
" Bagaimana hasilnya dokter ?" tanya yolanda pada dokter indra setelah memberikan sehelai rambut milik clara untuk di tes DNA
" Maaf nyonya,untuk hasilnya belum keluar? Nyonya tunggu saja sekitar dua minggu lagi " ucap dokter indra
Raut wajah yolanda lesu,selama itu kah menunggu hasilnya?
Padahal yolan sudah tak sabar melihat hasilnya apa benar DNA clara dengan DNA sang suami sama
" Ya sudah kalau begitu dokter kabari saja jika hasilnya sudah keluar " Ucap yolanda
Dokter indra mengangguk
Yolanda menaiki mobil menuju AJ company menemui jovanka
" Selamat siang nyonya ?" sapa satpam penjaga pintu masuk.
Yolanda mengangguk tersenyum
Ia menaiki lift khusus petinggi perusahaan,sampai di lantai paling atas ada vivian sang sekretaris suami yg sedang berkutat di depan layar monitor
"Apa suami saya di dalam vi?" tanya yolanda mengagetkan vivian yg terfokus pada layar monitor sampai berjingkat kaget
" A-ada bu ?" jawab vivian gelagapan,jantungnya terpompa cepat saking kagetnya
Yolanda masuk menemui sang suami
" Duhh .. Nyonya yolan ngagetin saya saja sampai senam jantung ?" gumam vivian lirih
Yolan melihat sang suami sibuk dengan berkas-berkas di mejanya
" Pa ... ? "
Jovan mengangguk saja menanggapi sang istri
__ADS_1
" Ishh papa ini,sebegitu pentingnya kerjaan? Istrinya datang tidak di sambut " gerutu yolanda mendekati sang suami
Jovanka menghela nafas panjang
" Ada apa ma ?"
" Aku bertemy anak itu pa,wajahnya benar-benar mirip denganmu ?"
" Lalu ?"
" Aku berhasil mengambil rambutnya untuk DNA ?"
Dahi jovanka berkerut mnghentikan aktifitasnya
" Untuk apa mama melakukan itu,kalau sampai orang tua kita tau bisa bahaya ma ?" jovanka memijit pelipisnya tidak habis pikir yolanda melakukan sesuatu tanpa berfikir akibatnya
" Mama hanya penasaran pa,kalau memang dia anak kita mama bisa memberikan kehidupan yg lebih layak untuk anak itu sebagai pengganti rasa bersalahku padanya ?"
Hati yolanda sakit mendengar pengakuan sang suami apalagi telah membentaknya " Papa tega !! Kita sudah membuang darah daging kita sendiri pa,hidup anak itu begitu sengsaara banting tulang menghidupi keluarga angkatnya? Apa papa tidak kasihan sama sekali sama anak kita " ucap yolanda terisak
" Tidak,kita punya anak laki-laki yg lebih penting masa depannya !!" balas jovanka dengan tegas
"Dimana hati nurani papa ? Lebih mementingkan harta ketimbang anak kita sendiri"
" Apa kamu siap hidup miskin tanpa harta sedikitpun yolan !!" balas jovan penuh penekanan
Yolanda terdiam menbenarkan ucapan sang suami,tapi ia juga tak tega melihat anak kandungnya hidup sengsara
Pilihan yg sangat sulit untuk yolanda?
setelah terdiam beberapa saat,yolanda meninggalkan kantor sang suami dengan membanting pintu keras
Brakkk !!
__ADS_1
Jovanka tidak hiraukan kepergian sang istri,entah kenapa sejak pertemuannya dengan clara membuat jovanka cepat emosi
Mendengar sang istri masih perduli dan mau memberikan kehidupan clara yg lebih layak membuat jovanka semakin tidak menyukai anak itu
Kemunculan anak itu membuat nasib jovanka merasa terancam
Jovanka membanting apa saja di ruangannya,ia benar-benar emosi " Ini tidak bisa di biarkan,kau brnar-benar menguji kesabaranku yolan "
Arghhh !! Teriak jovanka meremas rambutnya frustasi
Vivian mendengar teriakan jovanka tidak berani mendekat karena ia bukan pawangnya yg bisa menenangkan atasan itu
Teriakan memenuhi ruangan,vivian gemetaran mencoba tenang masuk kedalam ruangan atasannya
Pyaaarrr !! Vas bunga pecah akibat dibanting jovanka
Vivian tambah gemetaran saat masuk ruangan sang ceo berantakan sekali karena semua barang pecah berserakan di lantai
Ia bergegas keluar mencari pertolongan para penjaga
" Tolong ... Tolong ... !" teriak vivian di loby
Semua orang mendekati vivian yg panik,wajahnya pucat
" Ada apa bu vivian ?" tanya penjaga di loby dan lainnya yg mengerumuni vivian
" I-iitu pak.. A-nu ? " vivian panik sulit bicara,lalu menarif nafas panjang agar lebih relaks
" Tuan jovanka ngamuk di ruangannya pak ?"
Semua orang ikut panik mendengar atasannya mengamuk ,mereka takut untuk mendekat karena tahu persis kemarahan jovanka sangat menakutkan
" Aduhh bagaimana ini ?" ucap penjaga mondar-mandir memikirkan cara untuk menenangkan atasan itu
__ADS_1