
Ariana duduk menyilangkan kaki di sofa
Sudah lama dia meninggalkan rumah sang suami, Vincent di penjara hampir satu tahun
Selama pergi dari rumah, Ariana diam-diam di jemput Adriel dan tinggal bersamanya
Kunjungan mereka berdua ke Indonesia ingin bertemu Clara
Ariana sudah damai dengan keadaan, dirinya menyadari kesalahan yang di buat sang suami dan Jovanka sang anak setelah mendapat nasihat dari Adriel
Ucapan Adriel mampu membuat Ariana sadar dan merasa bersalah pada Clara
Tidak seharusnya mereka menyia-nyiakan wanita sebaik dan secerdas Clara
Perusahaan milik suami yang di pimpin Clara, kini maju pesat
Kekayaannya kian bertambah semenjak ada Clara
Berbeda dengan Daniel, di bawah pimpinan Daniel, perusahaan Vintcen hampir bangkrut
Untuk Yolanda, Ariana tidak terima menantunya hidup enak, menumpang di rumah Clara
Ariana berniat mengajak Clara bicara baik-baik, dirinya berencana tinggal di rumah Clara selama di jakarta
Adriel tidak bisa menampung Ariana lebih lama lagi, Ariana telah membuat masalah sama istrinya
Istri Adriel tak mengijinkan dirinya mengajak Ariana tinggal disana
" Mana cucuku,, " tanya Ariana
Yolanda terhenyak, dia tak menyangka mama mertuanya bertanya soal anaknya
" Clara,, Clara masih di rumah sakit ma,, dia sempat koma "
" APA!! kenapa sama cucuku " tanya Ariana panik
" Clara tertusuk pisau di samping perutnya,beruntung nggak sampai mencelakai janin di dalam perutnya ma?? " jelas Yolanda
" Ha-hamil,, Tertusuk pisau,, ? maksudnya apa Yol, katakan yang jelas " tegas Ariana
Yolanda menarik nafas panjang menghembuskan perlahan sebelum menjelaskan
Dirinya menjelaskan secara rinci musibah yang menimpa Clara di rumah
Yolanda juga menceritakan adik angkat Clara yang di tinggal Sarti di rumahnya
Wajah Ariana merah padam,dia baru tau, Clara punya ibu angkat yang sangat jahat
Di buang dari keluarga Adtmaja, malah bertemu dan di asuh oleh ibu angkat sejahat itu
__ADS_1
Ariana bertambah menyesal, betapa menderitanya sang cucu dulunya
Berjuang untuk masa depannya sendiri
" Dimana adik angkat Clara " Tanya Ariana
" Mereka di rumah belakang ma,, "
" Kapan cucuku di perbolehkan pulang,, Atau biar mama kesana menjenguknya, sudah lama mama tidak bertemu Clara " ujar Ariana
" Ada di rumah sakit dekat sini ma,, Ada Biantara suami Clara disana,kata dokter, besok Clara sudah boleh pulang.
Kalau mama mau, kita jemput Clara sama-sama "
Ariana menganggukan kepala
Yolanda mengantarkan Ariana ke kamar untuk beristirahat
Adriel ijin pulang, pesawatnya tinggal beberapa jam lagi berangkat
Adriel bergegas ke bandara setelah berpamitan pada Ariana dan Yolanda
Hari sudah malam
Berhari-hari Clara hanya makan dan tidur saja, apalagi sejak dirinya koma, rasanya tertidur lama sekali
" Kamu kenapa sayang,, ? " tanya Biantara melihat Clara gelisah dan tak kunjung memejamkan mata
" Bosan mas,, pengen pulang " ujar Clara mengeluh
Biantara terkekeh, membelai rambut Clara istrinya
" Sabar sayang, besok boleh pulang kok... "
" Lama banget nggak pagi-pagi mas,, "
" Sudah cepat tidur, mas peluk deh? " Biantara naik ke ranjang Clara yang luas, untuk tiga orang saja masih muat
Biantara sengaja memesan kamar yang nyaman untuk Clara selama di rawat di rumah sakit
Clara tersipu malu,dirinya diam saja saat Biantara memeluknya
Beberapa hari Clara tidak merasakan pelukan suaminya, dan sekarang merasakannya lagi
Clara memejamkan mata di pelukan Biantara hingga esok pagi
Matahari menampakan sinarnya menembus gorden
__ADS_1
Biantara mengerjap-ngerjapkan mata karena silaunya sinar matahari
Dirinya bergegas turun mencuci muka di kamar mandi
Keluar dari kamar mandi, Biantara melihat Clara sudah bangun
" Kenapa bangun sayang, ini masih pagi? "
" Sudah boleh pulang belum mas,, " Tanya Clara polos
Biantara gemas dengan sang istri, rupanya istrinya sudah tidak sabar untuk pulang dan bertemu keluarganya di rumah
" Boleh kok,, mas beres-beres dulu ya " Ujar Biantara membereskan beberapa baju kotor Clara dan dirinya
" Selamat pagi cucu oma?? " sapa Ariana mengejutkan Clara dan Biantara
Clara dan Biantara menoleh ke arah sumber suara
Mereka berdua terkejut, di depan pintu ada Ariana berdiri dengan wajah sumringah menatap ke arah Clara
" O-oma " Ujar Clara tergagap
" Ya sayang, ini oma?? " Ariana merentangkan tangannya menghampiri sang cucu
Ariana memeluk erat Clara, Clara pun terharu atas perlakuan Ariana
Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba Ariana datang menjenguknya
Pertemuannya berbeda kali ini, Oma Ariana jauh lebih ramah dan lembut pada Clara
Yolanda tersenyum, mertuanya sudah mau menerima anaknya
Dan Biantara sendiri menatap bingung Ariana
Dalam hati Biantara bertanya-tanya, kapan Ariana datang dan punya niat menjenguk Clara
Biantara tau sendiri bahwa Ariana, Vintcen dan Jovanka tidak menyukai Clara
Perlakuan Ariana kini berbanding balik dari sebelumnya
" Apa oma Ariana benar-benar tulus menerima Clara, atau hanya akting supaya Clara mau menampung dan memaafkan Oma Ariana " Batin Biantara
Biantara melirik Yolanda, memberi kode lewat tatapan mata
Yolanda yang paham mengajak Biantara keluar untuk membicarakan hal itu
" Tenang Bian, oma sudah menerima Clara dengan tulus, dia juga menyesal telah menyia-nyiakan Clara selama ini, ibu sudah mendengar semua penjelasannya " Ujar Yolanda
" Syukurlah kalau begitu bu,, Aku ikut senang oma Ariana mau menerima Clara sebagai cucunya "
Yolanda dan Biantara masuk kembali untuk mengajak Clara pulang, mereka sudah melunasi biaya rumah sakit Clara
__ADS_1