Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 58


__ADS_3

Biantara berencana melamar Clara malam ini,Bian tidak mau terlalu lama berpacaran


" Pa,malam ini Bian mau melamar Clara boleh kan?" tanyanya pada Adrian


Adrian menghentikan aktifitasnya membaca koran lalu meletakan di meja


" Apa kamu sudah yakin sama gadis itu Bi "


" Yakin pa,Bian sudah mengenal Clara sejak lama?


Clara anak yg baik pa,bahkan waktu di Bogor dia selalu menolong kakek,kakek saja mendukung hubunganku bersama Clara ?"


" Baiklah,papa restui kalian.


Jangan lupa setelah lamaran bawa dia kesini ya ?" ujar Adrian


Biantara senang sang papa merestui hubungannya dengan Clara,tidak perduli mamanya suka atau tidak yg penting dia bisa bersatu bersama Clara


Bian berniat mengajak Clara ke jenjang yg lebih serius,dia sudah dewasa?


Bukan waktunya lagi untuk bermain perempuan


Dia juga mengabari Tante Celline dan Dira untuk ikut dalam acara lamarannya nanti malam


Persiapan acara lamaaran di bantu Tante celline juga,apalagi Dira yg antusias sekali sebentar lagi mendapat kakak perempuan


Dira punya teman curhat dan teman main nantinya,sejak dia pulang dari Inggris nggak punya teman


Semua kontak nomor teman SMA nya dulu hilang.


" Kamu udah beli cincinya Bi ?" tanya Celline yg sedang membungkus hantaran untuk lamaran


" Belum Tante " jawab Bian nyengir kuda


Betul juga kata tantenya,lamaran juga perlu cincin?


Bian mengajak Dira ikut ke toko perhiasan,Perawakan Clara seperti Dira


Pasti ukuran jarinya juga sama.


Di toko perhiasan Bian memilihkan cincin couple untuk lamaran,Dira beberapa kali mencoba tidak ada yg cocok


" Ada cincin yg lebih bagus lagi Mbak ?" tanya Bian pada pegawai toko


" Ada Tuan,tapi harganya lebih mahal karena Cincin itu dilengkapi batu permata "


" Saya coba Mbak ?"


Pegawai itu mengangguk lalu membawa dua kotak cincin couple limited edition


" Wahh ? bagus banget kak,aku coba yg ini " Cincin pertama terkesan mewah dan cantik Bian menjatuhkan pilihannya pada cincin yg pertama di coba adik keponakannya itu


Clara yg membeli cincin berlian untuk Yolanda kaget melihat Bian bersama gadis cantik sedang mencoba cincin cople


Clara terbengong menatap Bian dan gadis itu,mereka cocok sekali


Clara berkaca-kaca,jadi selama ini Bian hanya main-main saja dengannya


Clara melihat jelas gadis itu mencoba beberapa cincin di jarinya


Bian dan Dira tidak menyadari di pojokan paling ujung ada Clara yg menatapnya


Bian merasa ada yg sedang memperhatikannya,saat menoleh dia terlonjak kaget melihat Clara menatapnya dengan kecewa dan mata berkaca-kaca


" Clara " panggil Bian menghampiri


Clara memundurkan langkahnya tidak berani mendekat karena ada gadis bersama Bian

__ADS_1


" Selamat ya,semoga lancar sampai hari bahagia kalian ?" Clara berlari sambil menangis


" Hah " Dira terbengong-bengong dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal,tidak mengerti maksud wanita tadi


Bian menarik lengan Dira untuk masuk ke mobil mengejar Clara yg salah paham


Bian juga nggak menyangka bakal seperti ini,wanitanya salah paham sama calon keponakannya sendiri


Mungkin Clara menganggap Dira kekasih Bian yg akan bertunangan.


Clara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,Hatinya sangat kecewa Bian ternyata mempermainkan perasaanya


Bian mengikuti mobil Clara,dia khaawatir melihat Clara menyetir ugal-ugalan


Bian tahu Clara baru belajar menyetir mobil,meskipun sudah bisa tapi belum mahir


Clara membanting setir,hampir saja menabrak gerobak bakso yg berjualan di samping jalan


Ckiiitt !


Brak !! Mobil yg dikendarai Clara menabrak pohon menimbulkan suara keras


Orang-orang disana pun kaget mencari sumber suara


Clara mengelus dadanya,masih syok apa yg telah terjadi?


Tangannya gemetar hebat,apakah dia sudah mati.


Di samping mobil Clara banyak orang berkerumunan melihat keadaan Clara dalam mobil


Pandangan Clara mulai kabur lalu pingsan dengan luka di kepalanya.


Orang beramai-ramai mencoba membuka mobil Clara yg terkunci


Asap mulai berkebul


Bian melotot melihat Clara pingsan dalam mobil,dia mencari cara agar pintu mobil Clara terbuka


Dia panik karena mobil Clara semakin banyak keluar asap,sebentar lagi mobil Clara terbakar


Bian mencari batu besar lalu memecahkan kaca mobil dan berusaha membantu Clara keluar


Setelah lima menit akhirnya Clara berhasil di keluarkan,Bian menggendong Clara menjauh


Duarrr !!


Mobil meledak


Telat sedikit saja nyawa Clara tidak bisa diselamatkan hangus terbakar dalam mobil


Bian bergegas membawa Clara kerumah sakit,Dira yg menyetir mobil


Dira juga ikut panik melihat darah keluar dari kepala Clara,meskipun Dira tidak tahu siapa wanita itu tetap saja dia khawatir karena Bian begitu memperhatikannya.


Bian belum menjelaskan siapa wanita itu karena di toko perhiasan tadi Bian menarik tangan Dira terburu-buru mengikutinya


Sampai di rumah sakit Clara langsung ditangani dokter,Bian mondar-mandir menunggu di ruang UGD


Dira sampai pusing melihat Bian kaya kitiran nggak bisa diam untuk sekedar duduk saja.


" Bisa diam nggak sih kak ?" ujar Dira kesal


Bian menoleh,wajah Dira cemberut karena kesal " Mana bisa dir? dia wanita yg akan kakak lamar nanti malam "


" APA !!" Dira terlonjak kaget bangkit dari duduknya mendengar penuturan Bian


" Ja-jadi dia ? " Dira meremas rambutnya " Jangan-jangan gadis itu salah paham sama aku kak .. "

__ADS_1


Bian mengangguk,memang benar sepertinya Clara salah paham mengira Dira kekasihnya.


Bian menghubungi nomor ibu Yolanda


Ibu Yolanda yg sedang bersantai mendengar ponselnya berbunyi,nama Biantara tertera di layar


Ibu Yolanda mengernyit,ada apa Bian menelfonnya ?


" Hallo bi ?" jawab Yolanda


" Hallo tante,Clara di rumah sakit barusan kecelakaan Tan ?" ujar Biantara di sebrang telfon


Pyar ! gelas yg dipegang Yolanda terjatuh


Yolanda terpaku karena syok


" Tante,Tan ?" panggil Biantara lagi karena Yolanda tak kunjung menyahut


" I-iya ? dimana Clara dirawat bi ?" tanya Yolanda


" Di rumah sakit kasih bunda Tante "


" Saya kesana "


Tut !


Sambungan telfon terputus


Yolanda mengambil tas di kamar tidak sempat berganti pakaian lalu menyambar kunci mobil


Yolanda memacu mobilnya menuju rumah sakit tempat Clara di rawat


Sempat tadi dia melihat Sarti memandangnya aneh,tapi dia berjalan saja tanpa menegur


" Gimana keadaan Clara Bi ?" tanyanya


" Belum tahu Tante,dokter masih di dalam ?" jawab Biantara


Yolanda gelisah menunggu dokter keluar,tapi pandangannya beralih pada gadis di sebelahnya


" Kamu siapa ?" tanya Yolanda pada Dira


" Em,saya Keponakan kak Bian tante ?


Tante mamanya calon tunangan kak Bian ya "


" Calon tunangan ? " Yolanda kebingungan


" Iya Tante,sebenarnya anak Tante kecelakaan gara-gara salah paham sama Saya,dia mengira saya pacarnya kak Bian saat memilih cincin di toko perhiasan tadi ?"


" Tante nggak ngerti maksudnya apa ini Bi ?" tanya Yolanda pada Bian


" Maksud Dira tadi dia membantu saya memilihkan cincin untuk melamar Clara,tapi Clara salah paham mengira Dira yg akan bertunangan dengan saya tan ?


Clara emang belum mengenal siapa Dira jadi dia salah paham.


Tiba-tiba Clara pergi membawa mobil dengan kecepatan tinggi,terus menabrak pohon "


Yolanda manggut-manggut mulai paham apa yg baru saja terjadi.


Dokter yg menangani Clara keluar


Yolanda berdiri menghampiri sang dokter " Gimana keadaan anak saya dok ?"


Dokter menghela nafas panjang sebelum menjelaskan


" Kondisi anak anda ... " jawabnya menggantung

__ADS_1


*** Bersambung ..


__ADS_2