
Sebelum pulang clara membeli bubur untuk kakek wijaya sebagai tanda terimakasih pada cucunya.
sampai dihalaman rumah kakek wijaya dia melihat mobil yang berpapasan dijalan tadi pagi.
" Jadi ini mobil kakek ?" batin clara langsung mengetuk pintu
tok tok tok !
" Assalamualaikum ?"
ceklek
" Waalaikumsallam ? ehh neng ara ? ada apa neng?" tanya teh mumun heran tidak biasanya melihat clara datang kerumah kakek wijaya
" Kakek wijaya ada teh?"
" Ada dibelakang neng,bersama tuan bian ?"
" Boleh aku masuk teh? mau mengantarkan bubur untuk kakek ?" ucap clara meminta ijin
" Oh boleh neng silahkan ?" teh mumun lebih heran lagi,sejak kapan clara dekat dengan kakek wijaya sampai mengantarkan bubur pula?
Dibelakang dia melihat kakek wijaya yang berbicara entah dengan siapa.
" Assalamualaikum kakek ?" ucap clara dari jauh
"Waalaikumsallam ? loh ara ? "
" Iya kek? clara bawain bubur buat kakek sama bian ? maaf hanya bubur dari pasar kek ?" ucap clara sungkan
" Terimakasih nak?" ucap kakek dengan mata berbinar
" Dia siapa bi ?" tanya vania pada biantara
Biantara semakin mendekatkan diri disebelah clara
" Dia kekasihku ?"
" WHAT ! are you serious bian !" vania tidak percaya biantara mengakui gadis desa sebagai kekasihnya.
__ADS_1
" YA !" jawab biantara menggandeng lengan clara menuju meja makan mengambil sendok dan mangkuk menuangkan bubur yang clara berikan.
Clara yang digandeng lenganya diam saja menurut pada biantara.
" Jadi dia wanita yang biantara katakan,cantik juga? tapi kenapa dia lebih memilih aku sebagai kekasih bohongannya,padahal wanita itu cantik,anggun,tidak ada yang kurang dari wanita itu" batin clara melirik vania.
Kakek wijaya terkikik geli dengan ekspresi muka vania.
tidak menyangka cucunya punya ide untuk menjadikan clara sebagai kekasihnya.
Kakek wijaya tentu tidak suka dengan sikap vania.
Dia heran kenapa menantunya memilihkan anaknya wanita tidak jelas dan tidak punya sopan santun seperti vania.
" Buburnya enak " ceplos biantara menikmati bubur pemberian clara.
" Ya,kakek juga suka ? jajanan pasar memang selalu enak meskipun dibilang tidak higienis tapi lebih enak dari makanan restoran" Ucap kakek mulutnya penuh
" Ini sudah lebih dari cukup ara?"
Diluar vania urung-uringan diusir begitu saja oleh kakek biantara.
Mengambil ponsel didalam tasnya kemudian menelfon mama Jasmine.
" Hallo tan ?" ucap vania telfonya tersambung dengan jasmine
" Ya vania sayang? apa kau sudah sampai" tanya mama jasmine disebrang telfon
__ADS_1
" Sudah tan, tapi aku diusir kakek bian tan?" ucap vania memulai aktingnya pura-pura menangis.
Tentu saja jasmine terkejut,kenapa vania bisa di usir papa?
" Loh? kenapa sayang, kok diusir?" Jasmine tidak enak pada vania sampai menangis,padahal jauh-jauh ke bogor untuk bertemu biantara.
" Gara-gara gadis kampungan tan? bian mengaku dia kekasihnya sampai aku diusir kakek" Vania mengompor-ngompori jasmine.
"Akh,kau jangan ngarang sayang? mana mungkin bian punya kekasih gadis kampung" Jasmine tidak percaya ucapan vania.
" Aku serius tan? kalau tante tidak percaya,tante tanya saja sama bian" ucap vania kesal karena jasmine tidak percaya padanya.
klik.tut !
Panggilan terputus.
" Loh van? vania !
Yah ? dimatiin " ucap jasmine melihat panggilannya terputus.
" Aku harus tanya papa?" ucap jasmine ingin menanyakan pada mertuanya soal vania.
Jasmine menghubungi ponsel papa mertuanya namun dia kesal karena yang menjawab operator.
" \*\*\*\* ! tidak aktif ponselnya!"
Kakek wijaya yang mengerti sifat menantunya sengaja mematikan ponselnya.
__ADS_1
" Wanita manja seperti dia bisanya memang berlindung di bawah ketiak mamanya,begitu saja sudah mengadu pada menantuku?" gumam kakek wijaya mencibir vania.