pengantin baru,istrinya masih malu-malu,sementara suaminya tidak tahu malu


Yolanda teringat kebersamaannya dengan Jovanka dulu,dia juga malu-malu pertama kali menjadi pengantin baru


Diam-diam Yolanda menangis,entahlah?


Dia masih suka merindukan Jovanka yg telah menorehkan banyak luka di hatinya


" Kenapa nyonya ?" tanya Lastri melihat Yolanda menangis sendirian di ruang makan


" Eh,Enggak apa-apa kok las " balas Yolanda mengahpus air matanya



Lastri mendekat,mengelus punggung Yolanda


" Saya tahu nyonya merindukan tuan Jovanka,tapi apa nyonya rela nona Clara menjauhi nyonya karena masih mengharapkan kehadiran Tuan jovanka " ujar Lastri


Yolanda mendongak menatap Lastri,ada benarnya yg dikatakan Lastri



Dia tidak mungkin mengharapkan lelaki itu,dia juga tidak mau Clara kecewa karenanya


Sebisa mungkin Yolanda harus melupakan Jovanka demi kebahagiaan Clara


**


Dikamar Clara dan Biantara melakukan ritual malamnya sebelum tidur


Esok paginya Clara bangun melihat Biantara tidak ada di sebelahnya


" Pasti lagi mandi ?" gumam Clara lalu turun membantu Yolanda memasak sarapan pagi di dapur


" Loh anak ibu sudah bangun ?" ucap Yolanda menuangkan minyak dalam wajan


" Sudah dong Bu?


Ibu masak apa,boleh bantuin nggak "


" Nasi goreng sayang?


Tumben bantuin ibu,biasanya juga jam segini belum bangun"

__ADS_1


Balas Yolanda


Clara cemberut,bangun pagi salah?


Bangun siang juga salah?


" Kan aku sudah menikah Bu,emang nggak boleh ya belajar jadi istri yg baik dari ibu ?" Ucap Clara memonyongkan bibirnya


Yolanda menahan tawa,rupanya sang anak sedang belajar menjadi istri yg baik untuk Biantara


" Boleh dong sayang ? sini-sini,cup cup cup ?


anak ibu nggak boleh nangis " Yolanda mencubit pipi Clara gemas


" Ih ? emang aku anak kecil apa ?" balas Clara mengambil pisau lalu mengupas bawang


**


Sarapan telah di hidangkan,nasi goreng spesial ala ibu Yolanda


Clara tidak sabar mau makan,dia mengambil nasi dan menyendokkan kedalam mulutnya


" Enak ?" gumam Clara sambil mengunyah


Nasi goreng buatan ibu Yolanda paling juara,Clara sampai nambah dua kali


Yolanda baru selesai mandi " Ya ampun sayang,suamimu mana ?


kok nggak di ajak sarapan "


Uhuk uhuk !


Clara batuk tersedak nasi gorengnya


Berapa kali dia melupakan Biantara suaminya ?


Clara memukul-mukul kepalanya, Semenjak menikah dia jadi pelupa


Sebelum Clara naik untuk memanggil sang suami, tiba-tiba Biantara sudah di belakangnya melihat Clara makan dengan lahapnya tanpa mengajak suami



" Enak banget sarapan sendirian nggak ngajak-ngajak suami ?" sindir Biantara duduk di kursi sebelah Clara



Clara menggaruk kepalanya merasa bersalah


" Maaf ?" ujar Clara terkekeh


" Ya,sudah biasa di lupain sama istri sendiri kok " balas Biantara mengambil nasi goreng kedalam piring


Yolanda menahan tawa mendengar sang anak mendapat sindiran dari sang suami,niat hati bantuin bikin sarapan malah dimakan sendiri



" Katanya mau jadi istri yg baik ? masa sarapan saja suaminya nggak di ajak ?" Sahut Yolanda tersenyum kecut


" Tau akh,ibu mau jadi kompor nih ceritanya ?" balas Clara tanpa senyum


" Cie anak ibu ngambek?"


Clara diam, menghabiskan sarapannya tanpa menjawab Yolanda


Clara kalau marah emang sukanya diam seribu bahasa.


" Biarin aja lah,nanti juga sembuh sendiri ?" Batin Yolanda


Anaknya masih terlihat labil dan belum siap membina rumah tangga diumurnya yg masih menginjak dua puluh tahun


Yolanda memaklumi,Mungkin Clara sangat mencintai Biantara sehingga menerima lamaran Biantara dan menikah diusia muda


" Semoga Clara bisa berpikiran dewasa kalau sama suami dan mertuanya nanti ?" Batin Yolanda menghawatirkan Clara


Yolanda takut Clara dipandang rendah mertuanya karena masih manja dan belum berpengalaman dalam rumah tangga

__ADS_1


** Bersambung ...


__ADS_2