Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 84


__ADS_3

Ariana duduk menyilangkan kaki di sofa


Sudah lama dia meninggalkan rumah sang suami, Vincent di penjara hampir satu tahun


Selama pergi dari rumah, Ariana diam-diam di jemput Adriel dan tinggal bersamanya


Kunjungan mereka berdua ke Indonesia ingin bertemu Clara


Ariana sudah damai dengan keadaan, dirinya menyadari kesalahan yang di buat sang suami dan Jovanka sang anak setelah mendapat nasihat dari Adriel


Ucapan Adriel mampu membuat Ariana sadar dan merasa bersalah pada Clara


Tidak seharusnya mereka menyia-nyiakan wanita sebaik dan secerdas Clara


Perusahaan milik suami yang di pimpin Clara, kini maju pesat


Kekayaannya kian bertambah semenjak ada Clara


Berbeda dengan Daniel, di bawah pimpinan Daniel, perusahaan Vintcen hampir bangkrut


Untuk Yolanda, Ariana tidak terima menantunya hidup enak, menumpang di rumah Clara


Ariana berniat mengajak Clara bicara baik-baik, dirinya berencana tinggal di rumah Clara selama di jakarta


Adriel tidak bisa menampung Ariana lebih lama lagi, Ariana telah membuat masalah sama istrinya


Istri Adriel tak mengijinkan dirinya mengajak Ariana tinggal disana


" Mana cucuku,, " tanya Ariana



Yolanda terhenyak, dia tak menyangka mama mertuanya bertanya soal anaknya



" Clara,, Clara masih di rumah sakit ma,, dia sempat koma "


" APA!! kenapa sama cucuku " tanya Ariana panik


" Clara tertusuk pisau di samping perutnya,beruntung nggak sampai mencelakai janin di dalam perutnya ma?? " jelas Yolanda



" Ha-hamil,, Tertusuk pisau,, ? maksudnya apa Yol, katakan yang jelas " tegas Ariana



Yolanda menarik nafas panjang menghembuskan perlahan sebelum menjelaskan


Dirinya menjelaskan secara rinci musibah yang menimpa Clara di rumah


Yolanda juga menceritakan adik angkat Clara yang di tinggal Sarti di rumahnya


Wajah Ariana merah padam,dia baru tau, Clara punya ibu angkat yang sangat jahat


Di buang dari keluarga Adtmaja, malah bertemu dan di asuh oleh ibu angkat sejahat itu

__ADS_1


Ariana bertambah menyesal, betapa menderitanya sang cucu dulunya


Berjuang untuk masa depannya sendiri


" Dimana adik angkat Clara " Tanya Ariana



" Mereka di rumah belakang ma,, "



" Kapan cucuku di perbolehkan pulang,, Atau biar mama kesana menjenguknya, sudah lama mama tidak bertemu Clara " ujar Ariana



" Ada di rumah sakit dekat sini ma,, Ada Biantara suami Clara disana,kata dokter, besok Clara sudah boleh pulang.


Kalau mama mau, kita jemput Clara sama-sama "


Ariana menganggukan kepala


Yolanda mengantarkan Ariana ke kamar untuk beristirahat


Adriel ijin pulang, pesawatnya tinggal beberapa jam lagi berangkat


Adriel bergegas ke bandara setelah berpamitan pada Ariana dan Yolanda


Hari sudah malam


Berhari-hari Clara hanya makan dan tidur saja, apalagi sejak dirinya koma, rasanya tertidur lama sekali


" Kamu kenapa sayang,, ? " tanya Biantara melihat Clara gelisah dan tak kunjung memejamkan mata


" Bosan mas,, pengen pulang " ujar Clara mengeluh



Biantara terkekeh, membelai rambut Clara istrinya


" Sabar sayang, besok boleh pulang kok... "


" Lama banget nggak pagi-pagi mas,, "



" Sudah cepat tidur, mas peluk deh? " Biantara naik ke ranjang Clara yang luas, untuk tiga orang saja masih muat


Biantara sengaja memesan kamar yang nyaman untuk Clara selama di rawat di rumah sakit


Clara tersipu malu,dirinya diam saja saat Biantara memeluknya


Beberapa hari Clara tidak merasakan pelukan suaminya, dan sekarang merasakannya lagi


Clara memejamkan mata di pelukan Biantara hingga esok pagi


Matahari menampakan sinarnya menembus gorden

__ADS_1


Biantara mengerjap-ngerjapkan mata karena silaunya sinar matahari


Dirinya bergegas turun mencuci muka di kamar mandi


Keluar dari kamar mandi, Biantara melihat Clara sudah bangun


" Kenapa bangun sayang, ini masih pagi? "


" Sudah boleh pulang belum mas,, " Tanya Clara polos


Biantara gemas dengan sang istri, rupanya istrinya sudah tidak sabar untuk pulang dan bertemu keluarganya di rumah


" Boleh kok,, mas beres-beres dulu ya " Ujar Biantara membereskan beberapa baju kotor Clara dan dirinya



" Selamat pagi cucu oma?? " sapa Ariana mengejutkan Clara dan Biantara



Clara dan Biantara menoleh ke arah sumber suara


Mereka berdua terkejut, di depan pintu ada Ariana berdiri dengan wajah sumringah menatap ke arah Clara


" O-oma " Ujar Clara tergagap


" Ya sayang, ini oma?? " Ariana merentangkan tangannya menghampiri sang cucu


Ariana memeluk erat Clara, Clara pun terharu atas perlakuan Ariana


Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba Ariana datang menjenguknya


Pertemuannya berbeda kali ini, Oma Ariana jauh lebih ramah dan lembut pada Clara


Yolanda tersenyum, mertuanya sudah mau menerima anaknya


Dan Biantara sendiri menatap bingung Ariana


Dalam hati Biantara bertanya-tanya, kapan Ariana datang dan punya niat menjenguk Clara


Biantara tau sendiri bahwa Ariana, Vintcen dan Jovanka tidak menyukai Clara


Perlakuan Ariana kini berbanding balik dari sebelumnya


" Apa oma Ariana benar-benar tulus menerima Clara, atau hanya akting supaya Clara mau menampung dan memaafkan Oma Ariana " Batin Biantara



Biantara melirik Yolanda, memberi kode lewat tatapan mata


Yolanda yang paham mengajak Biantara keluar untuk membicarakan hal itu


" Tenang Bian, oma sudah menerima Clara dengan tulus, dia juga menyesal telah menyia-nyiakan Clara selama ini, ibu sudah mendengar semua penjelasannya " Ujar Yolanda


" Syukurlah kalau begitu bu,, Aku ikut senang oma Ariana mau menerima Clara sebagai cucunya "


Yolanda dan Biantara masuk kembali untuk mengajak Clara pulang, mereka sudah melunasi biaya rumah sakit Clara

__ADS_1


__ADS_2