Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 83


__ADS_3

Jasmine terus mendesak Adrian untuk bertemu sang menantu


Akal licik Jasmine muncul, Pura-pura setuju supaya rumah tangganya baik-baik saja


Jasmine tidak mau di ceraikan Adrian, dia belum siap kembali ke habitatnya, menjadi orang miskin anak seorang petani di kampung


" Sekarang aku rela mengalah demi suamiku, tapi lihat saja nanti?


aku akan membuat anak itu menderita telah memilih Bian sebagai suaminya " Batin Jasmine tersenyum smrik


Di rumah sakit


Biantara menyuapi Clara makan lalu menyiapkan obatnya


Baru habis beberapa sendok, Clara mogok makan


" Sudah mas,, nggak enak? " lirih Clara menahan mual


Hoekk.. hoekk..


Clara memuntahkan isi perutnya di lantai karena tidak tahan dan belum bisa bangun sendiri ke kamar mandi


" Maaf mas? "


Biantara melirik muntahan Clara di lantai


Dia menghela nafas berat, darimana Clara mendapat asupan gizi kalau makan sedikit saja sudah muntah


" Iya nggak apa-apa sayang,, nanti biar mas suruh cleaning service bersihkan.


Sekarang makan lagi ya,, kasihan dedek bayinya " ujar Biantara bermaksud menyuapi Clara lagi


Clara menggelengkan kepala pelan " Nggak mas,, nanti aku muntah, baunya nggak enak ihh?


Buang mas,aku nggak mau itu, maunya makan rujak yang asem-asem " Clara meneteskan air liur membayangkan makan rujak mangga muda


Biantara dengan tegas menolak keinginan Clara


" Nggak, pokoknya nggak boleh.


Kamu baru sembuh sayang, mana boleh makan rujak, makan harus di jaga selama masa pemulihan "


Clara mengerucutkan bibir, matanya sudah berkaca-kaca, ngidamnya tidak di turuti sang suami


" Ya sudah, biar nanti anak kamu lahir ileran "


Biantara menatap Clara hampir menangis, terpaksa Biantara turuti keinginan Clara,dia pun membenarkan ucapan istrinya


" Benar juga ya, nanti kalau ngidam istriku nggak di turuti, bisa-bisa anakku ileran. hiii?? " batin Biantara bergidik ngeri


" Ya sudah, nanti mas carikan, sudah jangan sedih lagi ya?? " Biantara membujuk Clara



" Benarkah? " Ucap Clara memastikan


Matanya berbinar-binar mendengar Biantara akan menuruti keinginannya


" Iya sayang?? " balas Biantara lembut, sebisa mungkin menuruti keinginan bumil itu



Setelah Clara terlelap, Biantara bergegas mencari rujak di sekitaran rumah sakit


Biantara muter-muter mencari penjual rujak tidak ada satu pun


Terpaksa dia melajukan mobilnya ke pasar mencari penjual rujak


Beruntung di pasar banyak abang tukang rujak di pinggiran


" Bang, pesan rujaknya satu porsi ya, banyakin mangga mudanya " ujar Biantara


" Siap mas,, " Abang penjual itu membuat pesanan Biantara



Biantara menunggu lima menit, rujak buah itu sudah jadi

__ADS_1


" Ini mas,, sepuluh ribu? " abang penjual itu menyodorkan kantong keresek berisi rujak buah


Biantara menerimanya lalu memberikan uang seratus ribuan



" Sebentar saya ambilkan kembaliannya mas? " Abang penjual rujak membuka laci


" Nggak usah bang,, Ambil saja kembaliannya " ujar Biantara berlalu pergi


" Wah,, terimakasih banyak mas? " penjual itu senang mendapat uang lebih



Biantara masuk mobil setelah mendapat pesanan sang istri, dan kembali lagi ke rumah sakit



Dia belum sempat pulang semenjak Clara di rumah sakit,pakaian ganti selalu Yolanda bawakan



Meskipun Yolanda mertua Biantara, tapi Yolanda sangat menyayangi Biantara seperti anak kandungnya sendiri



Biantara tersenyum lega mendapati Clara masih terlelap dengan nyenyak nya


sepertinya efek obat yang dia minum hingga tertidur pulas


Di letakan rujak itu di atas meja, menunggu sang istri bangun dari tidurnya



Ceklek


Bunyi pintu terbuka dari luar, rupanya dokter yang datang hendak memeriksa kondisi Clara


" Selamat siang tuan Biantara? " sapa dokter



" Boleh saya periksa istri anda sebentar " ijinnya


" Silahkan dokter,, " Biantara mempersilahkan dokter samuel memeriksa sang istri


" Alhamdulillah,, kondisi nona Clara semakin membaik, bayinya juga sehat. " ujar dokter samuel



" Alhamdulillah dokter, kapan istri saya boleh pulang? " tanya Biantara



" Besok pun sudah boleh pulang Tuan Biantara, tapi saya sarankan agar nona Clara beristirahat lebih dulu dan tidak melakukan pekerjaan berat demi kesehatan Nona Clara dan bayinya "



Biantara sujud syukur, dia senang akhirnya sang istri di perbolehkan pulang


" Terimakasih dokter " Biantara memeluk dokter samuel


Dokter samuel menepuk pundak Biantara " Sama-sama Tuan Bian "


Dokter samuel keluar dari ruangan Clara setelah memeriksanya


Biantara segera mengabari Yolanda, kabar bahagia ini harus sampai ke telinga mertuanya, jika tidak, bisa-bisa Biantara di omeli sang mertua


Di kantor Adtmaja


Yolanda sedang berkutat dengan laptopnya


Tring


Bunyi ponsel Yolanda


Yolanda melirik ke arah ponsel, pekerjaannya tidak boleh di tunda lagi

__ADS_1


Sebentar akan lagi ada meeting di perusahaannya


Tertera nama Biantara di layar ponselnya


Yolanda mengabaikan pesan Bian, menunggu pekerjaannya selesai lebih dulu


Pekerjaan Clara banyak yang tertunda karena insiden kecelakaan itu


Semua berkas meeting sudah siap, Yolanda meraih ponselnya di meja


Biantara : " Bu,, Clara sudah boleh pulang besok, nanti sore Ibu nggak usah kesini, besok saja kesininya jemput Clara pulang "


" Alhamdulillah,, akhirnya kamu pulang nak? " lirih Yolanda menahan tangis bahagia



Dia sudah tidak sabar lagi berkumpul bersama anaknya seperti sedia kala


Yolanda jadi semangat meeting setelah beban di hatinya berkurang


Sang anak telah sehat kembali


Tinggal menunggu beberapa bulan lagi, Clara melahirkan cucu untuknya



Meeting berlangsung sangat lama, Yolanda gelisah, baginya meeting kali ini lama sekali


Yolanda terus menatap jam yang melingkar di tangan


Sintia memperhatikan gerak-gerik Yolanda yang terus gelisah sejak tadi


Entah apa yang membuat sang bos gelisah, Sintia jadi terfokus pada bosnya sendiri


" Nyonya kenapa? " bisik Sintia di telinga Yolanda



" Anak saya di perbolehkan pulang besok, saya nggak sabar bertemu dengannya sin? " balas Yolanda berbisik



" Sabar nyonya,, saya ikut senang nona Clara di perbolehkan pulang dan sehat kembali " Bisik Sintia ikut senang



Yolanda mengangguk, ucapan Sintia benar, meeting pun selesai


Perusahaan LA grup mau bekerja sama dengan perusahaan Adtmaja setelah melihat beberapa desain khusus yang di buat Yolanda



Yolanda yakin setelah kerjasamanya dengan LA grup, perusahaan Adtmaja akan semakin sukses



Sepulang dari kantor,Yolanda membaringkan badannya di sofa


Banyak pekerjaan yang harus ditangani sampai dirinya kelelahan, seharian tidak sempat beristirahat


Yolanda melewatkan makan siangnya karena jadwal yang padat, masih ada berkas menumpuk yang belum dia tandatangani


Harusnya hari ini lembur, tapi Yolanda memilih pulang dan melanjutkan pekerjaannya esok hari


Baru saja terlelap beberapa menit, Yolanda mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumah


Yolanda bergegas bangun, mengira yang pulang adalah Biantara


Pembantu di rumah membukakan pintu, dari arah luar terlihat sosok adik suaminya, Adriel datang bersama mama mertuanya


" Mama,, " Lirih Yolanda terkejut


" Bagus ya,, suami di penjara, kamu di rumah enak-enakan tidur dan menghabiskan harta suami mama ! " ujar sang mama mertua


Saking syoknya, Yolanda tidak berani menjawab,dia bungkam


Lidahnya kelu untuk sekedar menjawab mama mertuanya

__ADS_1


\*\*\*


__ADS_2