Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 50


__ADS_3

POV Clara


Aku nggak menyangka Bian mengatakan cinta untukku,ini berasa mimpi ?


Ataukah ini halusinasi saja,pipiku terasa hangat mendengar apa yg di ucapkan Bian


" Aa-aku aku ? " aduhhh ? lidah ini kelu untuk sekedar menjawab,Bian memang pria idaman bagi semua wanita?


Wajah tampan,tubuh atletisnya bikin semua wanita tahluk padanya,apalagi dia mapan dan kaya raya.


Aku mengangguk menerima cintanya


" Yessss .. terimakasih ara? terimakasih ?" pekiknya girang memeluk tubuh ini


Aku berdiri mematung merasakan pelukan hangat darinya


Akhirnya cintaku terbalas juga?


Sungguh aku bahagia,sangat bahagia.


Bian lalu mengajak makan malam romantis,tapi kenapa restoran ini cuma ada aku dan Bian saja?


Ini pasti ulah Bian,akhh ... Manis sekali dia?


Dulu pertama bertemu sikapnya dingin kaya es balok,berbeda dengan sekarang.


" Apa ini mimpi ?" gumamku menepuk pipi


" Hay .. ini tidak mimpi sayang ?" ujarnya menggenggam tangan ini


Sungguh romantis sekali,aku tersipu jadinya?


" Nggak usah malu-malu gitu dong ? tuh lihat pipimu memerah kaya tomat ?" godanya mencolek daguku


Astaga jantungku ?


Jantungku terus berdetak cepat,Bian memegang pipiku lalu menatap wajahku dengan intens


" Relaks Ara,relaks ... " ucapku dalam hati menetralkan jantungku yg tidak karuan


" Kamu cantik Ara ?" Ucap Bian lama menatap wajahku


Hati ini serasa melayang mendapat pujian dari Bian,baru kali ini ada pria setampan Bian memuji kecantikanku


Usai makan malam romantis kami pulang,Bian mampir sebentar di rumah


Tin .. tin... bunyi klakson mobil bian


Satpam langsung membuka pintu untuk kami,terlihat ibu Sarti menunggu di depan rumah bersama viona


" Baru pulang nak ?" ucapnya lembut


" Iya Bu ? "


" Malam Bu Sarti " Ucap Bian menyapa ibu


" Malam " jawab ibu cuek


Aku mengajak Bian masuk namun dia pamit untuk pulang


Saat ingin masuk " Ara,kamu ada hubungan apa sama Bian ?" tanya Ibu


Aku heran mengapa Ibu menanyakan hubungan kami,ada apa memangnya?


Apa ibu nggak suka,atau ibu keberatan dengan hubunganku


Tapi aku sudah dewasa,bukankah itu hal yg wajar?


" Memang kenapa Bu? apa ibu keberatan kalau aku sama Bian menjalin hubungan ..."


Ibu Sarti melengos tidak menjawab,feelingku mengatakan ada yg tidak beres dengan ibu tapi aku abaikan saja

__ADS_1


**


Karena hari weekend sengaja bangun siang?


Nyenyaknya tidurku semalam.


Tok .. tok ..


tok..


Suara pintu di ketuk dari luar


" Deni ?" Deni masuk lalu menutup pintu


" Kak,aku mau ngomong sama kakak? .." ucapnya dengan wajah serius


Aku jadi penasaran,mau ngomong apa Deni memangnya?


lalu mengajak Deni duduk di sofa kamar


" Ada apa den ?"


" Anu kak .. emm ? ibu ?"


Deni menjeda ucapannya " Ibu punya ponsel kak ?"


" La memang kenapa,kan kemarin kakak kasih uang ibu ? siapa tahu ibu beli ponsel kemaren ?"


Deni menggeleng " Kemaren ibu nggak beli ponsel kak,kita cuma belanja baju ? itu aja banyakan baju ibu daripada baju aku sama viona? tapi ibu kemarin sempat ke Bank,katanya mau transfer,terus ibu ngambil ponsel dalam tas... "


" Terus ?"


" Ibu,ibu itu kak ? emm ibu telfon bapak katanya uang dari kakak udah di transfer "


Deggg ... !!


Aku terkejut, bisa-bisanya ibu ngirimin uang untuk bapak?


Ini ada yg nggak beres,pokoknya aku harus selidiki.


Terus Deni bilang ibu punya ponsel sebelum aku ngasih dia uang,kenapa selama ini ibu berbohong


Apa salahku sampai ibu tega bohongin aku?


Sementara Deni keluar lagi,aku jalan mengendap-endap ke kamar ibu


Ibu nggak ada,pasti Ibu lagi main sama Viona di taman saat pagi hari


Ceklekkk .. pintu dibuka pelan


Diatas nakas ada ponsel tergeletak,pasti itu ponsel ibu


ternyata benar, wallpapernya foto Ibu dan Viona,tapi anehnya ada foto bapak juga


dan merk ponsel ibu Vivo y22,sejak kapan ibu pandai memakai ponsel android?


Aku jadi curiga jangan-jangan ibu dari dulu punya ponsel tapi di sembunyikan.


" Darimana ibu mendapat uang untuk membeli ponsel ?" ucapku dalam hati


Aku membuka ponsel ibu,di WA banyak sekali pesan dari nomor Bapak


pesan terakhir bapak membuat aku sangat kecewa


Bapak : "Jangan lupa transfer bagianku Sarti,terus manfaatin uang Ara ? anak itu nggak akan sadar terus di perdaya oleh kita, setelah kita kaya,tendang saja dia"


" Astaghfirullah.. " batinku mengelus dada


Jadi selama ini ibu nggak benar-benar meninggalkan bapak,dan pura-pura baik sama aku?


Air mata mengalir begitu saja,Ibu angkat yg selama ini aku anggap tulus ternyata sama saja dengan ibu Yolanda dan ayah Jovan

__ADS_1


Sakit sekali rasanya,dadaku terasa sesak sekali mengetahui kenyataan pahit yg selama ini ibu dan bapak tutupi


Dari kecil memanfaatkan aku terus mencari uang untuk menghidupi mereka,pantas saja selama ini ibu nggak pernah membantu aku mencari uang.


Untuk biaya sekolah Deni saja ibu mengandalkan aku,pernah sekali aku memergoki ibu makan enak? tapi ibu beralasan makanan itu di kasih tetangga yg baru pulang merantau dan aku langsung percaya gitu aja?


bodohnya selama ini,menyesal mengajak ibu tinggal bersamaku


kalau tahu seperti ini lebih baik aku biarkan saja ibu di desa hidup kesusahan


" Aku pura-pura nggak tahu aja rencana ibu,setelah aku mendapat bukti baru aku tendang dia ? Clara nggak boleh nangis! buang rasa sayangmu untuk ibu angkat yg licik itu ! untuk apa kecewa padanya " batinku menyemangati diri sendiri


Lama di kamar ibu aku keluar,ternyata ibu sudah di ruang makan menyantap sarapan paginya


Aku menghampiri pura-pura biasa saja seperti tidak tahu sesuatu


" Kamu mau sarapan nak? ibu ambilkan ya ?" ujarnya berkata lembut


Aku mengangguk saja " Cihhh .. sok baik !" batinku dalam hati


Ibu mengambilkan nasi serta lauk ayam kecap kesukaan,entah kenapa melihat ibu selera makan jadi hilang?


muak sekali, tapi biar ibu nggak curiga terpaksa melahap habis sarapanku


" Ara ? " panggil ibu


aku menoleh


" Ibu mau beliin Deni ponsel ? kasihan dia nggak punya ponsel ?" ibu berkata ragu-ragu


Alasan saja,paling juga mau foya-foya?


gegas aku mengambilkan uang lima juta untuk ibu


Kuletakan uang itu di atas meja tanpa mengatakan sepatah katapun


Ibu Sarti terlihat bahagia mendapat uang itu,untuk apa sebenarnya ?


Sebaiknya aku tanya Deni saja


Deni selalu bermain bersama Viona


" Den ? " panggilku menepuk pundak Deni


" Iya kak ?"


" Emang kamu minta di beliin ponsel sama ibu ?" tanyaku pada Deni


" Lah kata siapa kak,ibu aja nggak ngebolehin Deni main ponsel ?" jawabnya polos


Aku lebih percaya Deni ketimbang ibu,sekarang aku nggak boleh mudah percaya begitu aja sama ibu.


" Oh gitu ? terus ibu minta uang kakak buat apa ?"


" Kemarin Deni lihat ibu lihat-lihat gambar baju di ponselnya kak,pas aku tanya malah ibu marah?"


Aku terdiam mendengar ucapan Deni,ternyata ibu bohong lagi



" Pokoknya aku harus hati-hati sama ibu?" batinku


Deni tiba-tiba mendekat dan bersimpuh di kaki


" Aku minta maaf untuk kesalahan ibu kak,Deni tahu kalau ibu salah? selama ini Deni juga berharap ibu berubah? tapi malah semakin menjadi dan terus memanfaatkan kakak.. Maafkan Deni selama ini Deni bungkam soal ibu yg masih bersama bapak,terus kakak di rawat ibu cuma dijadikan alat pencari uang untuk mereka,Deni takut kak ? Deni terus diancam ibu dan bapak kalau Deni kasih tahu kakak yg sebenarnya ?"


Deggg .. !! sakit sekali hati ini Ya Allah?



\*\* Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2