Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 66


__ADS_3

POV Biantara


Sebelum berangkat ke Bogor aku dan papa berpamitan pada mama untuk melihat pabrik papa yg belum lama beroperasi


" Kami berangkat dulu ma ?" ujar papa


" Lama nggak disana pa,Mama malas dirumah sendirian ?" balasnya


Papa mengedipkan mata kearahku


" Nggak kok ma,paling semingguan lah " sahutku


" Ya sudah, hati-hati?


kabarin mama kalau udah sampai " ucapnya


" Oke ma ?"


Kami berangkat ke rumah Tante Celline,disana semua sudah di persiapkan,dari mulai hantaran dan mas kawin


Tante Celline dan Dira lah yg membantu persiapan pernikahanku


Perjalanan ke Bogor tak memakan waktu lama,saat sampai dirumah kakek,Clara sudah ada disana bersama Tante Yolanda dan ibu Sarti serta kedua adiknya


Kami terpaksa membawa mobil sendiri mengingat barang bawaan yg aku bawa banyak


Begitu juga Clara?


Terpancar aura kebahagiaan di wajah cantik calon istriku itu,aku juga bahagia sebentar lagi impian kami membina rumah tangga terlaksana


Tidak henti-hentinya aku bersyukur atas nikmat ini.


Meskipun tidak ada mama yg mendampingi masih ada Tante Celline


Dalam hati aku berdo'a agar pernikahan kami lancar dan bahagia sampai maut memisahkan


" Maafkan anakmu ini ma ?" gumamku lirih merasa bersalah pada mama


Aku tahu restu mama itu penting,tapi mengingat mama tak menyukai Clara,dia mampu menghalalkan segala cara untuk memisahkan kami


Jujur aku nggak siap berpisah sama Clara,dia wanita satu-satunya di hidupku


Tante Celline mendekat mengelus bahuku pelan " Sabar Bi? Tante yakin suatu saat nanti mamamu merestuimu " ujarnya


Aku tersenyum simpul,semoga yg diucapkan Tante Celline benar adanya


Kami turun disambut baik oleh kakek dan Clara


" Apa kabar cucu kakek ?" ujarnya


" Kabar baik kek,kakek bagaimana " balasku memeluk kakek


" Ya beginilah Bi,kakek semakin tua saja ?" balasnya terkekeh


Kakek bergantian memeluk Tante Celline


" Lama sekali kamu tidak berkunjung nak ?" ujarnya menangis haru


Bertahun-tahun Tante Celline memang jarang pulang,apalagi semenjak om Harun pulang tak tentu kapan waktunya


" Iya pa,maafkan anakmu ini yg jarang menjenguk papa?


Celline harap papa baik-baik saja dan selalu sehat " Balas Tante Celline ikut menangis


" Hallo kakek " Ucap Dira mendekat


Kakek menatap wajah Dira lama,entah apa yg kakek pikirkan

__ADS_1


Air mata semakin deras mengalir


" Cucu kakek ?" ujarnya memeluk Dira


Suasana menjadi haru karena pertemuan kakek dan Tante Celline sekian tahun lamanya


Kami berbincang-bincang sebelum beristirahat untuk acara pernikahanku besok


Pukul sepuluh malam masing-masing kami beristirahat


**


Pagi harinya aku bangun masih jam empat pagi tapi rumah kakek sudah ramai warga gotong royong bahu membahu mempersiapkan acara pernikahanku


Dari mulai memasak dan menata kursi,semua dibantu warga


Di tempat kakek masih kental tradisi di desa,kalau ada yg menikah saling membantu mempersiapkan acara


Tidak seperti di Jakarta, apa-apa harus beli?


Untuk persiapan saja membayar banyak orang.


Tepat jam sembilan pagi aku mengucapkan ikrar janji suci di depan pak penghulu disaksikan banyak orang


Mereka menjadi saksi bukti keseriusanku pada gadis pujaanku,Clara chaerunnisa


Suasana riuh setelah pak penghulu mengucapkan kata SAH untuk pernikahan kami


Sekarang Clara menjadi tanggung jawabku sepenuhnya,lahir maupun batin


Aku berjanji akan setia mendampinginya sampai akhir hayat kami,semoga aku bisa membimbing Clara menjadi istri yg baik untukku dan ibu yg baik untuk anak-anak kami kelak


Clara berjalan ke arahku di dampingi ibunya dan Tante Celline


Aku terpana menatap kecantikannya tanpa berkedip


" Tutup mulutmu Bi ?nanti ngeces malu-maluin " ujar papa menyenggol lenganku


Aku malu sekali, bisa-bisanya papa menggodaku dan didengar banyak orang


Setelah itu Clara mendekat mencium tanganku dengan takzim


Aku mengecup keningnya


Clara terlihat malu-malu dan grogi,aku bisa melihatnya


Tangannya mendadak gemetar dan sedingin es


Aku menggenggam tangannya erat agar dia relaks,lalu menaiki panggung dekorasi yg sudah disiapkan


Tiba-tiba kakek naik ke panggung,menjelaskan siapa sosok istriku yg sebenarnya


Karena setelah ijab Qabul mendadak ricuh,banyak yg mempertanyakan bapak kandung Clara


Aku juga mendengarnya sebelum naik ke panggung namun aku abaikan saja


Ada satu hal yg terlihat mencolok dan menjadi pusat perhatian banyak tamu undangan, souvernir pernikahan kami sebuah logam emas dan cincin emas berjejer rapi di meja


" Aku yakin pasti yg menyiapkan itu adalah istriku,siapa lagi kalau bukan dia?


Yg punya tambang emas kan istriku,kalau kakek pasti menyiapkan souvenirnya teh di pabrik kami ?" Batinku tertawa dalam hati


Apa jadinya kalau souvenir pernikahan kami berupa teh?


Aku terkekeh pelan membayangkan hal konyol itu,seandainya itu terjadi pasti jadi pernikahan pertama sepanjang sejarah yg paling konyol


" Kamu kenapa ?" tanya Clara melihatku tersenyum sendiri

__ADS_1


" Nggak kok,itu yg nyiapin souvernirnya kamu ?"


Clara mengangguk tanpa menjawab karena banyak tamu berdatangan untuk memberikan selamat pada kami


**


Malam harinya Clara mengeluh capek,dan berbaring sebentar


Setelah aku ajak untuk membuka kado,dia langsung bangkit dari ranjang


Kado dari Mama Yolanda berupa set perhiasan cantik yg di desain khusus mama Yolanda


Dari Om Harun dan Tante Celline sebuah mobil mewah untuk kami


Banyak sekali kado-kado istimewa dari orang-orang terdekat kami,terakhir aku hendak membuka kado dari kakek namun di rebut oleh istriku


" Dasar kamu itu ya ?" ucapku mencubit pipinya gemas


Istriku membuka kado dari kakek,matanya membulat dan terkejut,aku jadi penasaran kado apa yg diberikan kakek


Saat istriku memperlihatkan padaku ternyata kunci mobil beserta surat-suratnya dan tiket honeymoon ke Bali


Aku tersenyum membayangkan honeymoon nanti,kakek memang paling pengertian


**


Esok pagi di rumah kakek masih ada acara masak besar untuk di bagikan warga


Ibu-ibu saling membantu


Clara terlihat senang berkumpul bersama ibu-ibu disana


Aku bersama papa duduk di balkon melihat pemandangan kebun teh yg luas


Sesekali kami melempar candaan untuk menghilangkan kantuk yg mendera


Mataku lengket sekali,jam empat pagi baru bisa terlelap


Ya ?


Namanya juga pengantin baru pasti wajar kalau tidur hampir subuh


Papa sesekali menggodaku,aku tertawa karena candaan papa ?


Kakek juga bergabung bersama kami


Kakek terlihat bahagia karena pernikahanku terlaksana dan lancar tanpa ada halangan apapun


Kakek juga melarang kami menunda momongan,lebih cepat lebih baik?


Aku dan Clara juga ingin segera punya momongan,rumah akan sangat ramai karena kehadiran anak kami nanti


Yg aku pikirkan hanya nama,sanggupkah Clara tinggal bersama mama?


Semoga mama mau menerima Clara sebagai menantu


Aku berdo'a dalam hati semoga rumah tanggaku baik-baik saja tanpa campur tangan mama ?


" Mikirin apa bi? serius banget " tegur Papa


Aku terhenyak


" Nggak kok pa ?" balasku


Kakek menepuk bahuku pelan " Kakek yakin lambat laun mamamu menerima Clara sebagai menantu,bersabarlah bi ?


Kakek harap jangan ada konflik antara kamu dan mamamu nantinya " ujarnya bisa menebak isi pikiranku

__ADS_1


*** Bersambung ..


__ADS_2