
Biantara memukul perut juragan ghani jatuh tersungkur
" Lepaskan clara atau kau mau seperti dia" tunjuk juragan ghani
" J-jangan tuan ?" ucap slamet tergagap
ke empat anak buah ghani takut menatap biantara.
Tatapanya begitu tajam dan auranya begitu membunuh.
gegas anak buah darma melepaskan clara,dia berlari memeluk biantara.
"Terimakasih ?" ucapnya menangis terisak
Biantara mengangguk dan melepaskan pelukan clara mendekati juragan ghani.
" Sudah kuperingatkan untuk tidak mengganggu clara !! apa kau tuli hah !! bentaknya pada juragan ghani
"Dan kau !! " menunjuk darma
" Jangan pernah menyakiti clara lagi!!"
mereka semua diam,tidak ada yang berani menjawab.
" Sandy !" panggil biantara
Sandy menyerahkan uang sejumlah seratus juta didalam tas.
dilemparnya uang itu tepat mengenai wajah darma.
Darma tidak memperdulikan biantara,dia senang mendapat uang cuma-cuma dari orang yang belum dikenalnya.
" Kau senang pak tua!! "
" Tentu ?" jawab darma keceplosan
" Untuk terakhir kali kau menyakiti clara,kalau kau menyakitinya lagi,bersiaplah menjadi santapan buaya kesayanganku !!" ucap biantara tersenyum menyeringai
Juragan ghani dan semua orang bergidik ngeri mendengar apa yang dikatakan biantara.
bagi yang sudah mengenalnya mereka pasti tahu ucapanya tidak main-main.
" Memang kau siapa berani mengaturku? dan clara anak saya,saya berhak atas dirinya !" ucap darma dengan berani
" Kau mau tahu siapa saya !
saya cucu dari kakek wijaya !!" ucap biantara menyeringai menatap tajam darma
__ADS_1
" A- apa ! " darma tidak percaya didepanya adalah cucu dari wijaya. dulu darma pernah mendengar desas desus mengenai kakek wijaya dulunya adalah ketua mafia paling ditakuti.
siapa saja yang membuat masalah denganya pasti akan mati menjadi santapan buaya putih miliknya.
Wajah darma pucat pasi,setelah senang mendapat uang banyak dirinya terjebak oleh situasi yang mencekam.
" Kau seret dia sandy !" perintahnya pada bodyguard kesayangan kakeknya
" Lepaskan !" ucap darma berontak,tentu darma tidak mampu melawan sandy yang mempunyai tubuh atletis dan jago bela diri
Sementara jyragan ghani segera masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.
para warga seperti mendapat tontonan gratis.
flashback on
Mang sarman yang dimintai tolong sarti gegas menuju kediaman kakek wijaya
" Ibu tunggu saja disini"
sarti mengangguk
Sampai didepan rumah mang sarman segera mengetuk pintu
Tok .. tok... tok... !!
Pintu dibuka oleh mumun
" Aya naon kang,, " tanya mumun pada sarman
" Panggilken tuan biantara mun,, cepetan !" ucap sarman dengan nafas tersenggal-senggal
Tanpa bertanya mumun segera memanggil tuannya yang sedang makan malam bersama kakek wijaya.
__ADS_1
" Ada apa mun?" tanya kakek wijaya melihatnya berlari
" Anu tuan,mang sarman nyariin tuan biantara,kayaknya penting ?"
Biantara keluar tanpa menjawab mumun,feelingnya mengatakan ada yang tidak beres,tidak biasanya ada orang yang mencarinya malam-malam
Biantara muncul dari balik pintu
" Tuan,, tolong tuan?"
" Ada apa mang?" tanyanya pada sarman
" Neng ara dibawa kabur bapaknya tuan,ibu sarti minta tolong para warga namun tidak ada yang berani menolong,sudah jelas bapaknya yang suka berjudi pasti menjadikan ara jaminan dari hutangnya lagi pada juragan ghani?"
" Kita kesana !"
Biantara masuk kembali mengambil pisau lipat ,memanggil sandy dan mengajaknya ikut bersamanya.
" Cepat naik? " perintahnya pada sarman dan sandy
menyetir mobilnya menuju rumah clara untuk mengajak para warga ikut menolong clara dirumah jyragan ghani
Sarti masih berdiri didepan pintu bersama bapak-bapak yang ingin menolong clara
Biantara berjalan kaki menuju rumah ghani diikuti warga dibelakang
flashback off
__ADS_1