Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 7 hutang Budi


__ADS_3

" Bbbb baiklah ? " juragan Ghani tergagap


sebenarnya dia kesal ada yang menolong Clara,dari awal bapaknya berhutang dia sebenarnya menginginkan Clara untuk bayaran dari semua hutang Darma.


Siapapun tidak bisa menolak pesona Clara si kembang desa yang cantik,wajah blasteran tidak seperti orang pribumi.


Juragan Ghani tidak bisa berbuat apa apa karena menolakpun bisa jadi masalah besar untuknya,mengingat keluarga Wijaya kaya raya dan bisa melakukan apapun untuk menghancurkan bisnis miras yang ia jalani diam diam.


\*\*\*



Didepan rumah Clara


Sarti,Deni dan viona lebih dulu masuk setelah mengucapkan terimakasih pada biantara.


" terimakasih sudah menolongku ?" ucap Clara pada biantara


" Kau juga pernah menolongku "


" Ya siapa saja orang bertanya kalau memang aku tahu pasti aku antarkan ? " Clara tersenyum



" Senyumannya manis sekali ? " batin biantara tidak sadar mengagumi seorang gadis desa memandangi wajahnya,bulu mata lentik dan tatapannya begitu menyejukkan bagi siapa saja yang menatap mata indah Clara.



" Heyy ,, kok malah melamun " Clara mengibas ngibaskan tangan didepan mata biantara



Biantara tersadar memandangi wajah Clara yang jaraknya sangat dekat.


" Cantik ?" gumam biantara masih bisa didengar



Keempat bodyguard kakeknya saling menyikut lengan,tidak percaya Tuannya mengatakan gadis desa cantik. ya memang Clara sangat cantik.


bodyguard kakeknya sampai tidak percaya didesa ada anak gadis secantik Clara.


" Apa . " Clara mematung ditempat



" Eehh tidak ,, maksud saya itu ? emmm ayam itu cantik tuh lihat ,, bulunya warna kecoklatan " ucap Bintara merutuki kebodohannya menunjuk ayam milik Clara


__ADS_1


" Iya ya ? " Clara terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal,tidak habis pikir dengan tingkah konyol biantara.



" Apa juragan Ghani tidak akan menemui kami lagi,, aku khawatir juragan Ghani datang kesini menagih hutang bapak lagi ? Hutang sebanyak itu tidak mungkin kami bisa membayar,sedangkan untuk makan saja harus berjualan gorengan kesana kemari mencari keuntungan yang tidak seberapa,sementara bapak tidak mau bekerja,, kerjaannya hanya main judi dan minum minum ? merampas hasil jualanku seharian " ucap Clara menunduk sedih



Hati biantara terenyuh,dia kasihan dengan nasib Clara harus banting tulang mencari nafkah.


membandingkan dirinya sangat jauh berbeda,Wanita kuat dihadapannya membuat biantara kagum.


" Kau tenang saja ? hutang bapakmu sudah lunas "



" Aaa app apa ? bagaimana bisa lunas ssedangkan kami belum membayar hutang itu " jawab Clara tergagap


bagaimana bisa hutang bapaknya lunas.


Biantara tidak menjawab.



" Saya pulang " pamit biantara




Handy dibelakang menunjuk kearah biantara.



Clara tidak percaya ternyata biantara yang sudah melunasi hutang bapak?


" Aku harus apa,, bagaimana aku mengganti uangnya "


Clara akan menemui biantara besok untuk memastikan apa benar dia yang melunasi hutang bapaknya.



..



Juragan Ghani tidak tahu harus marah atau senang. mondar mandir melihat di nomor rekening tercatat nominal uang lima puluh juta setelah menghubungi nomor yang tertera di kartu nama biantara.


Dia senang hutangnya dibayar lebih lima juta dari kesepakatan yang seharusnya membayar empat puluh lima juta.

__ADS_1


Namun dia juga marah,kesal tidak bisa mendapatkan Clara si kembang desa,dia sudah membayangkan Clara yang cantik menjadi istrinya.


Munculah ide juragan Ghani


" Aku harus membuat darma kalah judi dan menghutang lagi padaku !" Juragan Ghani tersenyum penuh arti


\*\*


Malam hari Darma pulang membuka pintu.


brakkk ...


Darma membanting pintu menutup kembali.


Clara yang sedang mengajari Deni belajar kaget melihat bapaknya pulang.



" Untuk apa bapak pulang !!" Clara teriak geram



" Ini rumahku,, kau tidak sopan berkata seperti itu pada bapak !"



" Oh ya ?? apa bapak belum puas melimpahkan semua hutang bapak pada kami !!" Clara menantang matanya melototi darma



" Dasar anak tidak tahu diri !! " darma mencengkram pipi clara



Sarti menidurkan viona mendengar ribut ribut diluar.



" Ada apa ini !" tanya Sarti yang melihat darma mencengkram dan memukul Clara



" Kau ajari anakmu ini sopan santun !! tidak sopan sekali melototi bapaknya " ucap darma



" Singkirkan tanganmu dari anaku !! tidak puas kau menyiksanya !! bahkan hutangpun kau menjadikan anakmu sebagai jaminannya !!" Marah Sarti mencoba melepaskan Clara dari cengkraman sang suami


__ADS_1


plakkkkk !!


tamparan keras mendarat dipipi Sarti


__ADS_2