
Ibu sarti dan kedua anaknya berjalan mengelilingi mall setelah puas berbelanja baju baru?
" Ibu .. aku mau itu ?" ucap Viona menunjuk kedai es cream
Sarti menggandeng Viona " Mas pesan es cream tiga ya ?"
" Mau rasa apa bu ?" tanya penjual es cream itu
" Emm .. apa ya ? Coklat aja deh .." balas Sarti duduk di kursi
Penjual itu membuatkan es cream pesanan Sarti lalu meletakan di meja.
Sarti dan ke dua anaknya memakan es cream itu lahap sekali,pengunjung yg ingin membeli jadi ilfiel melihat cara makan Sarti yg kampungan itu
Mulut Sarti belepotan,di elapnya bekas es cream itu menggunakan lap meja
" Iyuhhh ... jorok banget ibu ini ?" batin penjual itu yg melihat Sarti mengelap mulut pakai lap meja
Pengunjung di sana pun memandang jijik ke arah Sarti?
penampilan kampungan,gaya kampungan baju yg mereka kenakan pun warnanya sudah pudar dan berjamur
Mereka tidak habis pikir ada orang seperti itu masuk mall
" Heh !!! ngapain lihatin saya " bentak Sarti melotot ke arah ibu-ibu pengunjung disana
" Nggak kok Bu ? ibu rumahnya dimana kok bisa kesini ?" tanya ibu itu ingin tahu
" Di dekat sini kok,anak saya kaya raya ? rumahnya besar sekali.. makannya saya bisa belanja sebanyak ini " Sarti memamerkan paper bag yg berisi pakaian
Ibu itu tersenyum kecut,mana ada orang kaya pakai baju kaya gembel begitu ?
Sarti beranjak mengajak Deni dan viona pulang setelah puas jalan-jalan
Di kantor
" Sin .. kamu tahu nggak kampus terbaik di dekat sini ?" tanya Clara pada Sintia berencana ingin kuliah
" Kampus di dekat sini banyak Nona,apakah nona mau kuliah ? "
" Heumm .. rencananya begitu sin? " ujar Clara
Clara kemudian mencari nama kampus terbaik lewat internet,banyak sekali kampus dekat sini?
jadi bingung mau pilih yg mana?
Ia sebenarnya sudah pintar,namun Clara mau lebih mendalami bidang bisnis untuk memperluas pengalaman dan pengetahuan
Jaman sekarang tidak pandai berbisnis sudah pasti kalah saing.
Baru sebentar membuka internet,Sintia kembali mengetuk pintu dan memberikan setumpuk berkas.
Clara menghela nafas panjang,kalau begini terus mana bisa dia kuliah?
Siang hari Clara keluar sebentar untuk makan siang,pegawainya membungkuk hormat
banyak dari mereka yg kagum dengan kepemimpinan Clara,karena dia berbeda dengan Daniel yg tidak mau berbaur dengan pegawai bawahan di kantor
Clara suka suka berbagi,tidak sombong dan selalu menghargai kerja keras pegawainya tanpa banyak menuntut
Dia menaiki mobil diantar supir menuju restoran cepat saji,Saat masuk ada pria dari jauh melambai-lambaikan tangan
" Hay Ra ?" sapa Biantara saat Clara mendekat
" Hay ?.. " balas Clara canggung lalu duduk di kursi sebelah Bian yg masih kosong
" Mau pesan apa Ra? biar aku pesankan .."
__ADS_1
" Emm,,nggak usah bi? aku saja yg pesan sendiri " Clara memanggil waiters
Dia memesan Sop iga sapi dan ikan nila bakar
Tidak ada obrolan sama sekali sampai mereka selesai makan
" Ra,nanti malam kamu ada waktu nggak .." tanya Bidan tiba-tiba
Clara mengerutkan dahi,ada apa memangnya?
" Ada kok bi, kenapa?"
" Nanti malam aku jemput kamu ya,dandan yg cantik ?" ujar Bian beranjak pergi sebelum menjelaskan kemana Bian mengajak Clara pergi nanti malam
Clara mematung di tempat,untuk apa menyuruhnya dandan yg cantik?
Sementara Bian berencana mengajak Clara diner romantis nanti malam
Dirinya tidak tahan lagi memendam perasaannya pada Clara dan takut clara diambil orang
Bian memesan satu buket bunga mawar merah untuk mengatakan perasaannya pada Clara dan menyewa restoran milik Davin temannya untuk mengosongkan semalam saja
Restoran milik Davin dihias secantik mungkin oleh pekerja di sana
banyak bunga bertaburan membentuk hati dan lilin di samping menambah kesan romantis
Sore hari
Clara pulang dari kantor mampir sebentar ke butik untuk membeli gaun yg nanti malam akan di kenakan
Pilihan Clara jatuh pada gaun berwarna biru navi sangat cantik dan pas di tubuhnya
Sarti sedang bersantai-santai di kamar usai berbelanja,Deni dan viona bersama pengasuhnya
dia asyik memainkan ponsel melihat baju yg sedang trend di masa kini
Clara yg baru pulang masuk ke kamar merebahkan badan sebentar
" lelahnya ..." gumamnya merenggangkan otot-otot
Clara tidak tahu kapan Bian datang menjemput lalu beranjak mandi
Gaun berwarna biru navi dia kenakan,pas sekali di tubuhnya?
Clara mematut penampilannya di depan cermin besar,penampilannya sudah cantik dan sempurna
" Bu,ibu ?.." Clara turun mengetuk pintu kamar Sarti
Sarti di dalam menggerutu kesal karena di ganggu,saat membuka pintu Sarti terkejut melihat penampilan Clara seperti mau datang ke pesta
" Cantik sekali kamu nak,mau kemana ?" tanyanya
Clara tersenyum senang mendapat pujian dari ibu angkatnya
" Aku ada janji sama Bian Bu, aku pamit ya? ibu kalau butuh apa-apa panggil saja pelayan "
__ADS_1
Sarti mengangguk " kemana anak itu pergi ?" sarti bertanya-tanya dalam hati
Sarti semakin kepo tentang hubungan Clara dan Biantara
Bisa gawat kalau mereka beneran punya hubungan spesial,rencana yg di susun rapi oleh Sarti dan darma bisa gagal adanya Biantara di sisi Clara karena Biantara yg cerdas dan tidak mudah di bohongi seperti Clara yg masih polos.
" Ini nggak bisa di biarkan ? aku harus cari cara .." batin Sarti mondar mandir di kamar
Mobil Bian memasuki halaman rumah Clara
Bian turun dengan gaya coolnya ,membukakan pintu untuk wanitanya itu,Malam ini dia terlihat sangat cantik dan menggemaskan
begitu pula dengan Bian,Clara sampai melongo melihat ketampanan Bian berkali lipat
karena terus memperhatikan Bian,Clara sampai tersandung hels yg dia kenakan
Dengan sigap Bian menompang tubuh Clara hendak terjatuh
Clara menatap Bian dari jarak dekat tanpa berkedip ,dia begitu mengagumi ketampanan yg dimiliki Biantara
Wajah tampan dan tubuh atletisnya membuat wanita mana saja jatuh hati kepadanya
" Jangan di lihatin terus,nanti jatuh cinta loh?.." ujarnya sambil tersenyum
Clara tersadar dan tersipu malu kepergok lama sekali dirinya memandangi wajah Bian
lalu dengan cepat Clara berdiri membuka pintu mobil Bian namun terkunci
Clara semakin salah tingkah,Bian tertawa memegang kunci mobil?
sengaja dia menguncinya kembali sebelum Bian sendiri yg membuka pintu untuk wanitanya itu
" Makasih bi?.." ujar Clara tersenyum canggung kemudian duduk di samping kemudi
Bian menyetir mobilnya sesekali melirik Clara di sampingnya
entah kenapa Bian menjadi gugup mengatakan cintanya pada Clara malam ini
Bian menghirup nafas panjang kemudian menghembuskannya pelan-pelan mencoba relaks
tiga puluh menit di perjalan mereka sampai di restoran milik Davin
" Sepi sekali " batin Clara dalam hati
Namun saat pintu terbuka,dia begitu terkejut melihat restoran yg terhias sangat cantik dan banyak bunga-bunga bertebaran
Terlihat Bian menghampiri Clara dengan memegang satu Buket bunga mawar indah di tangannya
Dia berlutut di depan Clara
" Ara,aku tahu ini terlalu cepat? tapi aku nggak bisa lagi memendam perasaan ini untukmu ? Maukah kamu menjadi kekasih hatiku " Bian menyodorkan bunga mawar untuk Clara
__ADS_1
\*\*\* Bersambung...