Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 41


__ADS_3

Adrian mengelus kepala Bian lembut


" Anak papa sudah berubah sekarang,apa ada seseorang yg sudah mencairkan es balok ini ?" goda papa Adrian


Biantara tersipu malu,semenjak ia kenal Clara sifatnya berubah ramah


Tidak lagi sedingin es balok


" Hayoo ? Siapa itu ? Jangan-jangan menantu idaman mama itu ya " tebak mama Jasmine


Wajah Bian berubah masam,sudah tau siapa yg mama Jasmine sebut sebagai menantu idaman


Siapa lagi kalau bukan Vania si anak manja itu


" Loh,kok cemberut ? Mama benar kan" tebak Jasmine yg masih kekeuh menjodohkan Bian


" Sepertinya bukan ya bi ?" balas papa Adrian yg paham raut wajah Bian berubah karena sang istri menyebut nama Vania


Biantara mengangguk


" Lalu siapa bian ? Jangan bilang benar kata kakek kalau kamu jatuh hati sama gadis desa di tempat kakekmu ? " Tebak Jasmine


Biantara mengangguk.


Jasmine menutup mulutnya terkejut,tidak habis pikir putra kesayangannya jatuh hati pada gadis desa


" Biasa aja ma,mama juga dulunya gadis desa kan? Mama selama ini sudah bohongin Bian,kata mama orang tua mama ada di singapura,singapura mana selain sruagen ?" Ucap bian yg sudah tau darimana mamanya berasal


Ucapan Bian mampu membungkam mulut Jasmine


Adrian terkikik geli melihat Jasmine yg mati kutu


Kebohongan selama ini terbongkar jyga


" Kenapa mama diam,benar kan yg Bian katakan ? Bahkan dulu saat papa mengenalkan mama,pakaian mama masih culun terus kampungan lagi,pakai rok panjang dan kemeja polos ? Lalu sekarang ? Lihatlah? Mama berlagak kaya,kemana-mana selalu pamer berpakaian modis,tidak ketinggalan juga perhiasan yg melekat di tubuh mama ? Norak ma "


Jasmine tak bisa berkata-kata?


Adrian menahan tawanya,Ia juga kesal dengan sang istri yg selalu menjodohkan Bian dengan wanita murahan seperti Vania


" Jangan pernah mencampuri urusan asmara Bian ma,Bian tau siapa yg pantas menjadi pendamping hidup Bian kelak ?"


" Tapi Vania menantu idaman mama nak ? " balas jasmine akhirnya mengeluarkan suara


" Oke,terserah mama ! Yg jelas Bian nggak akan pulang kalau mama terus menjodohkan aku sama Vania !!" tegas Bian menatap tajam sang mama


Inilah yg Bian tidak suka dari sang mama,ia selalu mencampuri masalah asmaranya pada setiap wanita


Bagi mama Jasmine jodoh Bian asalkan berasal dari keturunan orang kaya ?


Terlalu menuntut kehendak Bian,sedangkan dirinya saja dulu orang biasa,anak dari seorang petani yg tidak punya apa-apa


" Sudahlah ma,biarkan saja Bian mencari wanitanya sendiri,yg mau menjalankan rumah tangganya kelak kan Bian,bukan mama ?" bela papa Adrian pada sang anak


Jasmine cemberut,suaminya selalu saja membela Bian


" Papa ini kebiasaan belain Bian terus,kalau kita punya menantu kaya kan bisa pamer ke teman sosialita mama dan nggak jadi bahan hinaan mereka ?" jawab mama Jasmine


Adrian geleng-geleng kepala dengan tingkah sang istri


" Boleh juga ma,nanti biar Bian ikut?"


Jasmine tersenyum sumringah akhirnya Bian mau juga . " Benarkah Bian ?"


" Benar dong ma,Bian mau pamer juga kalau punya mama dari desa,anak seorang petani " balas Bian dengan santainya


" Pftthhh " Adrian menahan tawanya


Brakk !! Jasmine kesal meletakan sendoknya dengan keras meninggalkan anak dan suaminya di meja makan

__ADS_1


Adrian melanjutkan makannya lagi,tidak perdulikan sang istri marah


Bian pun sama,menemani makan sang papa


Di kediaman Celline


" Loh Clara,darimana kamu ?


Tumben pakaianmu seperti itu ?" tanya Celline heran melihat Clara mengenakan baju gamis dan hijab


" Dari rumah sakit Bu?"


Celline terkejut,Rumah sakit ?


" Siapa yg sakit ra ?" tanya Celline penasaran


" Ayah yg tega membuang saya habis kecelakaan ? Kehabisan darah,mereka ngemis-ngemis minta saya buat menjadi pendonor ayah ? Tapi itu nggak gratis dong ?" jawab Clara tersenyum penuh arti


Celline diam,ia syok mendengar Jovan kecelakaan.


Namun setelah melihat senyuman Clara menjadi merinding,Celline tau arti senyuman Clara menyimpan banyak misteri


" Di rumah sakit mana ayahmu dirawat ? "


" Medistra bu ?"


Celline yg tidak mau ikut campur bergegas pergi menjenguk Jovan di rumah sakit


Di rumah sakit


" Pasien atas nama Jovanka adtmaja sus ?" ucap Celline di ruang pendaftaran


" Sebentar ya bu ?"


Celline mengangguk


Suster itu membuka daftar nama pasien


" Terimakasih sus " Celline menuju ruang VVIP


Terlihat Ariana,Yolanda dan Daniel menunggu Jovan di dalam ruangannya


" Bagaimana keadaan Jovan tante ? " tanya Celline pada Ariana saat masuk


" Loh,Celline ? Sejak kapan kamu disini " tanya Ariana ramah


" Baru saja tante,maaf tidak mengetuk pintu dulu ? Saya ikut panik mendengar Jovan kecelakaan ?" ucap Celline tidak enak hati main nyelonong saja tanpa permisi


" Kamu dengar darimana Lin ?" tanya Ariana heran


" Dari Clara cucu tante ?"


Ariana dan Yolanda terkejut bahkan Celline sudah tau siapa cucu kandungnya


" Anak durhaka itu tidak mau mendonorkan darahnya untuk ayahnya sendiri ?" ucap Ariana dengan pandangan lurus ke depan


Celline kaget,bukankah barusan Clara bilang habis mendonorkan darahnya untuk Jovan ?


" Bu-bukankah Clara yg menjadi pendonor Jovan?


Waktu saya kesini Clara baru pulang katanya habis dari rumah sakit mendonorkan darah untuk ayahnya ?"


Seketika semua kaget,pasalnya yg mencari pendonor itu adalah Daniel


" Daniel ? Bagaimana mungkin yg mendonorkan darah untuk ayahmu itu Clara? Bukankah kamu mencarinya di sosial media " tanya Yolanda


" Benar bu? Akun itu bernama anak terbuang,aku sama sekali nggak tahu kalau itu Clara ?"


Ariana dan Yolanda heran,mengapa Clara mau menuruti permintaan Daniel

__ADS_1


Padahal saat Yolanda datang anak itu menolaknya mentah-mentah


" Pasti ada yg nggak beres ? " Gumam Ariana yg terdengar Yolanda


" Kenapa tiba-tiba Clara mau Niel ?" tanya Ariana merasakan firasat buruk akan menimpa keluarga mereka


Daniel mengedikkan bahu,namun sedetik kemudian Daniel teringat kertas materai yg ia tanda tangani


" Tunggu ! Sebelum Clara mendonorkan darah untuk ayah,ia sempat menyodorkan kertas materai dan pulpen ? Lalu ia meminta aku untuk tanda tangan di kertas itu " jawab Daniel


Ariana dan Yolanda syok,bagaimana kalau dugaan Ariana benar,Clara telah merencanakan sesuatu pada keluarganya


" Kenapa kamu ceroboh sekali niel !" marah Ariana pada Daniel


" Maaf oma,Daniel panik mendengar ayah kritis dan tidak sempat membaca isi kertas itu ?" jawab Daniel merasa bersalah


Ariana menghela nafas panjang,Ia harus waspada akan kejadian buruk menimpa keluarganya


Celline diam tidak mau ikut campur masalah keluarga Jovan.


" Aku nggak nyangka,Clara bisa selicik itu ? " ucapnya dalam hati


Melihat masalah keluarga Jovan semakin rumit,Celline pamit untuk pulang


Sesampainya di rumah Celline mencari Clara,ia penasaran apa sebenarnya kertas yg dimaksud Daniel


" Clara ?" panggil Celline melihat Clara mengepel lantai atas


" Ya bu ?" jawabnya


Celline memperhatikan wajah Clara,ia terlihat polos dan lugu,namun siapa sangka di balik kepolosan Clara,ia mempunyai sifat licik


" Apa maksud kertas berisi materai yg kamu berikan pada Daniel " tanya Celline dengan tatapan tajam


Clara menyeringai,rupanya Celline sudah tahu?


Artinya Daniel sudah menyadarinya


" Oh itu,surat perjanjian yg Bian buat ? "


" Bian,mengapa bisa Bian yg membuatkan ? Katakan dengan jelas apa isi surat itu Clara " tanya Celline masih dengan tatapan tajam


"Ibu mau tahu ? Isi surat itu ya mengambil hak yg seharusnya menjadi milikku sebagai cucu kandung Tuan Vintcen,,bukan Daniel anak haram dari pasangan belum menikah ?" jawab Clara santai


Celline terkejut,secerdik itu Clara bisa mengelabui Daniel


" Ternyata sifatmu selicik Ariana " Ucap Celline dengan senyuman,isi surat itu membuat Celline puas


Bagaimana tidak,dulu Celline pernah sakit hati dengan Ariana karena Jovan sudah lebih dulu di jodohkan dengan Yolanda.


Padahal Ariana sangat tahu Celline menyukai Jovan sejak pertemanannya waktu kecil


Celline tidak terima waktu itu,sampai Wijaya akhirnya menjodohkan Celline dengan Harun untuk mengobati rasa sakit hati putrinya itu


" Kenapa ibu tidak jadi marah.?" tanya Clara heran


" Untuk apa,justru saya senang karena omamu dulu pernah membuat saya sakit hati ?mungkin itu balasan yg tepat untuknya " balas Celline meninggalkan Clara yg masih bingung mencerna ucapan Celline


Celline tersenyum puas mendukung Clara


**


Daniel pulang ke rumah setelah puas mendengar kemarahan sang oma


Di rumah pun sama,Vintcen sudah menunggunya duduk di ranjang kamar Daniel


Vintcen mendongak melihat siapa yg datang,ternyata seseorang yg ia tunggu sejak mendapat kabar dari Ariana sang istri


" Jelaskan ini apa !! " marah Vintcen pada Daniel yg mendapat pesan WA berisi foto surat perjanjian pengalihan harta milik keluarga Adtmaja pada saudari Clara chaerunnisa.

__ADS_1


DEGG ...!!


__ADS_2