
" Pagi Bu .. ?" sapa Clara baru pulang mengecup pipi ibu Yolanda
" Darimana saja semalaman nggak pulang " ibu Yolanda berkata setengah marah tanpa menoleh
Clara tersenyum kaku,pasti ibunya marah dia semalam nggak pulang tanpa mengabari sang ibu
" Anu Bu .. emm ?" Clara bingung mau menjelaskan takut di marahi
" Anu anu apa .. jangan macam-macam di luar,anak gadis tidak baik keluyuran " tegur ibu Yolanda
Clara diam,sebenarnya semalam mau pulang tapi karena lelah dia memutuskan untuk menginap saja,toh dia nggak tidur satu ranjang sama Biantara
Namanya juga manusia,menilai orang sesuia apa yg dia lihat tanpa tau yg sebenarnya
" Aku semalam nginap di kantor Bian Bu.. mau pulang udah malam karena ketiduran nungguin Bian kerja "
" Ya ampun Clara ,, kenapa nggak pulang aja si?
kan bisa nyuruh supir buat jemput,terus kamu tidur sama Bian "
" Nggak bu,Bian tidur di sofa kok ?.."
" Syukurlah nak.. ibu takut kamu macam-macam sama Bian " balas ibu Yolanda mengelus dada lega
Clara beranjak ke kamar,seperti biasa dia mengecek isi kamar
Tidak ada yg hilang selain uangnya kemarin?
Clara membuka laci dibawah ranjang,banyak banget uang yg di ambil ibu Sarti.
Dia heran,untuk apa uang sebanyak itu?
Apa dikirimkan sama bapak di kampung,bodohnya ibu Sarti.
Dikampung suaminya enak-enakan sama wanita lain sedangkan dia diperbudak bapak
Clara akan meminta orang rumah untuk mengawasi gerak-gerik ibu Sarti
" Bu.. ibu Sarti ada pergi belanja atau kemana nggak kemarin ?" tanyanya pada sang ibu
Ibu Yolanda mengernyit,kenapa anaknya menanyakan ibu Sarti?
pasti ada sesuatu nih?
Ibu Yolanda mengingat-ingat kemana ibu Sarti pergi kemarin
Dia sempat pergi entah kemana,dan kayaknya tas sama sepatu yg dikenakan pernah dipakai Clara
Atau jangan-jangan tas sama sepatu itu milik Clara yg dia curi?
" Kemarin ibu lihat ibu Sarti keluar tapi sendirian nggak tahu kemana ?
Tapi ibu heran deh .. kok tas sama sepatunya mirip kaya punya kamu sayang .. "
Clara teringat kemarin memang ibunya masuk ke walk in closet tapi entah apa yg dia lakukan
" Emang kenapa sih,kayaknya serius banget ?.." tanya ibu Yolanda lagi
" Ibu tahu nggak,uang di laci ranjang aku diambil ibu Sarti.. terus kemarin juga Clara liat di kamera CCTV ibu Sarti masuk ruang ganti aku entah ngambil apa disana,yg jelas waktu keluar bawa kantong kresek hitam "
" A -apa .. jadi Ibu Sarti pencuri ?" tanya ibu Yolanda terkejut
Dia tidak menyangka ibu angkat anaknya seorang pencuri
" sssttttt !! jangan keras-keras Bu " Clara mengarahkan jari telunjuknya di depan mulut ibu Yolanda
__ADS_1
Ibu Yolanda mengangguk,dia nggak mungkin diam saja?
bisa-bisa sang anak kehilangan apa yg dia punya,ibu Yolanda merasa harus berbuat sesuatu
" Aku minta ibu sama orang rumah awasin gerak-gerik ibu Sarti ya,jangan sampai dia masuk kamar aku lagi .." Clara memperingatkan sang ibu
***
Di rumah Bian
" Benar yg dikatakan mamamu Bi .. " tanya Adrian
Mama Jasmine pulang mengadu pada sang suami,mengatakan kalau Bian meniduri gadis kampung cucu tuan Vintcen
Adrian tak mempermasalahkan asal usul gadis itu,tapi dia kecewa dengan sikap Biantara
Harusnya Bian menikah dahulu sebelum mengajak perempuan untuk menginap,bukan lelaki tak bertanggung jawab seperti itu
Adrian tidak pernah mengajarkan anaknya untuk main perempuan diluar sana.
Dia selalu keras mendidik Biantara waktu kecil
" Papa jangan menyimpulkan yg tidak-tidak sama kaya mama sebelum tahu yg sebenarnya ..
Aku memang menginap di kantor bersama Clara,tapi kami nggak tidur satu ranjang ..
Aku tahu batasan pa? mana mungkin aku menghancurkan masa depan Clara ?
Papa kenal Bian kan,pasti papa tahu persis sifat Bian gimana " jawab Biantara
Mamanya selalu berpikiran negatif menyangkut perempuan yg dekat dengan Bian.
Seperti biasa mama Jasmine menerima calon menantu seperti kriterianya?
Mana mungkin Bian mau,kalau nggak cinta masa mau sama perempuan pilihan mama Jasmine?
Adrian percaya sama Biantara,anaknya tidak mungkin melakukan perbuatan sehina itu apalagi di kantor.
Adrian menghela nafas,pasti ulah sang istri yg nggak suka sama calonnya Bian sampai berkata yg tidak-tidak
Gimana Bian mau mendapatkan jodoh kalau istrinya saja selalu ikut campur.
Adrian memijit pelipisnya pusing dengan sifat Jasmine itu,dari dulu nggak pernah berubah.
" Ya sudah pa,Bian mau ke rumah Tante celline..
aku dengar Dira baru pulang setelah menyelesaikan kuliahnya di Inggris?
Apa papa mau ikut .. " ucap Biantara berniat kerumah Tante celline,sudah lama sekali semenjak Clara tidak disana Bian nggak pernah datang berkunjung
" Titip salam saja ya,Papa sama Mama kesana nanti malam saja Bi .. Mamamu kan lagi arisan sama Genk sosialita di tempat biasa,mana mau mama ninggalin arisan demi ke rumah tantemu ?
Nanti kalau papa tinggal marah lagi bi ?" balas Adrian terkekeh mengingat sifat sang istri yg cepat marah kaya ABG
Biantara terkikik geli ,emang sifat sang mama kaya perempuan baru jatuh cinta
Cepat marah dan ngambekan,kalau di bujuk mintanya berlian?
Aneh-aneh aja mamanya itu,kadang menyebalkan tapi lucu juga ?
Papa juga happy-happy aja punya istri ngambekan kaya mama,meskipun papa sering kesal sama sifat mama Jasmine
Yah ? namanya juga cinta lah ya?
Cinta memang mengalahkan logika dan membutakan segalanya
__ADS_1
***
Rumah Tante Celline
Dira bersama Tante Celline dan om Harun berkumpul di ruang tamu asyik bercanda tawa
Om harun sengaja pulang menyambut sang anak,lama nggak bertemu namanya keluarga pasti kangen.
" Lagi pada ngapain sih,seru banget kayaknya ... " Biantara datang menenteng kue kering kesukaan Dira
" Kak Bian .. " Dira berlari memeluk Biantara saking antusiasnya bertemu sampai kue kering yg Bian bawa terjatuh di lantai
Biantara sesak nafas dipeluk keponakannya erat sekali.
" Le-pas dir .. ?" ucap Biantara wajahnya memerah menahan nafas
Dira tersadar begitu erat memeluk Bian " Aduhh maaf kak,Dira nggak sengaja .. " Dira terkekeh
Lalu mengambil kue kering yg terjatuh itu.
" Apa kabar om .. " sapa Bian duduk disamping om Harun
" Baik bi,bagaimana kabar kamu dan mama papa ?"
" Baik juga om .. maaf papa sama Mama belum sempat kesini,mama mqsih ada arisan ?"
Celline terkekeh,kalau masalah arisan kakak iparnya nggak mau ketinggalan
Biasa lah ibu-ibu ngegosip dengan alasan bikin acara arisan.
" Tante tahu kok bi .. ?" sahut Celline tahu persis sifat kakak iparnya
Biantara menoleh ke arah Dira,matanya mendelik menatap Dira
" Ya ampun dir.. baru lima menit sudah menghabiskan kue satu toples..
itu perut apa karet sih ?"
Dira tertawa,emang kalau makan kue kering nggak ada kenyangnya?
***
Mama Jasmine baru pulang arisan melihat Adrian masih di rumah
" Papa nggak ke kantor .. " tanyanya
" Maksud mama apa sih ngomong nggak jelas sama papa,kenyataanya anak kita nggak tidur satu ranjang sama perempuan yg bernama Clara itu ..
Mama mau bikin papa nggak suka sama Clara dan menganggap dia murahan lalu memarahi Bian untuk memutuskannya kan .. ?
Apa sih maunya mama,selalu ikut campur masalah perempuan yg dekat sama Bian,gimana Bian mau dapat jodoh kalau mama saja melarang Bian dekat dengan perempuan pilihannya "
Mama Jasmine melongo, pulang-pulang dapat ceramah setelah ketahuan berbohong
Dia nggak rela Bian bersama Clara yg notabenya anak terbuang dari keluarga kaya raya
Mana tadi di arisan dia sudah sepakat menjodohkan Bian sama anak teman arisannya
" Tapi pa .. mama mau punya menantu yg jelas asal usulnya dari keluarga terpandang "
" Yg menjalankan rumah tangga Bian nantinya,bukan mama? Kalau mama masih mau menjodoh-jodohkan Bian lebih baik papa pulangkan saja mama ke desa sana, tempat asal mama dari kampung kan " ucap Adrian penuh penekanan, seolah-olah mengingatkan darimana Jasmine berasal
Deg
__ADS_1
Jasmine sakit hati mendengar ucapan suaminya yg sepertinya tidak main-main