Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 14 mempekerjakan Vania


__ADS_3

Jasmine mondar-mandir di kamar.


adrian yang ingin berganti pakaian tidak jadi karena heran dengan istrinya seperti orang kebingungan.


" Ada apa ma?" tanya adrian mendekat


"Gawat pa? gawat !" ucap jasmine menggoncang-goncangkan bahu suaminya


"Eh eh ? mama kenapa sih,apanya yang gawat?" adrian bingung tidak mengerti apa maksud istrinya itu.


"Vania diusir papa dibogor,dia bilang bian punya kekasih gadis desa disana pa?"


" Ya bagus dong ma? artinya anak kita normal mulai dekat dengan wanita" jawab adrian santay


" Ish papa ini sama saja?" Jasmine memberenggut


"Sama bagaimana ma,kan bagus bian punya kekasih?


jadi kita tidak perlu repot-repot mencarikan jodoh"


"Masalahnya dia gadis kampung pa?"


Adrian menatap istrinya dengan dahi berkerut.


"Sudah lah ma? mau gadis kampung atau kota sama saja,apa mama lupa darimana mama berasal!" ucap adrian mengingatkan istrinya yang juga berasal dari kampung,bedanya dia berasal dari Jawa tengah.


Jasmine mati kutu,benar yang dikatakan suaminya.


"Mama baru ingat kan?


buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya? papa menyukai mama gadis desa,anak kita juga mempunyai kekasih gadis desa"

__ADS_1


" Tapi pa ?" jasmine tidak rela kehilangan sosok menantu idaman seperti vania.


" Apa lagi ma,apa karena kekasih bian tidak kaya?


beda sama vania yang manja itu"


" Papa kok ngomongnya gitu,vania cantik pa,anggun dan selalu berpenampilan modis? kan nggak malu-maluin kita nanti "


Adrian kesal selalu membela wanita seperti vania yang tidak bisa apa-apa.


memang vania anak dari rekan bisnisnya,tapi baskara tetap tidak suka pada gadis manja seperti dia.


" Apa papa pernah mengatakan mama kampungan dan bikin malu keluarga,waktu pertama mengenalkan mama pada keluarga besar papa,padahal mama hanya mengenakan rok panjang dan kemeja polos?


Tidak kan ? mereka bahkan menyambut mama dengan baik"


Jasmine diam tidak mengucapkan sepatah katapun pada suaminya.


aku sebagai papa biantara juga tidak suka dengan wanita macam vania ma" ucap andrian meninggalkan istrinya yang mematung memikirkan semua ucapanya.


Sesungguhnya baskara sudah jengah dengan kelakuan istrinya selalu mencarikan jodoh untuk anak semata wayangnya itu.


Biantara masih berumur dua puluh empat tahun,bagi lelaki belum saatnya membina rumah tangga.


**


Vania masih duduk santay di depan rumah kakek wijaya.


" Loh, ngapain masih disitu neng? kan sudah diusir tuan wijaya" ucap teh mumun terkikik seraya mencibir vania


" Diam kau pembantu,tidak usah ikut campur!" marah vania membentak teh mumun

__ADS_1


"Pembantu yang penting tidak diusir,lah situ yang mengaku calon istri tuan bian malah diusir?" ucap mumun menertawakan vania


Vania tidak tahan dengan ocehan mumun nyelonong masuk lagi kerumah kakek wijaya.


" Eh dasar wanita tidak tahu malu?" ucap mumun tidak habis pikir wanita bergaya anggun kelakuan macam singa betina.


"Bian, bian! " teriak vania


Biantara belum selesai makan,tersedak buburnya mendengar teriakan vania yang melengking.


Clara menyodorkan segelas air putih pada biantara gegas meminumnya.


"Sialan wanita itu" gerutu bian kesal


"Kek,aku mohon ijinkan aku tinggal disini dulu sementara ya kek?" ucap vania memelas


Kakek wijaya menghela nafas


" Terserah kau saja,tapi tinggal disini tidak gratis? kau bisa membantu para pekerja memetik pucuk daun teh diperkebunan"


Mata vania membola " A-aapa kek? apa tidak ada cara lain,aku bisa membayar berapapun asalkan jangan menyuruhku bekerja seperti mereka"


" Tidak mau ya sudah !" kakek wijaya beranjak dari kursinya


Tidak ada cara lain selain menuruti kakek wijaya untuk meluluhkan hatinya.


Vania tidak mau kalah dengan gadis desa disebelah bian yang bisa mendekati kakeknya bian.


" Baiklah kek? aku mau " ucap vania tidak tulus dan terpaksa.


Kakek wijaya tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2