
POV Adrian
Setiap hari Jasmine selalu bertanya kapan Biantara pulang?
Kenapa lama sekali,ini sudah satu Minggu lebih?
Jasmine mengeluhkan Biantara
Malam ini Jasmine duduk sendirian di balkon,tangannya menopang dagu sambil memijit pelipisnya
Aku yakin dia punya masalah sama teman arisannya,siapa lagi kalau bukan Tesi
Anak dari Tesi bernama Naura,gadis itu memang cantik
Tapi sayang,masih lebih cantikan menantunya
Wajar jika Biantara tidak tertarik dengan perjodohan mamanya
Wanita pilihan Jasmine dibawah level Clara
Kalau pun aku masih muda pun jatuh cinta sama menantu seperti Clara
Dia gadis baik,lemah lembut dan punya tata Krama yg baik pada orang tua
Kemarin di Bogor papa banyak cerita kalau banyak lelaki di kampung yg mendekati Clara
Namun Clara jatuh ke pelukan Biantara,itupun melalui proses tidak mudah
Mereka berpura-pura pacaran agar Vania enyah dari hadapan Biantara
Biantara selalu membantu Clara membebaskan dia dari ancaman hutang-hutang juragan rentenir di kampung
Meskipun awalnya berniat pura-pura akhirnya rasa cinta tumbuh di hati mereka masing-masing seiring berjalannya waktu
Jadilah Biantara melamar Clara,dan menjadikannya tambatan hati satu-satunya
Esok pagi aku dan Jasmine sarapan bersama
Suasana hening,hanya dentingan sendok yg terdengar di telinga kami
" Kapan Bian pulang pa ?" tanya Jasmine memecah keheningan
Tuh kan,baru saja suasana tenang sekarang Jasmine mulai lagi?
Lebih baik sama-sama diam daripada dia bertanya cuma bikin kepala pusing?
" Nggak tahu ?" balasku mengedikkan bahu
Jasmine menghela nafas kasar " Kenapa lama sekali sih pa ?
kan janjinya cuma seminggu "
" Kan papa sudah bilang ngggak tahu " balasku semakin muak saja
Selera makanku mendadak hilang karena pertanyaan Jasmine membuat mod buruk
Aku meletakan sendok dan berdiri memundurkan kursi lalu berangkat ke kantor
" Papa kenapa sarapannya nggak di habiskan,lagian mama masih mau ngobrol " ujarnya sewot
Aku tetap melangkah mengabaikan Jasmine yg berteriak
" Pa,jawab yg jujur kemana Bian?
dia nggak ke Bogor kan,atau jangan-jangan kalian bohongin mama ?" cecar Jasmine menyusulku ke depan
" Sudahlah,papa pusing "ucapku membuka pintu mobil
Jasmine mencegah masuk ke dalam mobil dengan menarik jas hitam yg aku kenakan
Aku kesal,ingin rasanya marah dan dan berteriak sekencang mungkin
__ADS_1
Tapi aku malu pada tetangga
Aku mengurungkan niatku untuk berangkat kerja,Ku ajak Jasmine masuk ke dalam rumah
" Mau kamu sebenarnya apa sih ma " tanyaku menatap tajam Jasmine
Dia bertolak pinggang dan membalas tatapanku
" Katakan dimana Bian sebenarnya pa !"
" Sudah ku bilang Bian masih di Bogor !" bentakku meremas rambut frustasi menghadapi sifat Jasmine
Jasmine malah semakin berani,dia mengambil sapu lalu memukulku seperti tengah kesetanan
" Hentikan ma !" Teriakku sekencang mungkin
Jasmine terlonjak kaget mendengar teriakanku yg sangat kencang
Para pelayan pun datang melihat kami tengah bertengkar di ruang tamu
Mereka tidak berani bertanya lalu menyelesaikan pekerjaan nya kembali karena tidak mau ikut campur urusan kami
Aku mengelus dada sambil mengucap istighfar untuk menenangkan diri
Aku menyerah dan berangkat ke kantor
Biarkan Jasmine bertingkah sesuka hatinya,aku tak perduli
Jasmine mengejar aku kembali namun aku sudah lebih dulu menjalankan mobil
Jasmine terus saja berteriak memanggilku
Aku berkali-kali mengumpat dalam hati
Kepala ini serasa mau pecah saja.
**
Aku menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas kasar
Ingin rasanya bercerita pada Biantara,tapi aku takut Biantara marah padaku
" Nggak apa-apa bi ?" balasku
" Oh,ya sudah ?
Ini aku bawakan nasi goreng buat papa sarapan,papa tadi nggak sarapan kan " Tebak anakku sambil meletakan rantang itu di meja kerjaku
Aku tersenyum,anakku paling mengerti papanya?
" Terimakasih bi ?"
Aku membuka rantang dan menyendokan nasi goreng itu ke dalam mulut,rasanya enak sekali
Makanan restoran saja kalah enaknya?
" Enak nggak pa ?" tanya Biantara
" Enak bi,siapa yg masak ?
Apa Clara " tebakku
Biantara menggeleng " Bukan pa,itu ibu Yolanda yg masak ?
Tapi Clara bantuin juga sih " Balasnya dengan muka di tekuk
Aku memperhatikan raut wajah Biantara " Kenapa mukanya kusut begitu ?"
Biantara mengusap wajahnya kasar " Aku kesal aja sama Clara pa " dia menggantungkan ucapannya lalu duduk di depan meja kerjaku " Masa kemarin pas baru datang Bian nungguin Clara lama banget di ruang tamu ? sendirian lagi,mana capek terus ngantuk malah ditinggal sendiri bukannya di suruh istirahat.
untung saja ada ibu Yolanda,dia tanyain Clara tuh ?
__ADS_1
katanya lupa sama aku,terus tadi pagi selesai bikin sarapan bukannya manggil suami untuk sarapan malah dia enak-enakan sarapan sendirian,sampai habis dua piring lagi?
Pas di ingetin ibu Yolanda Clara beranjak mau manggil aku,aku udah keburu turun.
Saking kesalnya aku sindir dia di depan ibu,bukannya merasa bersalah dia malah senyum-senyum nggak jelas?
Ibu Yolanda balik marahin Clara sampai dia ngambek " Ujar Biantara menjelaskan panjang lebar
Aku menahan tawa mendengar cerita Bian anakku
Rupanya Bian mengeluhkan istri yg baru di nikahinya satu Minggu ini
Dulu Jasmine pun begitu waktu kami jadi pengantin baru,dia sering lupa sama statusnya yg sudah menikah
" Sabar bi,namanya juga pengantin baru ?
Wajar lah dia suka lupa,maklum umur Clara masih muda wajar kalau masih suka bersenang-senang dan sifatnya kekanak-kanakan.
Papa yakin Clara bisa jadi istri yg baik buat kamu nantinya " balasku menepuk pundak anaku
Biantara mengangguk,mungkin dia tengah berpikir mengenai ucapanku barusan
Aku yakin Biantara bisa mengajari Clara berpikiran dewasa
Biantara lalu pamit ke kantornya setelah sarapan yg dibawakan habis tak tersisa olehku
**
Ting
bunyi pesan masuk di ponselku
Mama : " Pokoknya aku nggak mau tahu,papa harus bisa bujuk Bian pulang secepatnya ?
Aku nggak enak sama Tesi sudah janji mempertemukan Naura sama Bian pa !"
Ya Tuhan ?
Jasmine benar-benar membuatku darah tinggi
Suara ponsel pun bergetar panggilan masuk dari Jasmine
Pasti karena pesannya tidak aku balas
Mod aku benar-benar hancur karena Jasmine
Ponsel aku matikan sebelum Jasmine menghubungi lagi
Sampai sore hari waktunya pulang aku lega pekerjaanku terselesaikan tanpa gangguan Jasmine
Aku pulang mengendarai mobil pelan
Lampu merah menyala,aku berhenti menoleh ke kanan tidak sengaja menangkap basah Naura bersama laki-laki seumuran aku dalam mobil sedang berciuman " Loh,itu kan Naura ?
Tapi kenapa dia berciuman sama laki-laki tua kaya dia " Gumamku lirih
Apa Naura jadi sugar baby laki-laki tua tadi,tapi aku seperti nggak asing sama wajah lelaki itu?
Tapi siapa ya ?
Aku mencoba mengingat-ingat
Mataku mendelik sempurna,bukankah dia Rekan kerja Bian dari Kencana grup
Pak Bambang,dia sudah punya istri dan dua anak gadis
Aku nggak menyangka Naura bisa berbuat sehina itu,atau jangan-jangan di luar negri dia nggak kuliah ?
Banyak pertanyaan di benakku sebelum mencari tahu kelakuan Naura yg sebenarnya
Jasmine harus tahu menantu pilihannya tidak sebaik yg dia kira ?
__ADS_1
** Bersambung ...