Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 30


__ADS_3

"Ka-kau siapa ?" tanya celline tergagap


" Saya clara nyonya,anak angkat ibu sarti pembantu nyonya delapan belas tahun yg lalu ?"


Celline teringat bayi yg ditemukan sarti disemak-semak,wajahnya berubah senang.


" Kau cantik sekali,, ? Namamu siapa tadi "


" Clara nyonya? "


Celline mendekat,menatap lekat manik mata clara? Tatapannya sama persis seperti jovan.


" Apa tujuanmu datang kemari clara.."


"Sebenarnya saya kesini ingin mencari orang tua kandung saya nyonya,dan kalau diperkenankan saya ingin bekerja dirumah nyonya celline untuk sementara membantu ibu saya didesa ?"


" Begitu mulia hatimu clara.. Meski saya sempat benci mengingat dulu sarti tidak memperbolehkan saya merawatmu?


Tapi saya juga sadar,mungkin kau ditakdirkan untuk menjadi anak sarti,mengenai orang tuamu apa kau punya petunjuk untuk menemukan mereka?"


Clara mengangguk,nyonya celline kelihatannya orang baik?


Sorot matanya meneduhkan dan wajahnya mirip seseorang seperti ?


" Kakek wijaya.. " ucap clara dalam hati


" Kau boleh bekerja disini clara,kebetulan rumah saya sepi hanya ada pelayan dan satpam,anak angkat saya kuliah di inggris jarang pulang ?"


Mendengar diperbolehkan bekerja dirumah celline,dia sangat senang ?


Tak perlu susah-susah mencari pekerjaan di ibu kota yg sangat luas,apalagi ini pertama kalinya ke jakarta.


Dia takut terjadi hal yang tak diinginkan selama belum punya tempat tinggal,beruntunglah ia dapat bekerja disini.


Clara berjalan masuk dibelakang ibu celline,menunjukan kamar belakang untuk tempat istirahatnya


"Semoga kau betah dan segera menemukan orang tua kandungmu.. " ucap celline meninggalkan clara dikamar


Clara melihat-lihat kamar yg ia tempati,lebih luas dua kali lipat dari kamarnya di kampung,yang membuat ia aneh,mengapa ia sendirian?


Nyonya celline berkata ia punya pelayan,lalu mereka tidur dimana ? Apa memang semua pelayan punya kamar masing-masing.


**


Malam ini biantara ijin pulang ke jakarta pada sang kakek


Ia harus memastikan clara apakah sudah sampai di kediaman tantenya,atau masih mencari pekerjaan diluaran sana ?


Biantara takut terjadi sesuatu pada clara nekat pulang malam-malam


" Apa tidak lebih baik besok saja bi,kakek takut kenapa-kenapa di jalan,lagian kamu juga belum istirahat dari siang?.. "ucap kakek wijaya mengkhawatirkan sang cucu


" Lebih baik sekarang kek,kasihan clara ? Apalagi dia belum pernah ke jakarta,kakek tahu kan betapa kerasnya kota jakarta "


Wijaya mengangguk,ia jyga sama khawatir pada clara,clara ke jakarta tanpa tujuan yang jelas,hanya alamat rumah celline yang ia punya.

__ADS_1


Betapa malangnya nasib clara setelah di buang,ia tidak punya rasa benci pada ke dua orang tua,bahkan sudi mencari mereka yg jelas-jelas telah menelantarkan clara


Pukul tiga pagi biantara sampai didepan gerbang kediaman celline


Berkali-kali bian memencet bel namun tidak ada yg bangun membuka gerbang,biantara memanjat gerbang rumah celline


Blukk !!


Suara seperti benda jatuh mengangetkan satpam yg terlelap di posnya


" Siapa kau,, maling ! Maling !" teriak satpam mengira biantara maling


" Maling !! Tolong !!" teriak satpam lagi mulutnya langsung di bekap bian


" Ini saya pak " ucap biantara dengan nada dingin


sang satpam langsung menoleh merasa familiar dengan suara itu


" Tuan biantara" gumam satpam


Teriakan sang satpam mampu membangunkan penghuni rumah celline,mereka keluar membawa kayu,tongkat baseball,dan sapu lidi sebagai senjata


Celline membelakan matanya melihat siapa yang diteriaki maling oleh sang satpam


" Bian " gumam celline yang masih bisa di dengar orang sekitarnya


Bian,bian siapa? Apa biantara?


clara bertanya-tanya dalam hati. " akh rasanya tidak mungkin,tuan bian kan di tempat kakek wijaya? Kayaknya aku mulai berhalusinasi deh ?" batin clara menepuk pipinya kanan kiri menyadarkan halusinasinya


Biantara mendekat mencari sosok clara.


Celline syok kala melihat bian memeluk wanita yg mengaku anak dari sarti


"Kalau ngehalu kok rasanya beda ya? Kaya dipeluk beneran " gumam clara cekikikan


Bian menonyor kening clara,ia tersadar bian didepannya adalah bian yg ia kenal


" Ja-jadi .. Kamu beneran biantara ?" tanya clara dengan mulut menganga tidak percaya bian menemukan dirinya di rumah nyonya celline


" Hay tante?" sapa bian memeluk tantenya itu


" Tante ?" batin clara bertanya-tanya


" Jangan suka melamun.. Dia tanteku,adik dari papa " ucap biantara pada clara


Adik? Jadi nyonya celline beneran tantenya biantara?


Sungguh dunia ini sempit sekali


"Cihh .. Baru di sini saja sudah berani goda majikan ?" ucap dalam hati pelayan yang sepantaran clara


"Mengapa bisa kalian saling kenal " tanya celline bingung


" Apa tante lupa dimana tempat tinggal kakek ?" balas biantara

__ADS_1


Sesaat kemudian celline mengingat papanya yg berada di bogor.


" Berarti clara tetangga papa wijaya " tanya celline pada bian yg dibalas anggukan kepala


" Lalu kenapa kau memeluknya bian ?"


" Dia kekasihku tante ?"


" What !" pekik celline membelakan matanya tidak percaya kekasih bian berasal dari desa,sama seperti mama bian


" Nanti bian ceritain tante,sekarang bian boleh masuk,masa tamu dari tadi tidak dipersilahkan masuk ? Tidak sopan sekali..." ucap biantara tertawa garing


" Dasar kau ini,, biasanya main nyelonong aja" balas celline menjewer telinga bian


Bian kesakitan namun masih bisa tertawa,pelayan lain melihat biantara tertawa mentapanya aneh,selama mereka bekerja dirumah celline bertemu biantara sikapnya dingin,acuh pada wanita


" Semuanya bubar-bubar ? Lanjutkan istirahat kalian " ucap celline membubarkan para pelayan


**


Clara menyirami bunga ditaman belakang,semua pelayan di beri tugas masing-masing oleh celline


Tugas clara yg paling ringan banyak dari mereka mencibir clara


Pelayan susi melewati clara di belakang " Enak banget cuma nyiram bunga !" ucapnya sinis


Clara diam saja,malas meladeni orang tak penting


Susi semakin menjadi,ia menyiramkan air bekas pel pada clara


Byur !! Air mengenai kaki clara,celana panjangnya sedikit kotor


Dia masih diam saja,susi mendekat berniat menyiram kembali namun clara langsung mengarahkan selang air pada susi


Baju susi basah kuyup


Clara tertawa cekikikan,siapa yg berani akan ia balas,clara sekarang tidak boleh lemah.


Ia sangat lelah di tindas orang-orang di sekitarnya


" Kurangajar lo ya !" ucap susi mendekat membentak clara dan menjambak rambutnya


Clara tak diam saja,ia pun menjambak rambut susi,mereka saling jambak-jambakan


Pelayan lain heboh bersorak riang melihat perkelahian mereka,bahkan dilantai atas ada biantara yg sedari tadi mengawasi clara bekerja ikut bersorak meneriaki nama clara


" Clara... Clara .. Clara " teriak biantara mengagetkan semua orang


Seketika semuanya terdiam,bahkan susi melepas jambakan dikepala clara tidak mau dimarahi karena kepergok membuat masalah di rumah sang majikan


Dahi biantara berkerut,kenapa berhenti?


Padahal ia asyik menonton adegan live perang dunia wanita


" Ayo lanjutkan !" perintah biantara tertawa,namun bagi pelayan lain tawa biantara terdengar menakutkan

__ADS_1


semua pelayan diam dan membubarkan diri masing-masing termasuk susi yg ketakutan


Clara melirik biantara sengit


__ADS_2