
Clara berbisik pada Yolanda menyuruh mereka keluar.
Yolanda tidak enak hati,bagaimanapun juga Bian telah ikut menjaga Clara di rumah sakit.
" Bu,aku mohon ?" pinta Clara
Yolanda mengangguk
" Bisa kita keluar sebentar bi ?" ujar Yolanda
Biantara mengikuti Yolanda di belakang
" Bi,maaf Tante bukan mau mengusir kamu sama tantemu ? tapi Clara meminta kalian pulang,bisa kan ? " ucap Yolanda sungkan
" Iya Tan,saya paham kok? mungkin Clara belum mau menerima saya kembali.
Kalau begitu saya pamit pulang " balas Biantara
Biantara masuk kembali menarik tangan Celline " Yuk Tan ? "
Celline dan Dira saling pandang mengikuti Bian di belakang tanpa bertanya.
Celline juga melihat perubahan Clara tadi,dia tak seramah biasanya
" Ada apa sebenarnya Bi ?" tanya Celline
Bian menghembuskan nafasnya kasar
" Clara masih salah paham sama aku dan Dira Tan? "
" Kenapa nggak kamu jelaskan saja si,toh Clara juga sudah sadar kan ?"
" Masalahnya bukan itu Tan,aku khawatir sama kondisinya ?
Tante tau sendiri kan Clara baru sadar,dokter juga menyarankan untuk tidak banyak mengajaknya bicara ?"
" Iya benar juga Bi,tapi apa kamu mau terus-menerus dijauhi Clara dengan kesalah pahaman ini? "
" Nggak lah Tan,maka dari itu setelah Clara benar-benar pulih aku akan melamarnya di rumah sakit saja?
Lagian kalau nunggu Clara pulang Bian takut kondisi Clara drop lagi memikirkan hubungan kami"
Celline mengangguk setuju,lebih cepat lebih baik?
Dira sedari tadi menyimak saja tanpa ikut campur,dia merasa harus minta maaf sama calon kakak iparnya itu.
Tapi gimana caranya?
Didekati Dira saja Clara nggak mau,dirumah sakit boro-boro diajak ngobrol?
Menatap saja nggak mau.
" Kamu kenapa dir ?" tanya Bian melihat Dira diam saja
Dira tak menjawab memikirkan cara supaya bisa menemui Clara dan meminta maaf padanya.
Plak !
Bian menepuk pundak Dira berjingkat kaget
" Apa sih kak !" kesal Dira menatap Bian
" Kamu kenapa diam aja,ditanya juga nggak jawab ?"
" Tau akh? " Dira cemberut masuk ke dalam mobil
" Yee,tuh anak aneh banget?
Kenapa sih tan " tanya Biantara pada Tante celline
Celline mengedikkan bahu tanda tidak tahu
Bian menaiki mobilnya setelah berpamitan pada Tante Celline dan Dira.
__ADS_1
Di rumah Bian
Adrian menonton televisi di ruang keluarga bersama Jasmine
Mendengar suara mobil Bian,Adrian keluar untuk bertanya kondisi calon menantunya
" Gimana keadaan Clara bi ?" tanya Adrian mendekati Bian
" Baru sadar dari kritisnya pa,tapi dia nggak mau Bian dekati?
mungkin masih salah paham sama aku dan Dira pa ?"
Adrian menepuk pundak Bian " Yg sabar ya? " ucapnya
Bian mengangguk,Bian selalu sabar menunggu Clara
Setelah kepergian Biantara,Clara makan disuapi ibu Yolanda
Dia tak mau makan kalau ada Bian,Melihat gadis itu saja Clara tidak berselera
Bisa-bisanya Bian mengajak gadis itu menjenguknya?
Apa Bian nggak mikirin perasaan Clara
Hatinya sangat kecewa,sebisa mungkin Clara harus melupakan perasaanya pada Biantara
Emang benar gadis desa tak mungkin berjodoh dengan pria kaya seperti Biantara.
Clara sadar diri siapa dirinya?
Kalau saja bukan karena harta opa Vintcen mana mungkin Clara kaya raya sekarang?
Gadis desa tetap saja gadis desa.
Tanpa sadar Clara menitikkan air mata
Yolanda menghapus air mata dipipi Clara dengan lembut
Ibu mohon jangan banyak pikiran yg menggoncang jiwamu?
Ikhlaskan saja,rencana Allah lebih indah dari harapanmu sekarang ?
Ibu selalu mendo'akan kamu agar kamu bahagia nak ?"
Clara mendongak menatap Ibu Yolanda dengan mata berkaca-kaca
Apa yg diucapkan ibunya emang benar?
Clara nggak mungkin menolak takdir,Clara juga yakin Allah punya rencana yg lebih indah untuknya.
Clara mencoba melupakan kenangannya bersama Biantara,dia harus sembuh
Clara nggak boleh banyak pikiran,untuk apa memikirkan pria yg tak memikirkan dirinya
Toh sudah ada wanita yg lebih pantas bersanding dengan Biantara
" Ikhlas Clara? ikhlaskan Bian " Batin Clara menguatkan hatinya
" Gimana keadaan rumah Bu ?" tanya Clara
Yolanda tidak mungkin menceritakan apa yg sudah terjadi,sebisa mungkin Yolanda menutupinya dari Clara
" Ya gitu-gitu aja sih sayang ?
kenapa memangnya " balas Yolanda tersenyum biar Clara nggak curiga
Entah kenapa feeling Clara mengatakan ada sesuatu yg terjadi di rumahnya selama di rumah sakit
Clara mencari ponselnya tapi tidak ada?
" Cari apa sayang ?" tanya Yolanda melihat Clara mengeluarkan semua isi tasnya
" Ponsel aku mana Bu ? "
__ADS_1
Yolanda tak menjawab,kalau Yolanda kasih tahu Clara bakal tahu kejadian di rumahnya dari CCTV ponselnya
" Kayaknya ketinggalan di mobil deh sayang,ibu nggak tahu soalnya mobil kamu ada di bengkel " balas Yolanda mencari alasan yg tepat
Clara mengerutkan dahi,Bukannya kemarin ponselnya ada di tas?
Siapa yg menaruhnya di mobil.
Clara menatap Ibu Yolanda,raut wajahnya gugup seperti menutupi sesuatu
" Ibu kenapa sih,panik banget ?" tanyanya
Yolanda mendelik,anaknya bisa tahu kalau dia sedang panik?
Kemampuan Clara tak bisa diremehkan.
" Nggak kok sayang,anu ? itu,ibu lagi mikirin kantor.
Selama kamu sakit kantor kamu baik-baik aja kok nggak ada kendala ? disana juga ada orang kepercayaan kamu kan yg mengatasinya "
Clara jadi bingung,kenapa ibu Yolanda membahas masalah kantor sih ?
kan Clara nggak nanyain itu.
" Ibu kenapa sih,kok nggak nyambung banget " Clara mulai curiga
Yolanda menggaruk kepala yg tidak gatal,bingung juga kenapa dia mendadak jadi bodoh di depan anaknya sendiri
Sebisa mungkin Yolanda bersikap biasa saja,Yolanda yakin Clara mulai curiga
" Nggak apa-apa kok sayang,mungkin ibu kurang istirahat aja ngomongnya jadi ngelantur "
Clara bernafas lega,yg dikatakan ibunya benar
Dia melihat kantung mata Yolanda menghitam seperti kurang tidur
Lalu meminta Yolanda tidur di sebelah ranjangnya bersama dirinya yg merasakan kantuk setelah meminum obat
**
Clara terbangun karena cahaya yg masuk di sela-sela gorden
Rupanya sudah pagi,melihat jam menunjukan pukul delapan
Clara tak membangunkan Yolanda masih terlelap di sebelahnya.
Sepertinya sang ibu kelelahan,biasanya masih pagi sudah bangun,tapi sudah sesiang ini ibu Yolanda asyik dalam mimpinya
Clara menatap wajah damai ibunya yg terlelap
Ibu Yolanda cantik sekali,tapi kenapa dia nggak semirip ibunya.
Malah lebih mirip dengan pria bajingan itu,Clara benci kala melihat wajahnya yg mirip sekali dengan ayah Jovanka.
Rasanya ingin merubah wajahnya agar lebih mirip dengan sang ibu,tapi itu tidak mungkin ?
Sama saja Clara tak mensyukuri apa yg Allah berikan padanya.
Meskipun sekarang dia banyak uang,nggak mungkin Clara mengoprasi wajahnya.
Yolanda menggeliat,tidak sengaja tangannya menyikut kepala Clara
" Aduhh ?" Clara memekik memegangi kepalanya terasa sakit, ibu Yolanda menyikutinya terlalu keras
Ibu Yolanda membuka matanya lebar-lebar mendengar pekikan Clara
**" Bersambung ..
__ADS_1