
Yolanda dan para pelayan di sibukkan dengan acara memasak,Yolanda membuat nasi kuning untuk syukuran kecil-kecilan cucu pertamanya di dalam perut Clara
Celline dan Dira antusias sekali menyambut kehamilan Clara
" Aku pengen anak kak Clara cewek ?" seloroh Dira mulutnya penuh dengan makanan
" Nggak mau,aku maunya cowok " sahut Biantara tidak terima
" Cewek "
" Cowok !" balas Biantara nggak mau kalah
Mama celline sampai pusing dengar mereka ribut,sedangkan Clara menutup telinga
Yolanda terkekeh dengan tingkah Biantara dan sepupunya seperti anak kecil
" Diam !" Teriak Clara bersungut-sungut
Biantara dan Dira langsung bungkam mendengar teriakan Clara
Biantara tersenyum kecut melihat istrinya marah,sementara Dira mengalihkan pandangan dan melanjutkan makan lagi
" Ayo berantem lagi " ujar Celline mencibir
Biantara dan Dira saling tatap,Dira mengepalkan tangan ke arah Biantara meninju-ninjukan di udara
Biantara menjulurkan lidahnya mengejek balik Dira
" Astaga,ya ampun ?" Clara menepuk keningnya tidak habis pikir tingkah sang suami seperti anak kecil
Yolanda mengelus bahu Clara agar anaknya tidak terbawa emosi,biasanya bawaan bayi suka berubah-ubah mood nya?
Clara tersenyum pada Yolanda " Bu ? " panggil Clara menyodorkan piring terisi penuh miliknya
Yolanda paham keinginan sang anak,apalagi kalau bukan minta di suapi?
Clara menerima suapan demi suapan dari Yolanda sambil menonton siaran langsung Biantara dan Dira
Clara bersendawa di depan mereka,sedetik kemudian Clara menjadi pusat perhatian
Biantara dan Dira pun diam menatap aneh Clara
Biasanya Clara yg paling sopan di antara keluarga,namun sekarang berbanding balik dari sebelum Clara hamil,apa itu bawaan dari bayi ?
Clara menyadari di tatap aneh keluarganya lalu pergi dengan menghentak-hentakan kakinya
Clara melangkah terus menggerutu kesal
Di kamar Clara menangis tersedu-sedu,Celline dan Dira awalnya ingin masuk namun mengurungkan niatnya mendengar tangisan pilu Clara
Celline turun menghampiri Biantara untuk membujuk istrinya
" Bi,bujuk Clara gih?
kasihan dia nangis di kamar " ujar Celline menatap Biantara lesu
" Nangis kenapa Tan ?" tanya Biantara tak mengerti
" Astaga Bian !
kamu lihat nggak sih barusan Clara marah,harusnya kita biasa aja tadi.
Mungkin Clara begitu bawaan bayi " ujar Celline
" Yg sabar menghadapi ibu hamil,kadang moodnya suka berubah ?
Bujuk Clara baik-baik ya Bi ?" pesan Yolanda sebelum Biantara beranjak
Biantara mengangguk paham
Di kamar
__ADS_1
Suara tangis Clara memilukan,Biantara tidak tega mendengarnya
" Sayang ? "
Clara tidak mau menoleh tetap menangis menutupi tubuhnya menggunakan selimut
Biantara mendekat duduk di tepi ranjang sambil mengelus kepala Clara
" Maafkan mas tadi ya,Tante,Dira dan ibu juga minta maaf sudah keterlaluan ? sekarang kita turun lagi yuk ?" ajak Biantara membuka selimut Clara
" Nggak mau !" ujar Clara ketus
" Ayolah sayang ?
Maafkan mas,mas janji nggak akan mengulanginya lagi deh ?
Atau kamu mau es cream biar nanti mas belikan es cream yg banyak " Bujuk Biantara
Clara menggeleng,dia pikir Clara anak kecil apa ?
" Aku maunya jalan-jalan "
" Oke,kita jalan ya ?
sekarang turun dulu,nggak enak sama yg lain sayang?"
" Aku maunya besok kita jalan-jalan ke Disneyland,aku mau lihat negri dongeng " seloroh Clara
Biantara menganga,ke Disneyland ?
Jauh sekali?
Biantara pikir Clara mengajaknya ke tempat terdekat di Jakarta?
Tapi demi sang istri Biantara akhirnya mengangguk menuruti permintaan istrinya
Anggap saja honeymoon lagi?
Clara turun dengan senyuman yg merekah,Keluarga Clara sampai heran dan bertanya-tanya
Secepat itukah Clara berubah,Celline penasaran Biantara menggunakan cara apa untuk membujuk sang istri
Setelah Clara bergabung dengan Yolanda dan Dira ,akhirnya Biantara menceritakan pada Tante celline kalau Clara minta berlibur ke Disneyland
" Pantas saja Clara senyum terus,nyidamnya saja minta jalan-jalan " batin Celline menyungingkan senyum
Ngidam Clara nggak kaleng-kaleng,disaat yg lain minta makanan,Clara malah minta jalan-jalan
" Kamu kenapa Lin ?" tanya Yolanda
Celline membisikan sesuatu di telinga Yolanda mengatakan kalau Clara mengajak Biantara berlibur
Yolanda manggut-manggut,tak apalah asalkan anaknya senang?
Clara pasti belum pernah liburan sejauh itu,Yolanda menyuruh orang kepercayaannya menyiapkan jet pribadi untuk Clara dan Biantara besok
Tidak terasa hari sudah sore,keluarga Biantara berpamitan pulang
" Bi,sesekali ajak Clara pulang ke rumah untuk di kenalkan sama mama ?" ujar Adrian
" Aku nggak janji pa,Clara besok ngajakin liburan ke Disneyland " Balas Biantara
Biantara pusing karena pekerjaan kantor tidak bisa ditinggal,jadwal pertemuannya pun padat
Adrian menepuk bahu sang anak " Serahkan saja sama papa,papa tahu kamu memikirkan perusahaan kan ?
Bersenang-senanglah bersama istrimu,papa yg akan membereskan pekerjaan "
__ADS_1
Senyum tersungging di bibir Biantara,papa tahu saja Biantara membutuhkannya
" Terimakasih pa ? papa memang paling mengerti Bian ?"
Adrian pun pulang bersama Celline dan Dira
\*\*
Malam harinya Clara bersama Biantara duduk di ruang keluarga
Clara menghandle semua jadwal pertemuan,sedangkan pekerjaan dia serahkan pada Yolanda
Clara percaya Yolanda bisa mengatasi semua pekerjaannya selama Clara dan suami berlibur
Sarti diam-diam menguping dari balik tembok,ada bagusnya Clara liburan
Sarti siang tadi beralasan menghadiri acara arisan bersama ibu-ibu sosialita entah dimana sampai malam baru pulang.
" Emang mau liburan kemana nak ?" tanya Sarti pura-pura baik lalu mendaratkan bokongnya di sebelah Clara
" Ke Disneyland Bu ?"
Sarti mematung mendengar Clara liburan ke luar negri,dia juga ingin kesana?
Tapi kalau dia ikut, rencananya mengambil uang Clara gagal lagi?
Clara dan Yolanda saling lirik,mereka paham ibu Sarti tengah memikirkan sesuatu
Clara menebak-nebak apa mau ibu Sarti?
Isi otaknya hanya uang,uang dan uang?
Tanpa mau bekerja keras,hanya ongkang-ongkang kaki modal mengemis pada Clara
Ada saja alasan yg ibu Sarti gunakan untuk memeras uang Clara.
" Ibu boleh minta uang untuk Deni,uang yg kamu berikan bulan kemarin sudah habis nak " alasan Sarti
" Benar kan tebakanku,apalagi mau dia kalau bukan uangku " batin Clara dalam hati
Yolanda menghela nafas,anaknya terus-terusan di peras ibu Sarti
Dia tidak terima uang anaknya habis untuk berfoya-foya ibu Sarti
Sarti kerap sekali berbelanja pakaiannya sendiri tanpa memikirkan Deni dan Viona anak kandungnya
Kasihan ke dua anak Sarti kerap di tinggal sendirian dengan baby sitter Viona
Yolanda memisahkan rumah untuk ditinggali Sarti bersama kedua anaknya,di samping rumah utama Clara yg kosong
Rumah itu tidak terlalu besar,hanya saja kalau di kampung rumah seperti itu sudah termasuk mewah
Awalnya Sarti menolak,namun setelah kejadian Sarti mau membunuh salah satu pelayan kesayangan Yolanda
Clara bertindak tegas,tidak memperbolehkan Sarti tinggal di rumah utama lagi?
\*\* Bersambung ...
__ADS_1