
POV CLARA
Senangnya bisa tinggal di rumah ini?
" Eh udah lama nggak ngabarin ibu? Gimana kabar mereka ya ... " Batinku teringat ibu Sarti dan ke dua adiku
Pagi ini aku mulai mengambil alih perusahaan milik opa dengan bimbingan Bian
Usai mandi aku berganti pakaian di walk in closet,pilihanku jatuh pada dress warna hitam selutut menampilkan kesan elegant
Kemudian memoles tipis wajahku menggunakan make up ,semua kebutuhan di kamar sudah terpenuhi karena sudah di siapkan Bian setelah pindahan kemarin
" Selamat pagi Nona ? " sapa Kepala pelayan
" Pagi... " jawabku tersenyum
Aneka sarapan terhidang di meja, tapi mata ini menangkap hidangan satu piring ayam kecap yg menggoda selera
" Ibu mau kemana ?" tanyaku heran mengapa kepala pelayan terkesan menjauhi
" Oh emm,saya mau ke belakang Nona? " jawab pelayan yg sudah berumur itu
" Ibu temani saya makan ya,saya sendirian nih? Nggak mungkin kan semua hidangan ini saya yg habiskan ..." aku bermaksud mengajak kepala pelayan itu,lagian sayang juga makanan sebanyak ini tidak habis dan di buang,ingat dulu di desa ? Untuk makan saja harus kerja banting tulang
Kepala pelayan ragu menerima ajakanku,lalu aku bangkit dan menarik pelayan yg seumuran ibu untuk duduk di kursi sebelah
" Jangan begini Non,tidak pantas Nona satu meja dengan saya yg hanya seorang pelayan ?" ucap pelayan itu tidak enak hati
" Tidak apa-apa bu,saya tidak suka makan sendirian ?
Oh iya,ibu namanya siapa " tanyaku lembut
" Tapi tidak enak di lihat yg lain Non?
Nama saya lastri non .."
Aku mengangguk,bagiku nggak masalah berbaur dengan pelayan,toh kita sama-sama manusia
Nggak memandang kaya atau miskin yg penting nyaman
" Nggak apa-apa bu,mulai sekarang kan saya yg punya rumah ini,ibu nggak usah sungkan ? Kalau yg lain mau makan bareng saya ya boleh bu,saya malah senang punya banyak teman "
Pelayan itu mengangguk
" Ya sudah ibu makan apa saja yg ibu mau.
Besok kalau bikin sarapan jangan sebanyak ini,sayang kalau nggak di makan? Buat saya menu yg simpel aja asalkan sehat ? Nanti kalau makanannya nggak habis suruh yg lain saja makan ya bu ?"
Pelayan itu mengangguk patuh lalu kami makan bersama
Tepat jam Tujuh Biantara datang
Tin.. Tin ...
Ia terbiasa menlakson mobilnya jika sudah sampai
Aku tersenyum memandang Bian,sekarang ia tambah tampan saja?
Tercium wangi maskulin yg menusuk indera penciumanku
" Nanti bantu aku ya Tuan ?"
" Manggilnya masih tuan aja,kan sekarang kita teman ? Panggil namaku aja lah ?" Ucap Bian padaku
Hati ini bergetar perih,entah kenapa aku nggak suka Bian bilang kita sekarang teman
Aku ingin lebih dari seorang teman
" I-iya Bi ?" balasku tersenyum kecut
Bian fokus menyetir mobil,memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju AJ company
Di loby gedung AJ company
Pegawai di sana menatapku heran karena baru pertama ini aku menginjakan kaki di perusahaan milik opa Vintcen
__ADS_1
" Selamat pagi Nona,cari siapa ?" tanya mbak resepsionis mendekatiku yg hendak memasuki lift
" Tidak cari siapa-siapa ? Saya ingin ke ruangan Direktur "
" Tidak bisa Nona ? Predir kita beberapa hari tidak masuk,anda tidak bisa seenaknya memasuki ruangannya tanpa seijin presdir kita ?" ucap Resepsionis dengan tatapan tajam
Aku terkekeh pelan
" Mulai sekarang sayalah pimpinan baru kalian,cucu kandung keluarga Adtmaja,bukan Daniel anak haram itu !!" ucapku membalas tatapan tajam resepsionis itu
Ia gelagapan setelah tahu aku Clara chaerunnisa,cucu kandung Tuan Vintcen
" Ma-maaf Nona,saya tidak tahu ?" ucap wanita itu tampaknya mulai gelisah
Aku mengacuhkan wanita itu kemudian menaiki lift menuju Ruangan Direktur
Lagi-lagi semua karyawan memandangku heran,karena dari mereka belum ada yg mengenalku
Sesaat kemudian pandangan mereka terfokus menatap Bian yg baru datang menyusul setelah mengambil beberapa berkas penting mengenai hak kepemimpinanku hari ini dan seterusnya
" Clara ?" panggil Bian melambaikan tangan dan mendekat
Semua karyawan sadar akan panggilanku,kemudian mereka baru menyadari kalau aku Clara cucu kandung opa Vintcen
Mereka pasti sudah tahu berita terbaru mengenai keluarga Adtmaja yg di penjara setelah membuangku
" Selamat pagi Nona Clara ?" ucap sekretaris Daniel langsung berdiri menyambutku ketika Bian menyebut namaku
" Kau atur semuanya ya,mulai sekarang saya tidak mau dianggap wanita asing karena sayalah yg menjadi pimpinan kalian sekarang dan seterusnya ?" ucapku memberitahu sekretaris itu
" Baik nona ?" jawabnya membungkuk hormat
" Namamu siapa ?"
" Saya Sintia nona ?"
Aku mengangguk kemudian masuk bersama Bian ke ruangan Direktur
Bian mulai mengajarkan aku bagaimana cara mengelola bisnis,dan menjadi pemimpin yg di segani karyawannya
Tok .. Tok .. tok ...
Sintia masuk terlihat ia memegang beberapa berkas ditangannya
" Permisi Nona,ada beberapa berkas yg harus anda tanda tangani " ucapnya meletakan setumpuk berkas di meja
Aku mengangguk kemudian Sintia keluar
Berkat kecerdasan yg aku miliki tidak perlu terlalu banyak belajar dari Bian
Entah keturunan dari siapa kecerdasan yg aku miliki ini,dalam waktu satu jam berkas itu selesai di tanda tangani olehku
" Wow .. Hebat ? Baru diajari satu kali saja kamu sudah mahir Ra ?" puji Bian yg melihat aku selesai menyalin berkas-berkas penting ke dalam komputer di ruanganku
Dan mengahpus Data-data milik Daniel yg masih tersisa
Semua telah di ambil alih olehku,tidak ada nama Daniel adtmaja di ruangan ini selain Clara chaerunnisa
__ADS_1
Sebenarnya aku juga kurang suka dengan desain ruangan ini yg lebih dominan ke warna gelap
Aku lebih suka warna terang
Lalu aku meminta sekretaris Sintia mengganti ruangan itu dengan warna Biru muda kesukaanku
Semua barang-barang milik Daniel di keluarkan dan di ganti dengan barang milikku yg baru
Siang hari saat keluar ruangan aku mendengar bisik-bisik para karyawan yg membicarakan aku bersama Bian
" Eh,itu Direktur baru kita beneran cucu Tuan Vintcen ?"
" Denger-denger sih iya,lo nggak lihat berita penangkapan Tuan jovan dan Nyonya yolanda,mereka kan orang tua kandungnya ? Tega banget ya menjarain orang tuanya sendiri ?"
" Huss jangan asal menghujat,menyimpulkan sesuatu yg tidak sesuai fakta,lo nggak dengar bukti yg di berikan Nona Clara itu,kalau gue jadi dia juga tega kali menjarain orang tua sendiri? " balas Sintia membelaku
" Benar tuh kata Sintia ,gue aja nggak nyangka loh? Keluarga Adtmaja yg sering di puji-puji setinggi langit karena kebaikannya ternyata membuang anak kandungnya sendiri,bahkan di biarkan hidup kesusahan? Malah membuat hidup Tuan Daniel serba berkecukupan padahal kan sudah jelas siapa tuan Daniel yg notabenya hanya anak pungut " sahut karyawan teman di sebelah Sintia
Ekhemmm ekhemmm !!
Aku berdehem menyadarkan mereka yg sedang asyik bergosip membicarakanku
" Eh Nona Clara ? Selamat siang Nona ? Tuan ?" sapa mereka kompak
Aku tersenyum,siang ini aku membagikan makan siang gratis untuk semua karyawan AJ company untuk merayakan hari jadinya aku sebagi Direktur baru AJ company
Banyak pesanan makanan datang,masing-masing dari mereka membagikan makanan itu
Aku dan Bian menuju rumah sakit tempat Ayah Jovan dan Daniel di rawat
Pihak Rumah sakit mengabarkan ayah Jovan dan Daniel sudah pulih
Pihak kepolisian pun datang untuk menjemput mereka menjalani masa hukuman di dalam sel
" Puas kamu sudah bikin keluarga saya hancur !" ucap Oma Ariana menatapku tajam
Aku terkekeh,membalas tatapan tajam oma Ariana
" Puas sekali Oma sayang ?" ucapku mengejek
" Cuihhh .... Terdengar oma meludah namun aku biarkan saja.
setelah ini aku pastikan dia bertekuk lutut padaku
Ya ?
Aku sangat puas bisa membalas mereka yg bertahun-tahun menelantarkanku,bahkan kehadiranku saja di anggap tidak berguna
Sekarang aku buktikan betapa bergunanya aku sebagai cucu perempuan yg telah di sia-siakan
Tidak perduli pandangan orang lain yg bilang aku kejam,mereka bahkan lebih kejam
Berlindung di balik topeng untuk menutupi kebusukan yg mereka lakukan padaku
Aku juga senang adik Ayah di Belanda tidak membantu keluarganya sama sekali,karena aku bisa saja menghancurkan kariernya dalam sekejap
Setelah ini aku akan mengajak Ibu sarti,Deni dan Viona untuk tinggal bersamaku di jakarta
Tanpa bapak,biar saja bapak di sana sendiri aku nggak perduli.
Pukul satu siang aku kembali ke kantor di antar Bian,ia juga harus ke kantornya sendiri setelah selesai mengajariku mengelola bisnis ?
ruanganku sudah berubah menjadi warna kesukaan yakni biru muda
** Bersambung ...
__ADS_1