
Clara telah sembuh total dari kecelakaan yg menimpanya,hanya saja dia masih suka merasakan nyeri dibagian kepala,oleh karena itu dokter menyarankan agar dirawat beberapa hari lagi di rumah sakit
Ibu Sarti,ibu Lastri dan kedua anak ibu Sarti ikut menjenguk ke rumah sakit
Ada Viona dan Deni yg asyik mengobrol bersama Clara yg beberapa hari tidak bertemu
Yolanda sengaja mengundang Sarti dan Lastri untuk ikut ke rumah sakit,karena dia tak punya saudara lagi dan tidak mungkin juga mengajak Suami dan mertuanya
Yolanda juga tidak tahu kabar Ariana mertuanya yg entah dimana sekarang
Biantara datang bersama rombongan keluarga,Clara tidak tahu kenapa tiba-tiba Bian datang membawa banyak hantaran dan bunga cantik yg terhias rapi
" Ada apa ini Bu ?" tanyanya pada Yolanda
Clara masih terkejut kala hantaran itu banyak sekali dan berjejer rapi di meja
" Nanti kamu tahu sendiri ?" jawab Yolanda
Pandangan Clara tertuju pada Biantara yg berpakaian rapi dan Dira berdandan cantik
" Jangan-jangan mereka mau lamaran di depan aku?
ya ampun ! ini nggak mungkin ?
Kenapa Bian tega sekali sama aku " batin Clara matanya berkaca-kaca menahan tangis
Namun anehnya Biantara mendekati dirinya,Biantara membuka kotak beludru berisi dua cincin berlian yg sangat cantik
Clara semakin heran,kenapa cincin itu malah di buka di depannya ?
Apa Biantara sengaja menunjukan cincin untuk melamar gadis itu
Seorang pria setengah baya berperawakan tinggi tegap mendekat disamping Biantara,Adrian sengaja tak mengajak Jasmine
Bisa-bisa acara lamaran Bian gagal gara-gara mamanya sendiri.
" Selamat malam Clara ? perkenalkan ? saya papa Biantara.
Langsung saja karena kami tak mau basa-basi,Maksud kedatangan kami kesini ingin melamar Clara untuk menjadi calon istri dari anak saya Biantara? "
Deg !
Clara mematung
" Clara ?
maukah kamu menerimaku untuk menjadi calon suamimu " Biantara mengambil cincin dalam kotak itu hendak memasangkan di jari manis Clara
Clara semakin tidak karuan,kenapa Bian malah melamarnya bukan gadis itu?
Clara menatap Dira dengan intens,terlihat raut bahagia di wajah gadis itu
Bian mengikuti arah pandangan mata Clara
" Dia anak Tante celline yg baru selesai menamatkan pendidikannya di Inggris " bisik Biantara ditelinga Clara
Clara mengingat-ingat,dulu waktu Clara baru bekerja di rumahnya Ibu Celline mengatakan kalau punya anak yg masih kuliah di luar negri
" Jadi dia anak ibu Celline " gumam Clara masih terdengar di telinga orang sekitar
Celline maju dan duduk disamping Clara sambil mengelus bahunya
" Benar Clara,dia anak Tante yg baru tamat kuliah di Inggris ?
__ADS_1
Selama ini kamu nggak tahu kan wajah anak Tante,makannya kamu salah paham sama Bian waktu mengajak Dira memilih cincin untuk melamar kamu sampai kecelakaan " Jelas Celline
Dira pun bangkit dan ikut berdiri disamping mamanya
" Hay calon kakak ipar?
aku Dira,Maafin aku atas kejadian kemarin ya kak ?
Kalau tahu kakak calon istrinya kak Bian sudah aku jelaskan dari awal sebelum kakak kecelakaan ?
Sebenarnya waktu itu aku sudah tahu kakak terus menatap aku waktu memilih-milih cincin,tapi aku menganggap kakak pelanggan toko perhiasan itu juga jadi aku abaikan ? "
Clara tersenyum kaku mendengar penjelasan mereka,selama ini dia salah paham sama Biantara dan anak Ibu Celline
" Gimana,kamu mau kan jadi calon istri keponakan Tante ?" tanya Celline
Clara tersipu malu lalu mengangguk sebagai jawaban
" Alhamdulillah,aku diterima pa ?" ujar Biantara girang memeluk papa Adrian
" Iya,iya ? papa tahu bi ?" balas Adrian merasa sesak karena Bian memeluknya erat
" Cepat pasangkan cincinya dong Bi ?" ujar Celline
Biantara memasangkan cincin di jari manis Clara,begitu pula Clara memasangkan cincin di jari manis Biantara
" Ciieee sebentar lagi maried ?" goda Dira pada Biantara
Clara tersenyum, menatap cincin melingkar cantik di jari manisnya
Yolanda mendekat memeluk putrinya,tak terasa air matanya menetes
Baru sebentar berkumpul bersama sang anak sekarang anaknya telah di pinang lelaki yg di cintanya
Tapi kembali lagi pada Clara,asalkan anaknya bahagia Yolanda juga bahagia
" Selamat ya sayang ? " ujar Yolanda sambil menghapus air matanya
" Ibu jangan sedih dong,masa anaknya di lamar ibu sedih ?"
" Nggak kok,ibu bahagia ?
Sebentar lagi kamu jadi istri Bian " balas Yolanda tersenyum
Clara bernafas lega, kesalahpahaman telah usai setelah dia tahu siapa yg menjadi calon istri Biantara
Keluarga Biantara dan Keluarga Clara berdiskusi mengenai pernikahan mereka yg akan di gelar dua bulan lagi
Clara bahagia dan asyik mengobrol ditengah-tengah keluarga barunya
Clara juga merasa lebih sehat setelah dilamar Bian
Mungkin kepalanya sering nyeri kemarin efek Clara yg memikirkan hubungannya dengan Bian
Sekarang Bian sudah memberinya kepastian,Clara sangat lega
Sebentar lagi impiannya bersanding dengan Bian terlaksana
Tapi Clara heran,kemana mama Bian?
Kenapa hanya papa Bian,dan keluarga ibu Celline yg datang
Ingin bertanya tapi sungkan,tidak bertanya Clara dihantui rasa penasaran
__ADS_1
" Mama kamu dimana bi,kayaknya dari tadi aku nggak lihat ?" tanya Clara celingak-celinguk
Uhuk uhuk ! Bian batuk tersedak ludahnya sendiri
Bian dan Dira saling pandang,mereka bingung hendak menjawab apa
Nggak mungkin kan Bian mengatakan yg sebenarnya kalau melamar Clara diam-diam tanpa sepengetahuan mamanya
" Anu kak Clara ,mama Bian lagi pulang kampung ?
Nenek kak Bian sakit,tapi mama Jasmine menitipkan salam kok untuk kak Clara ?" sahut Dira menemukan alasan yg tepat
" Oh begitu ya ?" jawab Clara tak curiga sedikitpun
Biantara bernafas lega,akhirnya Dira punya alasan untuk Clara yg menanyakan mama Jasmine
Biantara akan menikahi Clara tiga Minggu lagi,dua bulan itu adalah hari resepsinya
Biantara sengaja lebih cepat menikahi Clara agar sang mama tak menjodohkan dia lagi.
Adrian sudah setuju mengenai ijab Qabul yg akan dilaksanakan tiga Minggu lagi dirumah Clara
Yolanda juga dilarang Adrian mengundang rekan bisnis Clara sebelum hari resepsinya,biarlah keluarga saja yg berkumpul asalkan Biantara dan Clara sudah SAH menjadi suami istri
Keluarga Biantara senang sekali,apalagi Dira sejak tadi antusias membahas pernikahan Biantara dan Clara
Sebentar lagi Dira punya kakak perempuan yg satu frekuensi,dia bisa main kapan saja kerumah Biantara kalau ada kakak ipar
" Aku mencintaimu ?" bisik Biantara ditelinga Clara
" Aku juga mencintaimu " balas Clara menjewer telinga Biantara
Biantara terkekeh
" Kak Clara nggak romantis banget deh?
Masa telinga calon suaminya di jewer ?" ujar Dira
Biantara tersenyum,kata calon suami terngiang-ngiang di kepalanya
Apalagi nanti kalau beneran sudah jadi suami?
Yolanda terenyuh menatap putrinya yg tertawa bahagia bersama Bian,dari bayi Yolanda hanya menorehkan luka sangat dalam untuk putrinya ?
Baru sebentar Yolanda memberikan kasih sayang dan ketulusan untuk sang putri,sekarang sudah di gantikan lagi oleh orang yg akan menjadi suaminya
Do'a yg tulus Yolanda panjatkan untuk kebahagiaan Clara putrinya?
" Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu nak ?" batin Yolanda dalam hati
**" Bersambung ...
__ADS_1