
POV Biantara
Sebelum berangkat ke Bogor aku dan papa berpamitan pada mama untuk melihat pabrik papa yg belum lama beroperasi
" Kami berangkat dulu ma ?" ujar papa
" Lama nggak disana pa,Mama malas dirumah sendirian ?" balasnya
Papa mengedipkan mata kearahku
" Nggak kok ma,paling semingguan lah " sahutku
" Ya sudah, hati-hati?
kabarin mama kalau udah sampai " ucapnya
" Oke ma ?"
Kami berangkat ke rumah Tante Celline,disana semua sudah di persiapkan,dari mulai hantaran dan mas kawin
Tante Celline dan Dira lah yg membantu persiapan pernikahanku
Perjalanan ke Bogor tak memakan waktu lama,saat sampai dirumah kakek,Clara sudah ada disana bersama Tante Yolanda dan ibu Sarti serta kedua adiknya
Kami terpaksa membawa mobil sendiri mengingat barang bawaan yg aku bawa banyak
Begitu juga Clara?
Terpancar aura kebahagiaan di wajah cantik calon istriku itu,aku juga bahagia sebentar lagi impian kami membina rumah tangga terlaksana
Tidak henti-hentinya aku bersyukur atas nikmat ini.
Meskipun tidak ada mama yg mendampingi masih ada Tante Celline
Dalam hati aku berdo'a agar pernikahan kami lancar dan bahagia sampai maut memisahkan
" Maafkan anakmu ini ma ?" gumamku lirih merasa bersalah pada mama
Aku tahu restu mama itu penting,tapi mengingat mama tak menyukai Clara,dia mampu menghalalkan segala cara untuk memisahkan kami
Jujur aku nggak siap berpisah sama Clara,dia wanita satu-satunya di hidupku
Tante Celline mendekat mengelus bahuku pelan " Sabar Bi? Tante yakin suatu saat nanti mamamu merestuimu " ujarnya
Aku tersenyum simpul,semoga yg diucapkan Tante Celline benar adanya
Kami turun disambut baik oleh kakek dan Clara
" Apa kabar cucu kakek ?" ujarnya
" Kabar baik kek,kakek bagaimana " balasku memeluk kakek
" Ya beginilah Bi,kakek semakin tua saja ?" balasnya terkekeh
Kakek bergantian memeluk Tante Celline
" Lama sekali kamu tidak berkunjung nak ?" ujarnya menangis haru
Bertahun-tahun Tante Celline memang jarang pulang,apalagi semenjak om Harun pulang tak tentu kapan waktunya
" Iya pa,maafkan anakmu ini yg jarang menjenguk papa?
Celline harap papa baik-baik saja dan selalu sehat " Balas Tante Celline ikut menangis
" Hallo kakek " Ucap Dira mendekat
Kakek menatap wajah Dira lama,entah apa yg kakek pikirkan
__ADS_1
Air mata semakin deras mengalir
" Cucu kakek ?" ujarnya memeluk Dira
Suasana menjadi haru karena pertemuan kakek dan Tante Celline sekian tahun lamanya
Kami berbincang-bincang sebelum beristirahat untuk acara pernikahanku besok
Pukul sepuluh malam masing-masing kami beristirahat
**
Pagi harinya aku bangun masih jam empat pagi tapi rumah kakek sudah ramai warga gotong royong bahu membahu mempersiapkan acara pernikahanku
Dari mulai memasak dan menata kursi,semua dibantu warga
Di tempat kakek masih kental tradisi di desa,kalau ada yg menikah saling membantu mempersiapkan acara
Tidak seperti di Jakarta, apa-apa harus beli?
Untuk persiapan saja membayar banyak orang.
Tepat jam sembilan pagi aku mengucapkan ikrar janji suci di depan pak penghulu disaksikan banyak orang
Mereka menjadi saksi bukti keseriusanku pada gadis pujaanku,Clara chaerunnisa
Suasana riuh setelah pak penghulu mengucapkan kata SAH untuk pernikahan kami
Sekarang Clara menjadi tanggung jawabku sepenuhnya,lahir maupun batin
Aku berjanji akan setia mendampinginya sampai akhir hayat kami,semoga aku bisa membimbing Clara menjadi istri yg baik untukku dan ibu yg baik untuk anak-anak kami kelak
Clara berjalan ke arahku di dampingi ibunya dan Tante Celline
Aku terpana menatap kecantikannya tanpa berkedip
" Tutup mulutmu Bi ?nanti ngeces malu-maluin " ujar papa menyenggol lenganku
Aku malu sekali, bisa-bisanya papa menggodaku dan didengar banyak orang
Setelah itu Clara mendekat mencium tanganku dengan takzim
Aku mengecup keningnya
Clara terlihat malu-malu dan grogi,aku bisa melihatnya
Tangannya mendadak gemetar dan sedingin es
Aku menggenggam tangannya erat agar dia relaks,lalu menaiki panggung dekorasi yg sudah disiapkan
Tiba-tiba kakek naik ke panggung,menjelaskan siapa sosok istriku yg sebenarnya
Karena setelah ijab Qabul mendadak ricuh,banyak yg mempertanyakan bapak kandung Clara
Aku juga mendengarnya sebelum naik ke panggung namun aku abaikan saja
Ada satu hal yg terlihat mencolok dan menjadi pusat perhatian banyak tamu undangan, souvernir pernikahan kami sebuah logam emas dan cincin emas berjejer rapi di meja
" Aku yakin pasti yg menyiapkan itu adalah istriku,siapa lagi kalau bukan dia?
Yg punya tambang emas kan istriku,kalau kakek pasti menyiapkan souvenirnya teh di pabrik kami ?" Batinku tertawa dalam hati
Apa jadinya kalau souvenir pernikahan kami berupa teh?
Aku terkekeh pelan membayangkan hal konyol itu,seandainya itu terjadi pasti jadi pernikahan pertama sepanjang sejarah yg paling konyol
" Kamu kenapa ?" tanya Clara melihatku tersenyum sendiri
__ADS_1
" Nggak kok,itu yg nyiapin souvernirnya kamu ?"
Clara mengangguk tanpa menjawab karena banyak tamu berdatangan untuk memberikan selamat pada kami
**
Malam harinya Clara mengeluh capek,dan berbaring sebentar
Setelah aku ajak untuk membuka kado,dia langsung bangkit dari ranjang
Kado dari Mama Yolanda berupa set perhiasan cantik yg di desain khusus mama Yolanda
Dari Om Harun dan Tante Celline sebuah mobil mewah untuk kami
Banyak sekali kado-kado istimewa dari orang-orang terdekat kami,terakhir aku hendak membuka kado dari kakek namun di rebut oleh istriku
" Dasar kamu itu ya ?" ucapku mencubit pipinya gemas
Istriku membuka kado dari kakek,matanya membulat dan terkejut,aku jadi penasaran kado apa yg diberikan kakek
Saat istriku memperlihatkan padaku ternyata kunci mobil beserta surat-suratnya dan tiket honeymoon ke Bali
Aku tersenyum membayangkan honeymoon nanti,kakek memang paling pengertian
**
Esok pagi di rumah kakek masih ada acara masak besar untuk di bagikan warga
Ibu-ibu saling membantu
Clara terlihat senang berkumpul bersama ibu-ibu disana
Aku bersama papa duduk di balkon melihat pemandangan kebun teh yg luas
Sesekali kami melempar candaan untuk menghilangkan kantuk yg mendera
Mataku lengket sekali,jam empat pagi baru bisa terlelap
Ya ?
Namanya juga pengantin baru pasti wajar kalau tidur hampir subuh
Papa sesekali menggodaku,aku tertawa karena candaan papa ?
Kakek juga bergabung bersama kami
Kakek terlihat bahagia karena pernikahanku terlaksana dan lancar tanpa ada halangan apapun
Kakek juga melarang kami menunda momongan,lebih cepat lebih baik?
Aku dan Clara juga ingin segera punya momongan,rumah akan sangat ramai karena kehadiran anak kami nanti
Yg aku pikirkan hanya nama,sanggupkah Clara tinggal bersama mama?
Semoga mama mau menerima Clara sebagai menantu
Aku berdo'a dalam hati semoga rumah tanggaku baik-baik saja tanpa campur tangan mama ?
" Mikirin apa bi? serius banget " tegur Papa
Aku terhenyak
" Nggak kok pa ?" balasku
Kakek menepuk bahuku pelan " Kakek yakin lambat laun mamamu menerima Clara sebagai menantu,bersabarlah bi ?
Kakek harap jangan ada konflik antara kamu dan mamamu nantinya " ujarnya bisa menebak isi pikiranku
__ADS_1
*** Bersambung ..