
POV YOLANDA
Semenjak di penjara anakku belum pernah menjenguk kami,apa kesalahan kami terlalu fatal
Ya Tuhan ? maafkan kami yg selama ini menelantarkan anak kami,mungkin ini balasan yg setimpal atas apa yg kami lakukan pada putriku satu-satunya?
Di dalam sel aku banyak merenungi kesalahanku setelah beberapa kali mengikuti pengajian rutin setiap hari jum'at
Aku banyak belajar dari mereka yg berani bertaubat dan membenahi kesalahan mereka masing-masing
Setelah aku keluar nanti,aku berjanji akan menebus semua kesalahan yg telah aku perbuat pada putriku Clara
" Ibu Yolanda,di luar ada yg menjenguk anda ? " ucap penjaga memberitahuku
Aku bertanya-tanya dalam hati,siapa yg Sudi menjengukku di sini?
Saat keluar aku kaget mendapati putriku duduk dikursi ruang tunggu
" Waktu anda tiga puluh menit ?" ujar penjaga itu
Aku mengangguk,tidak menyangka putriku datang menjenguk
" Assalamualaikum ibu ? " ucapnya menyalami punggung tanganku lalu nenarikku ke dalam pelukannya
Aku terharu sekali? apa ini mimpi,Clara memeluk erat tubuh ini
Setelah pelukan di lepaskan Clara mengajak duduk,terlihat diatas meja ada makanan rumahan yg dia bawakan untukku
" Ibu makan ya,Clara tahu ibu pasti jarang makan enak? sengaja aku masakin buat ibu,ada ayam kecap kesukaanku.. kita makan sama-sama ya ?" ucapnya membuka rantang itu
Bau harum masakan menyeruak di indera penciumanku membuat cacing-cacing di perutku teriak minta makan
" Sepertinya enak ?" ujarku meneteskan air mata
Putriku tiba-tiba datang menjenguk dan membawakan makanan hasil masakannya sendiri
Sakit sekali jika mengingat kesalahan yg telah aku lakukan padanya
Clara menyendokan nasi beserta lauk lalu menyuapkannya padaku " Ibu makan ya ?"
Aku mengangguk menerima suapan itu,enak sekali rasa masakan putriku ini?
Andai saja aku tak membuangnya,pasti kami hidup bahagia sekarang
Makanan habis tak tersisa dimakan kami berdua,tapi anehnya kenapa Clara tidak menanyakan ayahnya?
" Bu ... ?" panggilnya padaku
Aku mendongak menatap wajah putriku,cantik sekali ? persis seperti ayahnya.
" Iya nak... Maafkan ibu ?" ucapku bersimpuh di kaki Clara
Clara juga menangis,air matanya mengalir deras dan menuntunku untuk bangun
__ADS_1
" Aku sudah maafin ibu? sekarang ibu bangun ya.. Jangan seperti ini,aku merasa berdosa sekali jika ibu begini... Aku kangen ibu? dari kecil Clara nggak pernah dapat kasih sayang tulus dari seorang ibu ? "
Aku mengerutkan dahi,bukankan Sarti merawat Clara dengan baik dan memberikan kasih sayang tulus untuknya ?
" Bukankah kamu telah mendapatkan semua itu dari Ibu Sarti nak,, tidak seperti ibu yg tega membuangmu?
Ibu minta maaf kalau ibu salah,tapi dulu ibu nggak punya pilihan lain selain menuruti permintaan ayah dan opamu nak ?
Mereka juga mengancam akan membunuh ibu dan kamu kalau ibu membocorkan rahasia Ayah dan opamu ?
Ibu takut sekali,karena itu ibu membiarkan kamu di rawat orang lain untuk keselamatan kamu sendiri nak ?.."
Clara mengangguk paham " Aku tahu Bu .. Bian sudah menceritakan semuanya ? Mulai saat ini ibu pulang bersamaku ya? kita hidup sama-sama... "
Ucapannya membuatku kaget sekaligus terharu " Lalu gimana dengan ayah dan Opamu nak ?" tanyaku ingin tahu apa Clara mau memaafkan mereka dan hidup bersama kami lagi
Clara menggelengkan kepala " Maaf Bu ? kalau untuk ayah dan opa Clara belum bisa memaafkan mereka,biarkan menyadari kesalahannya selama di penjara ?"
Aku mengangguk setuju,memang benar kata Clara? biarkan mereka menyadari kesalahannya
Aku selalu tertekan jika tinggal bersama suami dan orang tuanya yg selalu menuntutku untuk mengikuti kemauannya tanpa memikirkan perasaanku ini.
Setelah itu Clara mengurus kepulanganku di kantor polisi,sebelum selesai aku di masukan kembali ke dalam sel menunggu Clara
Empat jam sudah aku menunggu,terlihat Clara datang bersama satu orang pria setengah baya,pasti Clara bersama pengacara yg membantu mengeluarkanku dari sini?
" Ibu Yolanda ?" panggil penjaga itu
Aku mendekat,di bukanya pintu sel " Selamat ya Bu? hari ini anda di nyatakan bebas ?" ucapnya membuat aku ingin menangis bahagia
Tangisku pecah begitu saja,Lalu kami menuju sel dimana suami dan mertuaku di tahan,ada Daniel juga disana?
" Yo-yolan ?" ucap suamiku tergagap saat kami datang
Mungkin dia kaget melihatku bebas bersama putriku
" Mas,aku pamit ya ? jaga dirimu baik-baik.. semoga setelah keluar nanti kamu menyadari kesalahanmu dan mau membenahi diri ?"
" Maksud kamu apa Yolan !" bentak papa mertuaku
Daniel menatap kami sinis
" Mulai sekarang aku bebas pa? aku akan pulang bersama putriku ..." pamitku padanya
Mereka menatap tajam Clara,aku tahu pasti mereka marah besar
" Anak sialan !!! kenapa kau tidak membebaskan kami !!" bentak suamiku
Clara mendekat " Maaf,kalian sudah keterlaluan sama aku? nikmati saja selama kalian di penjara " ucap putriku bernada dingin,tidak ada senyuman di wajah cantiknya saat berbicara dengan mereka
Di rumah
Aku di sambut baik oleh pelayan
__ADS_1
" Selamat datang kembali nyonya ?" ucap mereka kompak membungkuk hormat
Aku tersenyum
Ibu Lastri kepala pelayan memelukku,selama ini aku memang dekat dengannya seperti layaknya saudara
" Selamat ya nyonya ? akhirnya nyonya bebas " ucapnya menangis haru
Aku pun menangis dipelukan ibu Lastri,dia lah yg selama ini menjadi tempat curhatku selama disini
Ibu Lastri lebih perduli dan mengerti keadaanku ketimbang suami dan kedua mertuaku
Ibu Lastri melepas pelukan kami bergantian memeluk putriku
" Terimakasih sudah membebaskan nyonya Yolanda Non ?" ucapnya
"Sama-sama Bu,nggak etis rasanya memenjarakan ibu kandungku sendiri yg tidak bersalah ..." ujar putriku
Aku tersenyum lalu mendekati putiku " Terimakasih sayang ?"
Clara mengangguk
Dari belakang terlihat ibu angkat Clara dan kedua anaknya mendekat
" Loh,kamu bebasin dia nak ? kan jelas-jelas ibumu salah .." ucapnya menatapku sinis
" Nggak kok Bu, ibu Yolan nggak salah? yg salah itu ada maling mencuri emas tapi nggak ngaku ?.." balas Clara
Uhukkk uhukkk ..! ibu Sarti terbatuk tersedak ludahnya sendiri
" Si-siapa nak ..." tanya ibu Sarti tergagap
" Setan kayaknya Bu ?.." balas Clara
Loh loh loh ? ada apa ini?
Wajah Sarti kok memerah?
Aku berpikir pasti ada sesuatu yg Clara sembunyikan tentang ibu angkatnya itu?
Clara mengajak aku ke kamar untuk istirahat,dia terus menempel kaya perangko tidak mau lepas sedetik pun dariku.
" Sayang,memang siapa yg mencuri emas milikmu ?" tanyaku sempat curiga sama ibu angkat Clara
kata Celline putriku sangat dekat dengan ibu angkatnya,tapi kenapa sekarang berbeda?
" Siapa lagi kalau bukan Bu Sarti ." jawab anakku cuek
Aku kaget,kenapa bisa ibu angkat anakku jadi pencuri?
tak mau terlalu ikut campur aku diam menunggu Clara saja yg cerita,karena kami baru saja bersatu? tidak mungkin buat masalah lagi yg bisa memisahkan aku dan putriku sekarang.
Yg lalu biarlah berlalu,sekarang buka lembaran baru dengan anakku meskipun tanpa kehadiran suami tapi aku bahagia bisa berkumpul dengan anakku lagi?
__ADS_1
***Bersambung ....