
POV Biantara
Jujur hatiku hancur melihat istriku terbaring koma di rumah sakit
Sudah hampir seminggu Clara belum sadar dari komanya
Berbagai cara aku menyadarkan istriku, tapi semua sia-sia
Istriku masih menikmati tidur panjangnya.
Kemarin aku berpikir, selagi calon anakku sehat di dalam kandungan, aku masih lega
Lalu sekarang, berhari-hari istriku nggak makan
Meskipun dokter telah menyuntikan vitamin, tetap saja aku khawatir akan janin di kandungannya
Aku mendapat dukungan dan semangat dari papa, setiap hari papa menjenguk Clara meskipun sebentar, papa masih meluangkan waktunya menjenguk sang menantu kesayangannya
" Tenangkan hatimu Bi,,
Clara kuat, Clara wanita tangguh, nggak mungkin dia menyerah meninggalkan kamu, dia sangat menyayangimu,papa berharap Clara sadar demi calon anakmu dan kamu Bian " Ujar papa
Aku menghela nafas panjang,itulah harapanku selama ini
Clara sadar, dan membesarkan anak kita sama-sama kelak
Aku juga berharap rumah tangga kami selalu harmonis, langgeng sampai maut memisahkan
" Amiin,, Do'akan ya pa?
semoga Clara bisa melewati masa komanya? " balas ku
" Amiin.. "
Papa membuka kotak bekal yang dia bawa dari rumah
" Makanlah walau sedikit, biar kamu nggak sakit?
Kalau kamu sakit, siapa yang mau menjaga istrimu, nggak mungkin kan, terus merepotkan ibu mertuamu,,
Kasihan ibu Yolanda Bi,, dia butuh istirahat "
" Iya pa,, ? " Balas ku
Aku terpaksa makan meskipun tidak lapar, menghargai papa yang repot-repot membawakan makan siang untukku
Ucapan papa ada benarnya juga? Aku nggak mungkin merepotkan ibu Yolanda
Bisa-bisa perusahaan kacau jika tidak ada Clara maupun ibu Yolanda
Besok-besok, biar ibu Yolanda ke kantor saja, aku rela mengalah demi istriku
Bekal dari papa aku habiskan, beberapa hari ini nafsu makan menurun
Yang papa bawa pasti masakan mama, sangat enak, sudah lama aku nggak merasakan masakan mama, semenjak tinggal bersama istriku
" Terimakasih pa,, makanannya enak, pasti masakan mama " ucapku
Papa terkekeh pelan
" Ya Bi,, tapi papa sama mama masih diam-diaman?
__ADS_1
Mamamu gengsi mengajak papa bicara, setiap mama bicara, selalu papa cuekin.
Mamamu ngeselin sih Bi,, kuping papa sampai panas mendengar mamamu menyebut-nyebut nama Naumi.
Katanya Naumi menagih janjinya untuk mendekatkan kamu sama dia "
Aku terdiam,itulah yang nggak aku suka dari mama
makannya aku malas pulang ke rumah, setiap pulang mama mencari cara agar aku dekat sama Naumi
Beruntung aku pintar mengelabuhi mama, dan mama pun percaya begitu saja
" Biarkan saja pa,, nanti mama bosan sendiri, itu kan, ide mama.
Ya urusan mama itu mah " balas ku
" Iya benar Bi,, yang susah mama sendiri,nanti setelah Clara sadar, waktunya kamu memperkenalkan pada mama.
Biar mama tau, kalau kamu sudah punya istri dan calon anak. "
" Iya pa,, Bian menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya sama mama.
Takutnya nanti mama syok berat "
" Bagus,,
Itu baru anak papa " Ujar papa tersenyum bangga
Aku pun ikut tersenyum
" Ya sudah, hari sudah siang..
Papa balik ke kantor ya Bi,, " Ucap papa berpamitan
Papa meninggalkan aku sendirian, Sedangkan Ibu Yolanda belum menampakan batang hidungnya
Ibu Yolanda kelelahan, sudah hampir empat jam ibu Yolanda pulang ke rumah untuk beristirahat
Mata ini terasa lengket sekali, aku memejamkan mata sebentar di samping ranjang istriku
Aku terbangun saat hari sudah gelap, kulihat jam sudah menunjukan pukul tujuh malam
Badanku terasa sakit semua, tidur dengan posisi duduk beberapa jam
Aku teringat Ibu Yolanda
Ku ambil ponsel di atas nakas, menghubungi nomor ibu Yolanda
" Hallo Bian? " ujar ibu Yolanda di sebrang telfon
" Hallo Bu,, Bian cuma mau ngabarin, malam ini biar Bian yang menjaga Clara, ibu istirahatlah di rumah.
Dan besok tidak usah datang pagi, Ibu Yolanda fokus sama kantor saja.
Urusan Clara biar jadi urusanku Bu,,
Aku harap Ibu mengerti, nggak mungkin kan, kantor di biarkan begitu saja tanpa adanya ibu ataupun Clara "
" Oh iya, Ibu hampir lupa sudah beberapa hari ini tidak menggantikan Clara di kantor.
__ADS_1
Ya sudah, jaga Clara baik-baik ya Bi,,
kabarin ibu kalau Clara sadar? " Balas Ibu Yolanda dengan suara seraknya
Dari suaranya, Ibu Yolanda terdengar habis menangis
" Baik Bu,, Ibu jangan sedih, Bian yakin Clara segera sadar. "
" Iya Bi,, Ya sudah, Ibu mau lanjut istirahat ya Bi,, " ujar ibu Yolanda
" Iya Bu? "
Sambungan telfon terputus
Ku tatap wajah cantik istriku, sangat damai sekali
Meskipun terlihat pucat, tapi masih sangat cantik
Aku membayangkan jika anakku perempuan, pasti sangat cantik seperti mamanya
Aku tersenyum-senyum sendiri
Lamunanku terhenti saat dokter memeriksa kondisi istriku
" Selamat malam Tuan Biantara,, Boleh saya periksa istri anda sebentar "
" Silahkan dok? " balas ku mempersilahkan dokter itu
Terlihat dokter itu menyuntikan cairan di selang infus
" Kapan istri saya sadar dok,, lama sekali " Ucapku mengeluh di depan dokter itu
" Yang sabar Tuan Biantara,,
Berdo'alah untuk kesembuhan nona Clara " Sahut dokter itu
" Tentu dok,, saya selalu berdo'a yang terbaik untuk istri saya "
" Baguslah,, Beri dia semangat, ajaklah nona Clara bicara, seperti kenangan indah Tuan dan Nona misalnya, Nona Clara bisa mendengar suara Tuan Biantara " ucap dokter memberi saran
" Baik dok? "
\*\*\*
Bersambung..
__ADS_1