
" Jadi selama ini kamu juga bohongin mama Bi ?"
Tanya Jasmine bergabung bersama anak dan suaminya
" Ehh,anu ? Nggak kok ma " jawab Bian menggaruk kepalanya bingung
Ia melirik papanya meminta bantuan
" Jadi begini maksud Bian ma,Bian masih pendekatan dengan wanita pilihan Bian ? Karena belum waktunya menjalin hubungan dengan wanita,kau tau sendiri umur Bian masih 21 tahun,dia masih mau menikmati masa mudanya sebelum menghalalkan wanita itu "
" Halahh papa bohong aja ? Mama dengar dengan jelas apa yg kalian katakan barusan ? " Jasmine masih saja ngeyel
Jasmine senang Bian belum punya kekasih,ia masih punya kesempatan mencari menantu yg cocok untuk anak semata wayangnya
Ia tidak rela Bian terus mengejar wanita kampung yg mereka bicarakan
" Sudahlah Bian pusing denger mama ngoceh terus dari tadi ?" jawab Bian berlalu pergi meninggalkan Papa dan mamanya
Bian berbaring di kamar memikirkan Clara
" Sedang apa dia ?" ucap Bian dalam hati lalu mencari ponselnya mengetikan pesan untuk Clara
( " Lagi apa ? ") isi pesan Bian
Clara yg hendak terlelap mendengar ponselnya berbunyi
Keningnya berkerut mendapat pesan dari Bian
Bian ( Lagi apa ?)
Clara tersenyum sendiri,entah kenapa suasana hatinya senang mendapat pesan singkat Bian
Clara ( Mau istirahat,sudah malam Tuan ?)
Bian tersenyum mendapat balasan pesan dari Clara
Bian ( ya sudah,mimpi indah ya ? Good night )
Clara berbunga-bunga
Perasaan nyaman datang begitu saja
Clara teringat waktu pertama bertemu Bian yg menabraknya sampai terjatuh dan gorengan seharga enam puluh ribu rupiah berhamburan di jalan,Bian mengganti gorengannya dengan uang satu juta rupiah
Sungguh konyol ?
Clara tersenyum-senyum sendiri mengingat wajah kesal Bian waktu itu
Tampan dan menggemaskan
" Astaga ! Apa yg aku pikirkan ?"
Clara bergegas tidur karena sudah larut malam
__ADS_1
Pagi harinya Clara di minta datang ke kantor polisi untuk memberi keterangan terkait kasusnya ditemani Ibu Celline
" Sudah siap Clara ?" tanya Celline menggandeng tangan Clara
Clara mengangguk,sebetulnya ia merasa deg-degan tapi mencoba lebih relaks
Clara menceritakan kisahnya saat ia di buang dan di rawat oleh Ibu Sarti pelayan Celline dulu
Celline pun ikut menjelaskan saat pertama Sarti menemukan bayi Clara dan berniat merawatnya
Dari kasus itu Yolanda dan Jovanka di nyatakan bersalah dan di jatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda sebesar 2 milyar
Setelah kasus itu selesai,Clara di mintai keterangan terkait kasus penculikannya kemarin yg dilakukan Daniel dan empat pengawal atas perintah Vintcen
Vintcen di jatuhi hukuman 3 tahun penjara begitu pula Daniel dan ke empat pengawalnya
Yolanda hanya bisa pasrah,dirinya sudah mengakui perbuatannya pada polisi yg menginterogasinya begitu pula Vintcen
Untuk Jovan ayah Clara,hukuman berlaku saat Jovan sudah sadarkan diri
Daniel pun menunggu keluar dari rumah sakit memulai masa hukumannya
Kondisi Daniel sudah pulih,tinggal menunggu luka perban kering karena kepalanya sedikit robek
Yolanda,Vintcen dan empat pengawalnya di masukkan ke dalam sel tahanan mereka resmi memakai baju orange,mereka tidak melakukan persidangan karena bukti yg di berikan Clara sudah kuat dan pelaku mengakui kejahatanya
Sementara Ariana syok mendengar suami dan anak menantunya di tangkap polisi
" Darimana Clara mendapat bukti itu,dan kenapa dia begitu tega memenjarakan orang tuanya !sekarang aku harus gimana ?"
" Ya jelas tega lah bu,dulu aja orang tuanya tega membuangnya di sembarang tempat " Ucap dokter itu dingin setelah mendengar berita di televisi
Begitu kejam keluarga Adtmaja membuang anak kandung demi anak laki-laki yg bukan darah dagingnya sendiri
" Apa kau bilang !" marah Ariana mencengkram snelli yg dikenakan sang dokter
" Lepas bu ! Dulu saya sempat kagum dengan kebaikan keluarga adtmaja yg tersorot di media,suka menolong orang kelaparan,membangun rumah untuk orang jalanan,bahkan menjadi donatur tetap di panti asuhan ? Tidak taunya malah menelantarkan anaknya sendiri dan membiarkan kelaparan membanting tulang menghidupi keluarga angkatnya ,miris sekali ?
Mungkin itu balasan yg tepat untuk keluarga ibu " Ucap dokter itu melepaskan cengkraman Ariana dan pergi
Dokter itu tidak mau lagi merawat Jovan
Di Belanda
Adriel terkejut mendapat kabar keluarganya masuk penjara
Ia juga syok mendengar sang kakak dan istrinya membuang anak kandungnya demi anak yg di adopsinya
Ia juga baru tahu kalau Daniel bukan keponakan kandungnya,selama ini Jovan dan Yolanda menutupi kenyataan itu dari keluarga
Adriel sangat menyayangkan tindakan sang kakak itu,meskipun anaknya perempuan tidak menjadi masalah bagi Vintcen,karena Adriel juga tidak mau meneruskan bisnis ke dua orang tuanya
Ia lebih suka hidup di belanda bersama anak dan istrinya dan menjadi anggota kepolisian disana,itulah cita-cita Adriel dahulu kecil
__ADS_1
Adriel ingin membantu sang ayah namun susah karena bukti cucu kandungnya lebih jelas dan akurat
Ia pun malu membela orang yg salah,bisa hancur reputasinya sebagai komandan polisi yg menjadi panutan anggotanya
Sungguh bingung sekali ?
Berulang kali Ariana menghubungi Adriel,namun ia menolak mentah-mentah membantu keluarga di indonesia
" Adriel nggak bisa bantu ma,lagian kenapa juga kakak membuang anaknya demi Daniel?" ucap Adriel di sebrang telfon
" Kamu kan tau sendiri papa dan mama mau cucu laki-laki,tolong mama Driel ?" ucap Ariana memohon
" Tidak ma,bisa hancur karier aku?
Bukti yg di berikan anak kandung kakak sudah jelas ma,sementara mama dan papa tidak punya bukti apapun untuk melakukan pembelaan " balas Adriel
" Dasar anak durhaka ! Orang tuanya kesusahan malah nggak di bantu,nyesel dulu mama restuin kamu sama isabelle sampai kamu meninggalkan mama disini demi wanita itu dan kariermu,lebih enak nerusin bisnis papa Driel " Marah Ariana
Tut.. Tut.. Tut...
Adriel mematikan sambungan telfon,sudah biasa baginya mendapat omelan sang mama
Adriel dulu memang pernah sakit hati pada ke dua orang tuanya yg tidak merestui hubungannya dengan isabelle,namun Adriel kekeuh memperjuangkan cintanya untuk isabelle sampai Vintcen luluh merestui hubungannya,berbeda dengan Ariana yg terpaksa merestui
Setelah resmi menikah Adriel memutuskan untuk tinggal di belanda bersama istrinya
Lalu berpindah tugas menjadi polisi di belanda
Di rumah sakit
Jovanka membuka matanya
Melihat sekeliling tidak ada siapapun
Jovan mencoba bangun sambil memegangi kepalanya yg terasa pusing
" Yolan ? Yol ? "
Ariana di luar mendengar Jovanka memanggil segera masuk
" Kamu sudah sadar jo ?" tanya Ariana mendekat
Jovanka mengangguk
" Yolan mana ma.. ?" tanya Jovan pelan
" Yolan.. Yolan ?" Ariana bingung bagaimana cara menjelaskan pada Jovan mengenai kejadian buruk yg menimpa keluarganya
" Yolan kenapa ma ?" tanya Jovan penasaran karena sang mama tak kunjung menjawab
" Yolan dan papa di tangkap polisi jo ?" balas Ariana
" APAAA !!" balasan sang mama begitu mengejutkan Jovan sampai drop lagi " Kenapa bisa ma ?" tanya Jovan menitikan air mata
__ADS_1
-BERSAMBUNG -