
"Ibu ?" panggil clara mengetuk pintu rumah
Sarti membuka pintu melihat anaknya kembali dan memeluknya
" Ibu senang kamu kembali lagi nak,kamu tidak di apa-apakan bapakmu kan?" tanya sarti memastikan
" Sebenarnya bapak mau menjualku pada juragan ghani bu,tapi tuan bian menyelamatkanku?"
" Lalu dimana tuan bian ?" tanya sarti menengok keluar mobilnya masih terparkir dihalaman rumahnya
" Masih disana bersama warga bu,mungkin mau membuat bapak jera dengan kelakuannya ?" jawab clara
" Ya sudah sekarang kamu istirahat,,?" ucap sarti penuh perhatian
" Ibu tidak marah?"
Sarti mengerutkan dahi
" Marah untuk apa nak?"
" Bapak ?"
Sarti tersenyum " Tidak nak,ibu lelah hidup bersama bapakmu yang tidak pernah menafkahi kita,sekarang ibu pasrah kalau harus berpisah dengan bapakmu?"
Clara senang ibu mau melepaskan bapaknya,setidaknya beban hidupnya berkurang tidak lagi dimintai uang bapaknya.
Keesokan paginya clara menjalani aktifitas seperti biasa berjualan gorengan.
Pukul sepuluh raya sampai rumah,pulang lebih awal karena gorengannya terjual habis diborong ibu-ibu yang mau mengadakan arisan.
Clara menuju dapur mencari makanan,namun tidak ada nasi ataupun lauk,hanya ada ubi rebus sisa tadi pagi.
Karena lapar clara memakan ubi dengan lahap
Ceklek ... !!
bunyi pintu dibuka dari luar
" Loh ara,, sudah pulang?" tanya sarti menggendong viona yang tertidur
__ADS_1
" Sudah bu,tadi gorengannya diborong semua jadi pulang cepat?"
Sarti duduk disamping clara,menatapnya yang sedang lahap memakan ubi
Hatinya terenyuh,tidak bisa memberikan kehidupan yang lebih layak untuknya,lalu air matanya menetes
" Ibu kenapa,?" tanya clara bingung melihat ibunya tiba-tiba menangis
Sarti mengusap air matanya dengan kain yang digunakan untuk menggendong viona
"Maafkan ibu tidak bisa membuatmu hidup layak nak?" ucap sarti manatap clara sendu
" Mengapa ibu berkata seperti itu,aku bahagia hidup bersama ibu,aku selalu bersyukur walau harus makan ubi rebus setiap hari bersama ibu,karena diluar sana banyak orang yang lebih susah dari kita?"
Clara menggenggam tangan ibunya
" Ibu tidak menuntutmu untuk membahagiakan kami nak? sudah,jangan berpikiran macam-macam " ucap sarti menghapus air mata clara
" Bu,, apa aku boleh bekerja ?"
Sarti menghentikan gerakannya tidak menjawab clara
" Bu?" panggil clara lagi
" Nanti ibu pikirkan,?" balas sarti yang sebenarnya tidak bisa jauh dari anak angkatnya
__ADS_1
" Ya bu,,?"
Sore hari clara mengajak viona mandi disungai,banyak tetangganya juga yang mandi disungai.
" Denger-denger ada yang dekat dengan cucu tuan wijaya nih?" ucap ririn setengah menyindir
" Mana mungkin atuh rin,orang desa seperti kita mah tidak selevel dengan tuan wijaya dan cucunya,usahanya saja cuma berjualan gorengan?" sahut nani mencibir
" Ya siapa tau cuma mau menikmati tubuhnya,kan cucu kakek wijaya orang kaya,asal ada duit siapa saja mau?" ucap ririn yang disusul tawa renyah nani
Clara sama sekali tidak menggubris omongan mereka yang terkesan iri padanya
Gegas clara menyudahi aktifitas mandinya dan menggendong viona untuk pulang
" Dasar sok cantik ? Jadi wanita kegatelan banget sih" maki ririn dibelakang clara yang tengah berjalan melewati mereka
Clara menggeleng-gelengkan kepalanya,sudah biasa dengan sifat ririn yang suka mencampuri urusan orang
Sebenarnya ririn iri dengan kehidupan clara yang berparas cantik,kulit putih mulus dan mempunyai body goals ditambah lagi dengan kedekatannya bersama biantara,semakin menammbah rasa iri dalam benak ririn
__ADS_1